Wawako Bukittinggi Sambut Audiensi Waqaf Produktif Center (WPC): Sinergi Menuju Bukittinggi Kota Wakaf
Bukittinggi, InfoSumbar24.com — Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Wakil Walikota Ibnu Asis, S.TP menerima kunjungan audiensi dari Waqaf Produktif Center (WPC). Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh semangat ini menjadi langkah penting dalam menjajaki kerja sama strategis antara pemerintah daerah dan lembaga wakaf untuk mewujudkan Bukittinggi sebagai Kota Wakaf, Rabu 15 Oktober 2025.
Audiensi yang digelar di Balai Kota Bukittinggi tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus WPC, di antaranya Ketua Fauzan Azim, S.HI., M.E., Sekretaris Yuridarsan, S.Ag., M.H., serta sejumlah tokoh yayasan dan pemerhati wakaf. WPC sendiri merupakan lembaga nirlaba yang bergerak dalam bidang pengelolaan dan pengembangan aset wakaf produktif, dengan orientasi sosial, keagamaan, dan kemanusiaan.
WPC, Lembaga Nirlaba yang Hadir untuk Menguatkan Umat
Ketua WPC Fauzan Azim menjelaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya berkomitmen untuk menjadikan wakaf sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan umat. Melalui model pengelolaan wakaf produktif, WPC mengembangkan aset wakaf yang tidak hanya bersifat ibadah, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
“Kami berupaya agar wakaf tidak hanya menjadi simbol ibadah, tetapi menjadi kekuatan ekonomi umat. Melalui pengelolaan yang profesional, hasil dari aset wakaf akan kami salurkan semaksimal mungkin untuk program sosial, pendidikan, keagamaan, dan pemberdayaan SDM,” ujar Fauzan.
Saat ini, WPC telah mengelola sejumlah lahan wakaf produktif di Kota Bukittinggi. Selain itu, lembaga ini juga membuka layanan pendampingan bagi masyarakat dalam pengurusan sertifikat tanah wakaf untuk masjid, mushalla, surau, madrasah, dan tanah wakaf produktif lainnya. Langkah ini menjadi bagian dari misi besar WPC untuk menjaga keutuhan aset wakaf sebagai harta milik Allah SWT yang diperuntukkan bagi kemaslahatan umat.
Struktur Pengurus yang Solid dan Profesional
Dalam kesempatan audiensi, Fauzan memperkenalkan struktur kepengurusan WPC yang diisi oleh tokoh-tokoh muda dan profesional dari berbagai latar belakang. Ketua Pembina WPC adalah Erico Muhdaliha, S.E., M.M., seorang Dosen yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kegiatan sosial dan dakwah. Adapun posisi Ketua diemban oleh Fauzan Azim, S.HI., M.E., yang juga menjabat sebagai Penghulu KUA Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, sementara jabatan Sekretaris dipegang oleh Yuridarsan, S.Ag., M.H., Kepala KUA Kecamatan Guguk Panjang, Bukittinggi.
Dengan struktur yang kuat dan kompeten, WPC diharapkan dapat terus tumbuh menjadi lembaga wakaf produktif yang terpercaya, profesional, dan berdampak luas bagi masyarakat.
Dukungan Pemerintah Bukittinggi untuk Gerakan Wakaf Produktif
Wakil Walikota Bukittinggi, Ibnu Asis, S.TP, menyambut baik langkah-langkah yang dilakukan oleh WPC. Menurutnya, semangat pengembangan wakaf produktif sangat sejalan dengan visi Pemerintah Kota Bukittinggi dalam membangun masyarakat yang religius, mandiri, dan sejahtera.
“Pemerintah Kota Bukittinggi menyambut baik inisiatif mulia ini. Wakaf produktif bukan hanya ibadah, tetapi juga solusi ekonomi umat. Kami siap bersinergi dan memfasilitasi kegiatan-kegiatan yang mendukung kemajuan WPC,” ujar Wawako.

Dalam pertemuan itu, Wawako Ibnu Asis juga menegaskan komitmen Pemko Bukittinggi untuk memfasilitasi penyelenggaraan seminar wakaf yang akan disponsori oleh pemerintah daerah. Seminar ini nantinya diharapkan menjadi ruang edukasi bagi masyarakat agar semakin memahami potensi besar wakaf dalam membangun kesejahteraan ekonomi umat.
Tiga Poin Penting Menuju Bukittinggi Kota Wakaf
Sekretaris WPC Yuridarsan, S.Ag., M.H. mengungkapkan bahwa audiensi tersebut menghasilkan tiga poin penting yang menjadi arah kolaborasi antara Pemko Bukittinggi dan WPC ke depan.
- Mewujudkan Bukittinggi sebagai Kota Wakaf.
WPC mendorong Pemko Bukittinggi agar bersama-sama menjadikan wakaf sebagai pilar ekonomi dan sosial masyarakat. Kota Bukittinggi dinilai memiliki potensi besar dengan lebih dari 300 titik tanah wakaf — mulai dari masjid, mushalla, madrasah, hingga wakaf produktif seperti sawah, tambak, ruko, rumah sewa, bahkan rumah sakit dan sekolah. Dengan tingkat pendidikan masyarakat yang tinggi dan banyaknya tokoh dermawan, Bukittinggi sangat layak menjadi percontohan Kota Wakaf di Indonesia.
- Mendukung pengelolaan dan sertifikasi tanah wakaf.
Saat ini masih terdapat sekitar 70 lokasi tanah wakaf di Bukittinggi yang belum memiliki sertifikat resmi. Melalui kerja sama dengan pemerintah, WPC siap membantu pengurusan dan penertiban dokumen wakaf agar lebih aman dan tertib administrasi. Sertifikasi ini penting agar aset wakaf tidak berpindah tangan dan tetap terjaga sebagai harta milik Allah SWT.
- Membangun kolaborasi dalam pengelolaan aset dan gerakan sosial.
WPC membuka diri untuk bersinergi dengan pemerintah dalam pengelolaan aset wakaf, penyaluran bantuan sosial, serta program kebaikan bersama lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Bukittinggi.
Sinergi Menuju Kemaslahatan Umat
Audiensi antara WPC dan Pemerintah Kota Bukittinggi ini menjadi momentum penting untuk membangun ekosistem wakaf produktif di daerah. Dengan adanya dukungan dari Pemko, diharapkan gerakan wakaf di Bukittinggi tidak hanya sebatas seremonial, tetapi benar-benar menjadi gerakan nyata yang menggerakkan ekonomi dan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
WPC menegaskan komitmennya untuk terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya wakaf produktif, termasuk pelatihan manajemen wakaf dan penguatan kapasitas nazhir agar dapat mengelola aset wakaf secara profesional dan transparan.
“Kami ingin menjadikan Bukittinggi sebagai laboratorium wakaf produktif yang dapat menginspirasi daerah lain. Dengan kolaborasi antara ulama, umara, dan masyarakat, insya Allah wakaf bisa menjadi jalan menuju kemandirian ekonomi umat,” tutur Fauzan menutup audiensi.
Dengan semangat kebersamaan dan dukungan pemerintah daerah, langkah menuju Bukittinggi Kota Wakaf kini semakin nyata. Semoga sinergi antara WPC dan Pemerintah Kota Bukittinggi dapat menjadi inspirasi nasional dalam mewujudkan masyarakat yang religius, mandiri, dan sejahtera melalui gerakan wakaf produktif.
*Ahmad Hamidi







