Mengukir Da’i Berkemajuan: PDM Bukittinggi Cetak Pelopor Dakwah Mencerahkan di Era Digital
Bukittinggi – Infosumbar24.com. Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bukittinggi baru saja menuntaskan inisiasi monumental dalam rangka merespons tantangan dakwah kontemporer. Melalui “Pelatihan Mubaligh Muhammadiyah Daerah Bukittinggi Angkatan Pertama,” yang diselenggarakan intensif pada Sabtu dan Ahad, 01–02 November 2025 M, Muhammadiyah Bukittinggi menegaskan komitmennya untuk melahirkan ‘Da’i Berkemajuan’ yang siap mencerahkan umat dengan kecakapan intelektual, spiritual, dan sosial yang adaptif terhadap zaman.
Bertempat di Aula Menara Qur’an Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Muhammadiyah Mu’alimin Parit Putus, kegiatan ini menjadi saksi kolaborasi strategis yang jarang terjadi, yaitu sinergi antara gerakan dakwah (Muhammadiyah), legislatif (Anggota DPR RI Dapil II Sumbar, H. Arizal Aziz), Pemerintah Kota Bukittinggi, dan lembaga filantropi Islam (Baznas Kota Bukittinggi). Dukungan penuh dari berbagai pihak ini menunjukkan bahwa pembinaan kader dakwah adalah agenda bersama yang krusial bagi kemajuan umat.
Landasan Spiritual dan Filosofis Dakwah Mencerahkan
Pelatihan yang mengusung tema “Menjadi Mubaligh Berkemajuan: Menggerakkan Dakwah Sesuai Manhaj dan Pedoman Hidup Islami Muhammadiyah” ini dibuka secara resmi oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat, Dr. Bakhtiar, M.Ag., yang menekankan pentingnya dakwah yang rasional dan berakhlak mulia, sesuai dengan Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM).

Puncak substansi pelatihan diisi dengan taushiyah penuh hikmah dari tokoh sentral, Buya Dr. H. Amirsyah Tambunan, M.A., yang merupakan Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.
“Tugas seorang da’i sangat mulia, maka dakwah pun harus dilakukan dengan cara yang mulia pula,” ujar Buya Amirsyah, mengutip Surah Fushshilat ayat 33 sebagai fondasi spiritual: “Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal saleh, dan berkata: ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri kepada Allah’.”
Beliau kemudian merumuskan Lima Prinsip Utama Dakwah Berkemajuan yang harus dipegang teguh oleh setiap Mubaligh Muhammadiyah:
- Dakwah itu mengajak, bukan mengejek.
- Dakwah itu merangkul, bukan memukul.
- Dakwah itu menyayangi, bukan menyaingi.
- Dakwah itu menumbuhkan simpati dan memberikan solusi.
- Dakwah itu memperkuat iman dan takwa, bukan melemahkannya.
Prinsip-prinsip ini menjadi ciri khas dakwah tajdid (pembaruan) Muhammadiyah, yang berorientasi pada kasih sayang dan pembangunan sosial yang produktif.
Materi Kunci: Adaptif di Era Digital
Selama dua hari, peserta yang berasal dari utusan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), organisasi otonom, dan amal usaha pendidikan, digembleng dengan materi yang sangat relevan dengan kebutuhan zaman. Fokus pelatihan menyoroti tiga ranah utama yang krusial:
- Penguatan Kompetensi Dakwah Berbasis Ilmu Syar’i dan Keilmuan Umum.
- Strategi Komunikasi Umat yang Efektif ( Public Speaking dan Retorika Dakwah).
- Pengembangan Jejaring Mubaligh di Era Digital dan Pemanfaatan Teknologi Informasi.

Wakil Wali Kota Bukittinggi, Bapak Ibnu Asis, S.TP, yang hadir dalam sesi sambutan, memberikan apresiasi mendalam, menegaskan peran strategis para da’i. “Mubaligh merupakan mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan pesan moral dan spiritual. Pemerintah Kota Bukittinggi berterima kasih kepada Korps Muballigh Muhammadiyah yang terus eksis mendakwahkan Islam yang mencerahkan dan berkemajuan,” tuturnya.
Optimisme Lahirnya Regenerasi Dakwah Tangguh
Penutupan kegiatan diwarnai optimisme tinggi. Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Ahmad Hamidi, M.A., menyampaikan rasa syukur atas bimbingan dari tim Master of Training PWM Sumbar dan antusiasme peserta. “Insya Allah, para peserta yang telah ditempa ini akan menjadi mubaligh berkemajuan—siap menggerakkan dakwah yang mencerahkan sesuai manhaj Muhammadiyah,” ujarnya penuh semangat.
Dalam amanat penutupnya, Dr. Bakhtiar, M.Ag., kembali menekankan pentingnya regenerasi mubaligh yang tidak hanya tangguh dan berilmu, tetapi juga adaptif terhadap setiap perubahan sosial dan teknologi.
Melalui Pelatihan Angkatan Pertama ini, PDM Bukittinggi berharap dapat menghasilkan para pelopor Islam Berkemajuan yang mampu menjawab tantangan zaman dengan ilmu, hikmah, dan keteladanan. Mereka diharapkan menjadi motor penggerak dakwah yang tidak sekadar mengajar dan menyeru, tetapi juga membangun peradaban yang rahmatan lil ‘ālamīn—sebuah peradaban Islam yang membawa kemaslahatan universal. (Ahmad Hamidi)







