Menyapa Luka, Menebar Asa: Penyerahan Bantuan Untuk Warga Muhammadiyah Terdampak Banjir dan Galodo
Bukittinggi, Infosumbar24.com | Duka akibat bencana banjir dan galodo yang melanda pada Desember 2025 lalu masih membekas dalam kehidupan sebagian warga, khususnya di Kecamatan Palupuh dan Kecamatan Malalak. Rumah yang rusak, harta benda yang hilang, serta kehidupan yang sempat terhenti menjadi saksi betapa berat ujian yang harus dihadapi.
Namun, di balik musibah tersebut, hadir cahaya kepedulian yang menguatkan—datang dari tangan-tangan saudara seiman yang tidak tinggal diam melihat penderitaan sesama.

Sebagai wujud nyata semangat tolong-menolong dan kepedulian sosial, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Bukittinggi menyalurkan bantuan kepada warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang terdampak bencana. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas sosial, melainkan panggilan hati dan tanggung jawab kemanusiaan.
Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp21.000.000, hasil kolaborasi dari berbagai elemen persyarikatan, yaitu:
PDA dan PDM Bukittinggi
PDM Tebing Tinggi
PCA Ciputat Timur
Hal ini menjadi bukti bahwa jarak bukanlah penghalang untuk peduli. Ikatan ukhuwah Islamiyah mampu menembus batas wilayah dan menyatukan hati dalam satu tujuan mulia: meringankan beban saudara yang sedang diuji.
Penyaluran bantuan dilakukan langsung di lokasi terdampak:
Kecamatan Palupuh pada 14 Maret 2026
Kecamatan Malalak pada 17 Maret 2026
Rombongan dipimpin oleh Wakil Ketua PDM Bukittinggi, Dr. Beni Firdaus, S.H.I., M.A, bersama Ketua PDA Bukittinggi, Dr. Rusyaida, M.Ag. Kehadiran mereka tidak hanya membawa bantuan materi, tetapi juga menghadirkan dukungan moral yang menguatkan dan menumbuhkan kembali harapan.
Dalam sambutannya, pimpinan rombongan menyampaikan:
“Bantuan ini mungkin tidak mampu menggantikan semua yang hilang, namun kami berharap dapat menjadi penawar luka dan penguat langkah bagi saudara-saudara kita. Ini adalah bukti bahwa mereka tidak sendiri.”
Suasana haru menyelimuti momen penyerahan bantuan. Wajah penuh syukur tampak dari para penerima yang merasa diperhatikan dan tidak dilupakan. Di tengah keterbatasan, mereka kembali menemukan harapan.
Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa bencana bukan hanya urusan mereka yang terdampak, tetapi panggilan bagi seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama. Kepedulian tidak harus menunggu mampu sepenuhnya—sekecil apa pun bantuan, sangat berarti bagi yang membutuhkan.
Melalui rilis ini, PDM dan PDA Bukittinggi mengajak seluruh masyarakat, khususnya keluarga besar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, untuk terus menumbuhkan kepedulian dan memperluas jangkauan bantuan.
Mari jadikan momentum ini sebagai penggerak hati: bahwa membantu sesama adalah bagian dari iman, dan kebersamaan adalah kekuatan terbesar dalam menghadapi setiap ujian.
Semoga setiap bantuan menjadi amal jariyah yang tak terputus, membawa keberkahan di dunia dan akhirat.(amrawardi)







