PManasik Haji dan Umrah Kota Bukittinggi: Sinergi Pembinaan Menuju Jamaah Mandiri dan Ramah Lansia
Bukittinggi — Infosumbar24.com. Komitmen pemerintah dalam memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan kepada jamaah haji terus diperkuat melalui pelaksanaan kegiatan manasik haji dan umrah yang diselenggarakan oleh Kementerian Haji dan Umrah Kota Bukittinggi. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Guguk Panjang, Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB), dan Mandiangin Koto Selayan (MKS), pada Sabtu hingga Senin, 28–30 Maret 2026.
Untuk Kecamatan Guguk Panjang, kegiatan dipusatkan di Masjid Asy-Syifa Yarsi Bukittinggi. Sementara itu, jamaah di Kecamatan ABTB mengikuti manasik di Masjid Jami’ Birugo, dan Kecamatan MKS dipusatkan di Masjid Jami’ Surau Gadang. Pelaksanaan di tiga titik ini merupakan upaya mendekatkan layanan pembinaan kepada jamaah agar lebih efektif dan terjangkau.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Bukittinggi, Hj. Mira Elfi, S.Ag., M.M, dalam sambutannya menegaskan bahwa manasik haji bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan proses pembinaan yang sangat menentukan kualitas ibadah jamaah di Tanah Suci. Ia menekankan pentingnya membentuk jamaah yang mandiri, disiplin, serta memiliki kepedulian sosial, khususnya terhadap jamaah lanjut usia.
“Melalui manasik ini, kita ingin menghadirkan jamaah yang tidak hanya paham tata cara ibadah, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan kepekaan sosial. Jamaah yang mandiri dan ramah lansia adalah kunci terwujudnya haji yang mabrur,” ujarnya.
Turut hadir sebagai narasumber, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, H. Eri Iswandi, M.A, yang memberikan penguatan terkait kebijakan dan peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji. Ia menekankan bahwa kesiapan jamaah sejak di tanah air menjadi faktor utama dalam kelancaran ibadah di Tanah Suci.

Di Kecamatan Guguk Panjang, kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Guguk Panjang, Yuridarsan, S.Ag., M.H, yang memberikan arahan dan motivasi kepada jamaah. Sementara materi teknis dan praktik ibadah disampaikan secara komprehensif oleh H. Ifdhal, S.Ag, yang menguraikan tata cara pelaksanaan haji dan umrah serta menjawab berbagai persoalan fiqh yang kerap dihadapi jamaah.
Mengusung tema “Kita Wujudkan Kemandirian Jamaah dalam Beribadah dan Ramah Lansia Menuju Haji yang Mabrur”, kegiatan ini menekankan pentingnya kesiapan jamaah secara menyeluruh, baik dari aspek pengetahuan, mental, maupun praktik ibadah.
Sebagai lanjutan dari kegiatan ini, para jamaah akan mengikuti praktik lapangan manasik haji yang akan dilaksanakan di Lapangan Wirabraja (Lapangan Kantin) pada Senin, 30 Maret 2026. Praktik ini diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung kepada jamaah dalam mensimulasikan rangkaian ibadah haji secara lebih nyata.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh jamaah haji Kota Bukittinggi mampu melaksanakan ibadah dengan lebih percaya diri, tertib, dan sesuai tuntunan syariat, serta meraih predikat haji yang mabrur.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, serta ditutup dengan doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar seluruh jamaah diberikan kemudahan, kesehatan, dan keselamatan dalam menunaikan ibadah di Tanah Suci.
*Ahmad Hamidi






