BAZNAS Bukittinggi Gaspol! Satpol PP Diajak Perkuat Zakat, Korban Gempa NTT Jadi Sasaran Donasi

BAZNAS Bukittinggi Gaspol! Satpol PP Diajak Perkuat Zakat, Korban Gempa NTT Jadi Sasaran Donasi

Bukittinggi,Infosumbar24.com | BAZNAS Kota Bukittinggi mengambil langkah tegas memperkuat pengumpulan zakat di lingkungan pemerintah daerah.
Kamis (20/8/2026), BAZNAS mendatangi Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bukittinggi untuk melakukan koordinasi terkait pengumpulan zakat yang belum berjalan di lingkungan Satpol PP.

Wakil Ketua I BAZNAS Kota Bukittinggi, Ustadz H.Masdiwar S.Pdi bersama Amil pelaksana diterima langsung Kepala Satpol PP Kota Bukittinggi, Syanji Faredy F, S.STP., M.Si., didampingi Bendahara Satpol PP, Susi.
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi antara lembaga pengelola zakat dengan perangkat daerah.

BAZNAS Kota Bukittinggi secara langsung menyampaikan pentingnya optimalisasi pengumpulan zakat di lingkungan Satpol PP.
Langkah BAZNAS ini sekaligus menjadi pengingat bahwa potensi zakat dari lingkungan aparatur pemerintah memiliki peran penting dalam memperkuat program sosial dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

Ustadz Masdiwar juga menegaskan, koordinasi dilakukan bukan untuk mencari kesalahan melainkan memastikan kewajiban dan potensi zakat dapat dikelola secara optimal melalui mekanisme yang telah ditetapkan.
“Kami terus membangun komunikasi dengan instansi pemerintah agar pengumpulan zakat dapat semakin optimal,” ujar Ustadz H. Masdiwar S.Pdi ini.

Merespons hal tersebut, Kasat Pol PP Kota Bukittinggi, Syanji Faredy F menyampaikan terima kasih atas perhatian dan koordinasi BAZNAS.
Ia memastikan persoalan tersebut akan segera ditindaklanjuti.
“Insyaallah akan kami tindak lanjuti,” tegas Syanji.

Koordinasi BAZNAS kota Bukittinggi dengan Satpol PP ternyata tidak berhenti pada persoalan zakat.
Dalam pertemuan tersebut, BAZNAS Bukittinggi juga menyampaikan rencana penggalangan donasi bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

BAZNAS Kota Bukittinggi berencana menggerakkan pengumpulan donasi masyarakat di sejumlah persimpangan jalan atau lampu merah.
Langkah ini menjadi bentuk kepedulian Bukittinggi terhadap korban bencana yang membutuhkan bantuan dan solidaritas masyarakat.
Namun, karena penggalangan dana akan dilakukan di ruang publik, BAZNAS terlebih dahulu berkoordinasi dengan Satpol PP.
Tujuannya jelas, agar aksi kemanusiaan berjalan tertib, terarah dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di lapangan.

Koordinasi tersebut juga menjadi langkah antisipasi agar petugas BAZNAS yang berada di lapangan dapat menjalankan tugas pengumpulan donasi sesuai ketentuan dan tidak terganggu oleh persoalan ketertiban umum.
Dengan komunikasi sejak awal, BAZNAS dan Satpol PP diharapkan memiliki pemahaman yang sama sehingga gerakan kemanusiaan untuk membantu korban gempa NTT dapat berlangsung lancar.

Bagi BAZNAS Kota Bukittinggi, zakat bukan sekadar angka yang terkumpul tetapi dibalik zakat terdapat amanah umat dan hak masyarakat yang membutuhkan dan begitu pula dengan donasi untuk korban bencana.

Setiap rupiah yang diberikan masyarakat merupakan bentuk kepedulian yang harus dikelola secara amanah, tertib dan tepat sasaran.
Dari mengingatkan kewajiban zakat hingga mengetuk hati masyarakat untuk membantu korban gempa NTT, BAZNAS Bukittinggi menunjukkan bahwa gerakan zakat dan kemanusiaan harus berjalan bersama.

Koordinasi dengan Satpol PP pun menjadi bagian dari langkah BAZNAS untuk memastikan setiap gerakan sosial di Kota Bukittinggi berlangsung dengan tertib, transparan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
(imanchaniago)

You cannot copy content of this page