Warga Asing, Switzerland Angkat Bicara Dalam Temu Ramah Seniman dan Pemerhati Seni Jam Gadang Kota Bukittinggi

Warga Asing, Switzerland Angkat Bicara Dalam Temu Ramah Seniman dan Pemerhati Seni Jam Gadang Kota Bukittinggi

Sebagai bentuk tanggung jawab dalam mendukung kota Bukittinggi sebagai daerah kunjungan pariwisata yang sudah mendunia/ Iconic, sejumlah tokoh, pemerhati dan pelaku Seniman Jam Gadang menggelar temu ramah dalam memperat silaturrahmi sekaligus memperkuat persaudaraan serta rasa persatuan dan kesatuan membicarakan keberlangsungan pelaku seni budaya yang berlangsung di salah satu Cafe di Jalan M. Syafei yang dimulai Pukul 19.00 – 23.00 WIB pada Kamis (17 April 2025)

Menarik, Mr. Roy, warga negara asing berkebangsaan Switzerlands, seniman/Gitaris dari jakarta turut hadir mengikuti pertemuan yang digelar pelaku seni Bukittinggi, tokoh, pakar, pemerhati, termasuk unsur wartawan yang dipandu langsung Asra Feri sebagai pelaku seni langsung.

Suasana berlangsung penuh kekeluargaan kendati diskusi berjalan alot, Feri Asra terlihat sangat profesional memandu jalannya ritme diskusi tentang kelangsungan hidup para pelaku seni budaya sebagai elemen yang tidak kalah pentingnya dalam mendukung dunia pariwisata maupun sektor lainnya.

Tuangku Rismaidi, tokoh sentral yang sudah malang melintang memprakarsai berbagai kegiatan, memberikan apresiasi dengan kepedulian dari semua unsur dalam mendukung Bukittinggi, khususnya pemerhati dan pelaku seni budaya

” Untuk mendorong Kota Bukittinggi sebagai bagian dari kota seni budaya, perlu melibatkan pelaku Seni serta membentuk wadah sementara seperti Caretaker, dalam menampung aspirasi yang berkembang sehingga dapat teroganisir dengan baik,’ tutur Tuangku Rismaidi penuh semangat

Tentu saja harus dibarengi semangat persaudaraan , kerja sama yang kuat, tidak setengah setengah, dan tetap fokus pada tujuan, serta tidak saling menyalahkan, tambah Tuangku Rismaidi

Ia juga mengungkapkan hal lain, Kehadiran pengunjung mancanegara di Bukittinggi bukan hanya sekedar mengunjungi pariwisata termasuk dalam rangka menjaga kelestarian nilai seni, adat dan budaya

Kemudian,Tuangku Rismaidi mengungkapkan kegiatan diskusi ini tidak ditunggangi oleh kepentingan lainnya yang bersifat pragmatis.

Meskipun dirinya mengenal sejumlah tokoh politik maupun penguasa namun sebatas hubungan profesional tidak lebih dari itu apalagi punya kepentingan terselubung.

Profesor Indra Utama, akademisi luar dan dalam negeri, pakar seni budaya mendukung penuh serta menyambut baik silaturahmi yang dihadiri pelaku seni, pengamat serta pemerhati .

Indra merasa prihatin melihat pelaku seni bergerak secara parsial, tampil hanya untuk kegiatan pesta, membanting harga, serta hal lainnya.

” Bukitinggi punya potensi yang luar biasa menyelenggarakan kegiatan seni dan kebudayaan, sebuah kota akan mengalami kekeringan kalau Seniman dibiarkan, tidak diperhatikan, tidak diberi fasilitas ” tutur Indra

Pemerintah bertanggungjawab memberikan fasilitas dalam menampung kegelisahan kreatifitas seniman dalam beraktifitas, tambahnya

Indra melihat, “seni dan kebudayaan dalam konteks politik adalah sebuah kepentingan , sementara seni budaya secara holistik sebagai satu kesatuan yang utuh, murni bukan karena kepentingan, ”

Ia juga mengungkapkan, lewat peran pelaku seni budaya bisa menyatukan berbagai latar belakang etnis, sosial, budaya, identitas yang heterogen menjadi kesatuan utuh seperti tujuan Pedati.

Pelaku seni budaya harus lebih menggeliat dalam menghasilkan dan menampilkan berbagai karya  sehingga dapat dilirik pihak lain termasuk pemerintah.

Wartawan memiliki peranan penting menviralkan berbagai event dan kegiatan seni budaya, Tuturnya memohon bantuan wartawan.

Mr.Roy, warga negara Switzerland pemerhati seni budaya yang sudah belasan tahun tinggal di Indonesia seperti Bali, Jogja, dan daerah wisata lainnya merasa sedih dan prihatin, tidak melihat pusat kesenian seperti kota lainnya,

padahal menurutnya Bukittinggi memiliki potensi dan sumber daya yang sangat luar biasa yang bisa dikembangkan.

Roy melihat secara umum masalah yang dihadapi kesenian budaya terkait keuangan, sehingga seni harus bersifat komersial karena hampir semua proyek akan jatuh tanpa komersialisasi.

Demikian juga Bukittinggi kota wisata, mesti membuat berbagai atraksi dan pertunjukan apakah musik modern, tarian, kerajinan, dan hal lainnya yang bisa menarik perhatian wisatawan

Berharap setiap hari ada pusat pertunjukan seni yang berbeda yang menarik perhatian, pelancong bukan sekedar datang menikmati makan minum karena banyak tempat strategis yang bisa dimanfaatkan seperti kantor pos Lama sebagai arena kegiatan bagi pelancong maupun warga dari pagi hingga sore.

 

Raimon, pemerhati kota Bukitinggi mengungkap hal yang sama, bahwa kota akan mati dan gersang tanpa seni sehingga harus berikan wadah agar tetap eksis dengan bekerja sama pihak ketiga dalam. mendapatkan dukungan dana, CSR. termasuk menggunakan digital dalam mempromosikan produk secara masif kepada audiens

“.Pelaku seni budaya mesti diberikan space/ tempat sehingga bisa (Suistainable dan continues) / keberlanjutan dan terus menerus dalam berkarya dan mengekspresikan diri dengan tindakan nyata tanpa menunggu,” Tutur Raimon

Turut hadir memberikan dukungan moril, tokoh senior Bukittinggi, Ade Rosi termasuk Bang Ade menyampaikan hal serupa bahwa bukittinggi memiliki potensi sangat luar biasa untuk dikembangkan.

Tidak ketinggalan Tedi, pelaku seni yang cukup dihormati mengungkapkan berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi pelaku seni mulai dari persoalan finansial, diskriminasi, dan hal tekhnis lain yang belum mendapatkan tempat semestinya dari berbagai pihak dan berharap akan didukung penuh dan eksis kembali.

Sejumlah peserta rapat sepakat melakukan diskusi lanjutan di Los Lambung sekaligus menampilkan pentas seni guna meramaikan los lambung

Hal lain mengenai pembentukan pengurus sementara/caretaker termasuk defenitif/tetap belum mendapatkan titik terang.

Dengan berbagai alasan dan pertimbangan salah satunya, Sikonnya belum tepat ditambah lagi hanya sebahagian anggota yang hadir.

Menurut rencana rapat akan dilanjutkan dengan mengundang peserta yang jauh lebih besar ditempat berbeda sekaligus menikmati pentas seni di Los Lambung meskipun sederhana dalam wujud komitmen awal guna mendukung eksistensi pentas seni oleh pelaku seni.

(Tim Infosumb)