Wisuda ADI Aqabah Bukittinggi Angkatan XI: Dakwah Tak Boleh Terhenti, Kader Muda Siap Mengabdi
Bukittinggi,Infosumbar24.com | Suasana hangat dan penuh keharuan terasa sejak pagi menyelimuti Aula utama Yayasan Aqabah Bukittinggi.
Sabtu (26/07/2025),puluhan mahasiswa dari berbagai penjuru Nusantara diwisuda sebagai Da’i muda dalam gelaran Wisuda Angkatan XI ADI Aqabah Bukittinggi.
Bukan sekadar seremoni akademik, tetapi peristiwa ini menjadi tonggak penting dalam meneguhkan arah gerakan dakwah yang lebih progresif dan membumi.
Prosesi wisuda dibuka secara resmi oleh Direktur ADI Aqabah, Ustadz Awaluddin, S.Sos., M.Ag, berlangsung khidmat. Tangis haru tak terbendung dari para orang tua, pengurus, pengawas, dan para tamu undangan yang menyaksikan anak-anak dakwah yang telah ditempa selama satu tahun pendidikan intensif dan hidup dalam semangat totalitas pengabdian.
Dengan latar pegunungan Bukittinggi yang sejuk dan kental nuansa religius, acara ini menyampaikan pesan kuat: bahwa dakwah tidak boleh berhenti ia harus terus bergerak, menembus batas ruang, waktu, dan profesi.
Empat Pilar Dai itu ialah Iman, Ilmu, Akhlak, dan Wawasan.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Aqabah Bukittinggi, Ustadz H. Masdiwar, S.Pd.I, menyampaikan refleksi mendalam tentang arah gerak para lulusan ADI. Menurutnya, dakwah bukanlah sebatas kemampuan berbicara, tapi perpaduan antara iman yang melahirkan keikhlasan, ilmu yang membuahkan amal, akhlak yang membentuk keteladanan, serta wawasan yang membangun visi peradaban.
“Orientasi kita bukan sekadar mencetak penceramah. Kita ingin melahirkan dai-dai yang mampu menjadi lokomotif perubahan sosial, dai yang hidup di tengah umat, menyatu dan memberi solusi,” ujarnya.
Seluruh pengurus Dewan Dakwah juga menyeru bahwasanya Umat Menunggu Dai Turun ke Medan .
Sambutan berikutnya datang dari perwakilan Dewan Dakwah Islamiyah Sumatera Barat, yang menegaskan bahwa kebutuhan akan dai militan di daerah terluar, tertinggal, dan terpinggirkan makin mendesak.
“Dakwah tak bisa hanya dibangun dari balik meja. Umat menunggu kehadiran langsung para dai. Jadilah pelindung umat, jadilah solusi bagi masyarakat,” pesannya penuh semangat” ujar buya Syabuddin Al Hadi MA.
Beliau menekankan bahwa zaman ini lebih membutuhkan keteladanan daripada kata-kata indah. Dai harus hadir sebagai agen perubahan yang nyata di tengah masyarakat.
Kenangan Buya Syahbuddin ,Dari tidak dahulunya sekarang Menjadi Ratusan.
Suasana makin syahdu saat Buya H. Syahbuddin Al Hadi, MA, alumni pertama Akabah, menyampaikan kesaksian sejarah. Ia mengenang bagaimana awal mula berdirinya lembaga ini dengan hanya tiga orang santri pertama.
“Saya ini mendaftar bahkan sebelum Akabah resmi dibuka. Dulu hanya bertiga. Hari ini saya saksikan angkatan ke-11. Ini bukan hanya angka, tapi buah dari keistiqamahan,” ujarnya.
Sambutannya menjadi penegasan bahwa ADI Aqabah tumbuh dari ketulusan dan kegigihan para murabbi dakwah.
Ketua DPRD Bukittinggi H.Syaiful Effendi Lc.MA juga menyampaikanbahwa Dakwah Bukan Monopoli Ustadz
H. Syaiful Efendi, Lc., MA, Ketua DPRD Kota Bukittinggi yang juga lulusan Timur Tengah, menyampaikan orasi keummatan,ia menegaskan bahwa dakwah adalah tugas semua profesi.
“Islam bukan agama mimbar semata. Ia hadir dalam setiap profesi, dalam setiap ruang kehidupan. Bahkan ketika ilmu berasal dari Barat sekalipun, hakikatnya tetap dari Allah,” tuturnya.
Ia menukik pada sejarah Aqabah yang bermula dari krisis khatib Jumat di Bukittinggi. Dari keprihatinan itu lahirlah lembaga yang hari ini meluluskan kader ke-11-nya.
> “Jangan hanya berpuas diri di kota. Dakwah butuh sentuhan di pelosok. Dan Aqabah terus menjaga fokus itu,” tegasnya.Peluncuran Buku “Aqabah dalam Pergerakan Dunia Islam”: Sebuah Persembahan Hati
Puncak acara juga ditandai dengan peluncuran buku monumental berjudul “Aqabah dalam Pergerakan Dunia Islam”, sebuah karya kolektif yang ditulis oleh para alumni dan pembina Aqabah, sebagai bentuk dokumentasi perjuangan dan inspirasi dakwah masa kini.
Ibunda Hj. Indriani Kamal, alumni Akabah yang dipercaya membacakan prolog buku, menyampaikan sambutan penuh makna:
“Wisuda ini adalah tonggak, dan buku ini adalah penyambung sanad perjuangan. Dakwah tak boleh berhenti di lisan. Ia harus ditulis, diwariskan, dan diperjuangkan.”
Ia menyampaikan tahniah kepada para wisudawan:
“Ilmu bukan banyaknya riwayat, tapi cahaya yang Allah letakkan di hati. Teruslah mencari ilmu, dan teruslah menjadi cahaya bagi lingkungan kalian.”
Peluncuran buku ini bukan sekadar seremoni. Buku ini adalah buah cinta dari para alumni, bukan disokong sponsor, tetapi lahir dari kontribusi murni dan keikhlasan sebagai bentuk rasa syukur terhadap perjalanan Aqabah.
“Buku ini bukan sekadar tinta di atas kertas. Ia adalah tangisan malam para murabbi, refleksi ideologi tauhid yang hidup, dan rintisan jejak sejarah yang akan dibaca generasi yang belum lahir.”
Setiap lembar adalah saksi ketulusan. Tidak ada promosi, tidak ada label—yang ada hanya ruh perjuangan yang bersatu dalam semangat membumikan nilai-nilai Islam.
Masa Depan Dakwah Ada di Tangan Kader Muda.
Wisuda Angkatan XI ADI Aqabah bukan sekadar pelepasan, tapi pernyataan tegas bahwa Islam harus hadir di tengah umat sebagai rahmat, sebagai solusi, sebagai peradaban. Para lulusan diharapkan menjadi pemantik perubahan di tengah masyarakat yang haus akan keteladanan.
Bagi kalangan akademisi dan peminat dakwah, momen ini menjadi refleksi serius tentang pentingnya integrasi antara keilmuan, spiritualitas, militansi dakwah, dan pengabdian sosial. Di era disrupsi, kehadiran dai berwawasan dan berjiwa melayani semakin diperlukan.
“Jalan dakwah adalah jalan panjang. Tapi siapa yang ikhlas melangkah, ia akan sampai. Dan siapa yang sampai, maka ia akan menjadi cahaya dalam gelap zaman.
ADI Aqabah Bukittinggi kembali menegaskan perannya sebagai pusat kaderisasi dai di ranah Minang dan Indonesia. Dari jantung kota Bukittinggi, semangat dakwah terus berdenyut menuju pelosok negeri mengabarkan Islam dengan cinta, membangun peradaban dari akar rumput, dan menulis sejarah baru dakwah yang tak akan berhenti.
Pewarta : Ahmad Hamidi
Editor : iman Chamiago







