Bukittinggi — Infosumbar24.com. Suasana haru bercampur hangat menyelimuti acara perpisahan Bapak H. Gazali, S.Ag., M.H, penghulu senior Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, yang telah resmi memasuki masa purna bakti setelah 30 tahun mengabdi. Acara yang digelar pada Rabu, 12 November 2025 di Objek Wisata Padang Talang, Kamang Hilir itu berlangsung penuh kekeluargaan di tengah panorama alam yang menyejukkan.
Seluruh jajaran pegawai KUA Guguk Panjang hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi panjang H. Gazali selama menunaikan tugas kenegaraan dalam membimbing, melayani, dan mengayomi umat. Momen ini tidak hanya menjadi ajang perpisahan, tetapi juga menjadi simbol penghormatan terhadap sosok yang telah banyak memberikan keteladanan, baik dalam kinerja maupun dalam sikap keseharian.

Dalam sambutannya, Kepala KUA Guguk Panjang, Yuridarsan, S.Ag, menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang mendalam kepada H. Gazali atas pengabdian yang tulus selama tiga dekade. Menurutnya, perjalanan karier H. Gazali merupakan cerminan dari komitmen dan integritas seorang ASN Kementerian Agama yang patut diteladani oleh generasi penerus.
“Atas nama seluruh keluarga besar KUA Guguk Panjang, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak H. Gazali atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian selama bertugas. Kami memohon maaf apabila dalam kebersamaan selama ini ada kekhilafan. Semoga semangat, kebaikan, dan keteladanan yang Bapak tunjukkan menjadi inspirasi bagi kami semua,” ujar Yuridarsan dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan hadirin.
Beliau menambahkan, kepribadian H. Gazali yang santun, tenang, dan bersahaja telah memberi warna tersendiri dalam lingkungan kerja KUA Guguk Panjang. “Beliau bukan hanya seorang rekan kerja, tetapi juga guru, sahabat, dan panutan dalam banyak hal,” tambahnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang penuh kehangatan, H. Gazali, S.Ag., M.H mengungkapkan rasa syukur dan haru atas kebersamaan yang telah terjalin selama masa tugasnya. Dengan suara bergetar, beliau mengenang perjalanan panjang pengabdiannya selama 30 tahun di lingkungan Kementerian Agama yang penuh dinamika.
“Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberi saya kesempatan untuk mengabdi selama tiga dekade. Dalam perjalanan itu tentu ada suka dan duka, ada tantangan dan pembelajaran yang mendewasakan. Saya menyampaikan terima kasih atas kebersamaan, dukungan, dan kerja sama seluruh rekan-rekan selama ini,” ucapnya.
Ia juga tak lupa menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan yang mungkin terjadi selama menjalankan tugas.
“Sebagai manusia biasa, tentu saya tidak lepas dari salah dan khilaf. Mohon dimaafkan segala kekurangan saya. Secara kedinasan saya telah purna bakti, namun secara silaturrahim semoga hubungan baik kita tetap terjalin erat,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Dalam pesan penutupnya, H. Gazali berpesan agar setiap tugas dan jabatan yang diemban dijalankan dengan penuh keikhlasan, sekalipun terkadang terasa berat atau tidak sesuai dengan keinginan. Ia mengutip firman Allah SWT dalam surah Al-Baqarah ayat 216 sebagai pegangan hidup:
وَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًۭٔا وَهُوَ خَيْرٌۭ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّوا۟ شَيْـًۭٔا وَهُوَ شَرٌّۭ لَّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu; dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah: 216)
Ayat tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bahwa setiap amanah yang diberikan, sekecil apa pun, adalah bagian dari rencana Allah yang harus dijalani dengan sabar dan ikhlas.
Setelah penyampaian sambutan dan kesan pesan, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Bapak Hairul Mukminin, S.Ag., M.H, yang memohonkan keberkahan, kesehatan, dan umur panjang bagi H. Gazali dalam menjalani masa pensiun. Doa juga dipanjatkan agar seluruh pegawai KUA Guguk Panjang senantiasa diberi kekuatan dan keikhlasan dalam melaksanakan tugas pelayanan keagamaan kepada masyarakat.

Usai doa bersama, suasana perpisahan berubah menjadi lebih cair dan hangat. Seluruh pegawai, staf, dan undangan menikmati makan bersama serta ramah tamah yang penuh canda dan tawa. Momen kebersamaan itu menjadi penutup yang indah dari perjalanan panjang seorang abdi negara yang telah menorehkan jejak pengabdian di dunia pelayanan umat.
Bagi rekan-rekan di KUA Guguk Panjang, kepergian H. Gazali meninggalkan kenangan yang sulit dilupakan. Ia dikenang sebagai sosok yang disiplin, rendah hati, dan senantiasa memberikan solusi dengan ketenangan dan kebijaksanaannya.
Acara perpisahan ini bukan hanya menjadi bentuk pelepasan, tetapi juga penghormatan atas dedikasi dan nilai-nilai keteladanan yang telah diwariskan. Sebuah pengingat bahwa pengabdian sejati tidak berhenti di masa pensiun, karena jejak kebaikan akan terus hidup dalam hati orang-orang yang pernah tersentuh olehnya. (Ahmad Hamidi).







