Meneladani Jejak Ulama Besar, Yayasan Aqabah Bukittinggi Gelar Stadium General Kiprah Buya Dt. Palimo Kayo

Meneladani Jejak Ulama Besar, Yayasan Aqabah Bukittinggi Gelar Stadium General Kiprah Buya Dt. Palimo Kayo

Bukittinggi – Infosumbar24.com. Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-62 tahun 2026, Yayasan Aqabah Bukittinggi menggelar kegiatan Stadium General bertema “Kiprah Buya Dt. Palimo Kayo dalam Dunia Pendidikan di Sumatera Barat”. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh antusiasme, sekaligus dirangkaikan dengan peringatan Milad ke-25 SDIT Insan Kamil serta penyerahan bonus sebesar Rp96.460.000 kepada Majelis Guru SDIT Insan Kamil sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam dunia pendidikan, Selasa, 5/5-2026 di Aula Serba Guna Yayasan Aqabah Bukittinggi.

Acara menghadirkan Ustadz Hadi Nur Ramadhan sebagai narasumber utama, yang merupakan Wakil Sekretaris Lembaga Seni dan Budaya Peradaban Islam (LSBPI) MUI Pusat. Kegiatan ini dipandu oleh Ustadz Sulfa Malin, SS selaku Sekretaris Yayasan Aqabah Bukittinggi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Yayasan Aqabah Bukittinggi, H. Masdiwar, S.Pd.I, para dosen Akademi Dakwah Indonesia (ADI), majelis guru SDIT Insan Kamil, majelis guru MDTA Aqabah, mahasiswa ADI Aqabah, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, H. Masdiwar, S.Pd.I menegaskan bahwa momentum Hardiknas dan Milad SDIT Insan Kamil ini menjadi pengingat penting akan peran strategis pendidikan dalam membangun peradaban umat. Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada para guru yang telah mengabdikan diri dengan penuh keikhlasan.

“Buya Datuk Palimo Kayo adalah sosok ulama, pendidik, sekaligus pejuang yang telah memberikan kontribusi besar dalam membangun peradaban umat melalui pendidikan. Beliau bukan hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keislaman, kepemimpinan, dan integritas moral yang sangat relevan hingga hari ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemberian bonus kepada Majelis Guru SDIT Insan Kamil merupakan bentuk penghargaan nyata atas dedikasi, loyalitas, dan kerja keras para guru dalam mencetak generasi yang berilmu dan berakhlak.

“Ini bukan sekadar angka, tetapi simbol penghormatan atas perjuangan para guru. Kami berharap hal ini dapat menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan Yayasan Aqabah,” tambahnya.

Sementara itu, dalam pemaparannya, Ustadz Hadi Nur Ramadhan menguraikan secara komprehensif perjalanan hidup dan kontribusi Buya Haji Mansur Daud Datuk Palimo Kayo sebagai salah satu ulama besar Minangkabau yang memiliki peran penting dalam bidang pendidikan, dakwah, politik, hingga diplomasi.

Dijelaskan bahwa Buya Datuk Palimo Kayo lahir di Nagari Balingka, Kabupaten Agam pada 10 Maret 1904. Ia menempuh pendidikan di Sumatera Thawalib dan Diniyah School di Padang Panjang, sebelum melanjutkan studi ke Arab Saudi dan India setelah menunaikan ibadah haji. Perjalanan intelektual tersebut membentuk sosoknya sebagai ulama sekaligus pemikir yang berpengaruh.

Dalam bidang pendidikan, Buya Datuk dikenal sebagai tokoh penting di Perguruan Thawalib Padang Panjang dan turut menulis sejarah lembaga tersebut sebagai rujukan penting dalam kajian pendidikan Islam di Minangkabau. Ia juga aktif dalam perjuangan melawan penjajahan melalui organisasi PERMI dan pernah dipenjara pada tahun 1934.

“Buya Datuk adalah figur ulama yang tidak hanya berdakwah di mimbar, tetapi juga terlibat langsung dalam perjuangan politik dan diplomasi. Beliau pernah menjadi anggota DPR RI dan dipercaya sebagai Duta Besar RI untuk Irak,” terang Ustadz Hadi.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pemikiran Buya Datuk Palimo Kayo sangat relevan untuk masa kini, terutama dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan nilai-nilai agama, serta menguatkan falsafah Minangkabau “Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.”

Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum ilmiah, tetapi juga momentum reflektif bagi seluruh peserta untuk meneladani nilai-nilai perjuangan, keilmuan, dan kepemimpinan ulama besar tersebut.

Dengan terselenggaranya acara ini, Yayasan Aqabah Bukittinggi menegaskan komitmennya dalam melahirkan generasi unggul yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing, sekaligus menjaga dan melestarikan warisan pemikiran ulama Minangkabau agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.

*Ahmad Hamidi