Halal Bihalal WPC Bukittinggi: Perkuat Silaturrahmi, Teguhkan Komitmen Wakaf Produktif untuk Umat

Halal Bihalal WPC Bukittinggi: Perkuat Silaturrahmi, Teguhkan Komitmen Wakaf Produktif untuk Umat

Halal Bihalal WPC Bukittinggi: Perkuat Silaturrahmi, Teguhkan Komitmen Wakaf Produktif untuk Umat

Bukittinggi —  Infosumbar24.com. Dalam suasana penuh kehangatan pasca-Idulfitri, keluarga besar Wakaf Produktif Center (WPC) Kota Bukittinggi menggelar kegiatan halal bihalal di salah satu kafe di Kota Bukittinggi, Jum’at 27/3-2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturrahmi sekaligus memperkuat komitmen dalam mengembangkan wakaf produktif demi kemaslahatan umat.

Acara yang berlangsung santai namun sarat makna ini dihadiri langsung oleh Ketua Pembina WPC, Bapak Eryco Muhdaliha, bersama seluruh jajaran tim WPC. Nuansa keakraban dan kekeluargaan tampak begitu kental, mencerminkan soliditas internal yang terus terjaga sejak lembaga ini berdiri.

Dalam sambutannya, Bapak Eryco Muhdaliha menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh tim WPC atas dedikasi dan kerja keras yang telah diberikan selama hampir dua tahun perjalanan Yayasan. Ia menegaskan bahwa perkembangan WPC hingga saat ini menunjukkan hasil yang menggembirakan dan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

“Alhamdulillah, dalam kurun waktu yang relatif singkat, WPC telah menunjukkan progres yang signifikan. Ini adalah hasil kerja kolektif yang patut kita syukuri. Ke depan, mari kita maksimalkan seluruh potensi yang ada untuk mendorong kemajuan yayasan ini, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata di bidang sosial, keagamaan, ekonomi umat, pendidikan, dan kesehatan secara berkelanjutan,” ujar Eryco.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa saat ini WPC telah memiliki aset lahan seluas kurang lebih 7 hektare. Dengan pengelolaan yang optimal, lahan tersebut diharapkan dapat segera berproduksi dalam waktu dua tahun ke depan, sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan umat.

Sementara itu, Ketua WPC, Bapak Fauzan Azim, dalam sambutannya turut menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada Bapak Eryco Muhdaliha atas dedikasi, pengorbanan, serta komitmennya dalam membesarkan WPC.

“Keteladanan dan kedermawanan yang ditunjukkan oleh Bapak Eryco diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk turut berkontribusi dalam pengembangan harta wakaf,” ungkap Fauzan.

Ia juga menegaskan bahwa wakaf merupakan salah satu instrumen penting dalam sejarah peradaban Islam yang terbukti mampu menjadi pilar pemberdayaan umat. Manfaat wakaf tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan, bahkan terus mengalir pahalanya meskipun pewakaf telah wafat.

Dalam kesempatan tersebut, Fauzan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak ragu berwakaf. Menurutnya, wakaf tidak harus menunggu kaya, karena dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, mulai dari uang, tanah, bangunan, hingga jasa.

“Wakaf adalah ibadah cerdas. Pahalanya terus mengalir tanpa henti. Ini adalah solusi nyata untuk membangun kemandirian umat,” tegasnya.

Rangkaian kegiatan halal bihalal kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Bapak Syarifuddin, yang juga menjabat sebagai Kepala KUA MKS. Dalam doa yang khusyuk tersebut, seluruh hadirin memohon keberkahan, kekuatan, dan kemudahan bagi perjalanan WPC ke depan agar senantiasa istiqamah dalam mengabdi kepada umat.

Sebagai penutup, seluruh peserta kegiatan mengabadikan momen kebersamaan dengan sesi foto bersama. Suasana haru sekaligus hangat juga terasa saat dilakukan pelepasan Ketua Pembina WPC, Bapak Eryco Muhdaliha, yang akan kembali ke Jakarta, tempat beliau berdomisili. Meski terpisah jarak, komitmen dan semangat kebersamaan yang telah terbangun diharapkan terus menjadi energi dalam menggerakkan wakaf produktif bagi kesejahteraan umat.

Kegiatan halal bihalal ini tidak hanya menjadi ajang silaturrahmi, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan penguatan visi bersama. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang terus dijaga, WPC Bukittinggi optimistis mampu menjadi motor penggerak dalam pemberdayaan ekonomi umat berbasis wakaf produktif di masa depan.

*Ahmad Hamidi