Tomy Bollin 96 Siap “Berulah” di Sekolah Radjo Baralek Gadang 170 Tahun, Acara Diprediksi Heboh

Tomy Bollin 96 Siap “Berulah” di Sekolah Radjo Baralek Gadang 170 Tahun, Acara Diprediksi Heboh

Tomy Bollin 96 Siap “Berulah” di Sekolah Radjo Baralek Gadang 170 Tahun, Acara Diprediksi Heboh

Bukittinggi,Infosumbar24.com | Alek gadang alumni Sekolah Radjo Kweek School ke-170 tinggal hitungan hari.
Acara yang akan berlangsung tanggal 29-30 Mei ini diperkirakan dihadiri seribu alumni lintas angkatan.
Kali ini Atmosfernya naik level siap berubah jadi gelombang euforia besar ketika Tomy Bollin naik ke panggung.

Bukan hanya tampil, Tomy datang dengan energi yang siap “memecah” suasana.
Dikenal dengan lirik tajam dan gaya panggung tanpa kompromi, Tomy Bollin membawa sesuatu yang tak biasa untuk ukuran acara reuni.


Tomy menggabungkan dentuman beat modern dengan identitas Minangkabau, menciptakan ledakan emosi antara bangga, haru dan semangat yang membara dalam satu tarikan napas.
Diprediksi Tomy bukan sekadar mengisi acara tapi hadir dengan misi besar. menghidupkan kembali rasa kebersamaan yang mungkin lama terpendam.

Dalam setiap penampilannya ia kerap menyulut interaksi liar penonton untuk bernyanyi bersama, melompat, bahkan larut dalam momen yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
“Ini bukan sekadar tampil. Ini soal marwah, soal membangkitkan rasa.” ujar Tomy Bollin yang sebagian alumni menganggap beliau adalah ikon angkatan 1996. Semangat itu terasa kuat dan di panggung alek gadang nanti, kalimat itu bukan lagi slogan tapi kenyataan.

Diprediksi dihadiri ratusan hingga ribuan alumni lintas generasi, acara ini berpotensi jadi lautan manusia yang bersatu dalam satu irama.
Kamera ponsel akan terangkat, sorak-sorai menggema, dan setiap detik berpeluang jadi viral.
Kehadiran Tomy Bollin jelas menggeser wajah acara dari yang biasanya formal dan penuh seremoni, kini berubah jadi pesta besar yang berani, hidup, dan mengguncang.
Satu hal yang pasti, saat beat mulai menghentak dan mic di tangan Tomy, alek gadang ini tak lagi sekadar reuni dipastikan berubah jadi peristiwa yang “pecah”, heboh dan akan dikenang lama. (imanchaniago)