Sosok Inspiratif Prof.Dr Rumainur S.H, M.H, Ph.D, Alumni Sikola Radjo Birugo 87 yang Temui Wako Ramlan, Antar Kajian dan Siap kawal Daerah Khusus Untuk Bukittinggi
Bukittinggi,Infosumbar24.com | Di antara rombongan cendekiawan dan akademisi alumni Sikola Radjo Birugo yang menyerahkan Kajian Akademik Daerah Khusus Bukittinggi kepada Wali Kota Ramlan Nurmatias, terdapat sosok yang perjalanan hidupnya menyimpan inspirasi tersendiri.
Sosok sederhana dn rendah hati itu adalah Prof. Dr. Rumainur, S.H., M.H., Ph.D., Guru Besar Hukum yang merupakan alumni SMA Negeri 2 Bukittinggi angkatan 1987.
Hari ini, Rumainur dikenal sebagai akademisi hukum dan Guru Besar yang aktif memberikan pemikiran strategis bagi pembangunan bangsa. Namun di balik toga profesor yang disandangnya, tersimpan kisah perjuangan panjang seorang anak kampung yang pernah menjadi kuli di Pasar Bawah Bukittinggi demi membantu ekonomi keluarga.

Lahir di Bukittinggi pada 11 Mei 1968 dan dibesarkan di Desa Kuran-Kuran, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Rumainur berasal dari keluarga guru sederhana dengan tujuh orang bersaudara.
Dalam keterbatasan ekonomi, kedua orang tuanya menanamkan keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan terbaik untuk mengubah masa depan.
Pendidikan dasar hingga menengah ditempuhnya dengan penuh perjuangan. Setelah menamatkan sekolah dasar di kampung halaman dan SMP di Palupuh, ia melanjutkan pendidikan ke Kweekschool atau SMA Negeri 2 Bukittinggi. sekolah yang oleh para alumninya dikenal dengan sebutan “Sikola Radjo”.
Saat masih duduk di bangku SMA, Rumainur tidak hanya belajar di kelas, Untuk membantu perekonomian keluarga ia bekerja sebagai kuli di Pasar Bawah Bukittinggi. Salah satu pekerjaan yang dijalaninya adalah membuat peti kayu untuk pengiriman jeruk Bukittinggi ke berbagai kota besar di Indonesia.
Di tengah kerasnya kehidupan pasar, ia tetap menjaga semangat belajar. Keterbatasan ekonomi tidak pernah membuatnya menyerah pada keadaan. Sebaliknya, pengalaman itu justru membentuk karakter pekerja keras yang kelak mengantarkannya ke jenjang akademik tertinggi.
Selepas SMA, Rumainur melanjutkan pendidikan hukum di Universitas Andalas.
Di kampus tersebut ia berhasil meraih gelar Sarjana Hukum dan Magister Hukum tetapi ambisinya terhadap dunia akademik tidak berhenti di sana.
Demi melanjutkan studi doktoral, ia bahkan rela menjual rumah yang dimilikinya.
Pengorbanan besar itu akhirnya berbuah manis ketika ia berhasil meraih gelar Ph.D. bidang Hukum Ketenagakerjaan dari National University of Malaysia.
Karier akademiknya terus berkembang. Ia aktif menulis buku, menghasilkan karya ilmiah, melakukan penelitian hukum, serta membimbing mahasiswa.
Dedikasi dan kontribusinya dalam pengembangan ilmu hukum mengantarkannya menjadi Guru Besar Hukum di Universitas Nasional.
Kini, sebagai salah seorang akademisi yang ikut menyusun dan menyerahkan Kajian Akademik Daerah Khusus Bukittinggi kepada Wali Kota Ramlan Nurmatias, Rumainur kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap tanah kelahirannya.
Baginya, Bukittinggi bukan sekadar kota tempat ia menimba ilmu, tetapi juga bagian dari sejarah perjalanan hidup yang membentuk dirinya hingga menjadi seorang profesor. Karena itu, keterlibatannya dalam kajian akademik tersebut menjadi bentuk kontribusi intelektual untuk mendorong kemajuan dan masa depan Kota Bukittinggi.
Perjalanan hidup Prof. Rumainur menjadi bukti bahwa kerja keras, pendidikan, dan ketekunan mampu mengubah keterbatasan menjadi prestasi.
Dari seorang remaja yang pernah mengangkat peti jeruk di Pasar Bawah Bukittinggi, ia kini tampil sebagai Guru Besar Hukum yang ikut merumuskan gagasan besar bagi masa depan daerah yang dicintainya.
(imanchaniago)







