Joni Feri dibalik Baralek Gadang Sekolah Radjo Ke-170, Harapan Besar Atau Kenangan Yang Akan Kembali Hilang ?

Joni Feri dibalik Baralek Gadang Sekolah Radjo Ke-170, Harapan Besar Atau Kenangan Yang Akan Kembali Hilang ?

Joni Feri dibalik Baralek Gadang Sekolah Radjo Ke-170, Harapan Besar Atau Kenangan Yang Akan Kembali Hilang ?

 

Bukittinggi,Infosumbar24.com | Tanggal 29-30 Mei nanti merupakan momen sejarah bagi alumni sekolah Radjo Kweek School atau sekarang SMA Negeri 2 Bukittinggi.

Sekolah yang melahirkan banyak tokoh dan juga merupakan sekolah lanjutan tingkat atas tertua di bumi Minangkabau ini akan merayakan 170 tahun sekolah ini berdiri.

Dari sudut pandang pendidikan, baralek Gadang 170 tahun Sekolah Radjo tidak bisa lagi dibaca sebagai perayaan seremonial.

Di bawah kepemimpinan Joni Feri sebagai ketua panitia agenda ini justru menjadi ujian serius, apakah alumni mampu bertransformasi menjadi kekuatan pendidikan yang nyata, atau tetap berhenti pada romantisme masa lalu.

Menurut Joni Feri jebolan IPDN 1997 ini, sekolah Radjo memiliki warisan historis sebagai lembaga pembentuk elite intelektual di zamannya.

peringatan 170 tahun semestinya dimaknai sebagai refleksi strategis bukan sekadar temu kangen, tetapi forum evaluasi sejauh mana kontribusi alumni terhadap pengembangan pendidikan khususnya di Sumatera Barat.

Sebagai ketua panitia Joni Feri menghadapi tantangan struktural.

Pertama, belum terbangunnya ekosistem alumni yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Kedua, absennya platform kolaborasi yang mampu menghubungkan potensi alumni lintas generasi dengan kebutuhan riil dunia pendidikan saat ini.

Ketiga, lemahnya tradisi kontribusi berbasis program, yang seringkali kalah oleh pendekatan seremonial.

Bagi Joni feri momentum seperti ini seharusnya melahirkan output yang terukur seperti program beasiswa berkelanjutan, mentoring akademik, penguatan literasi, hingga kemitraan strategis dengan institusi pendidikan.

Tanpa itu, Alek Gadang hanya akan menjadi “perayaan identitas” tanpa dampak substantif.

Potensi sebenarnya sangat besar sebab alumni Sekolah Radjo tersebar di berbagai sektor birokrasi, akademisi, profesional yang jika dikonsolidasikan dapat menjadi kekuatan transformasi pendidikan daerah.

Namun potensi tanpa desain kelembagaan yang jelas hanya akan menjadi energi yang tercecer.

Di titik inilah kepemimpinan Joni Feri diuji. Bukan pada kemeriahan acara melainkan pada kemampuannya menggeser orientasi dari event-based menjadi impact-based.

“Alek Gadang 170 adalah peluang langka yang mana jika dikelola dengan visi pendidikan yang kuat, ia bisa menjadi model gerakan alumni berbasis kontribusi” ujar beliau yang juga Pamong senior dan banyak pengalaman mengepalai OPD dijajaran Pemko Bukittinggi.

“Jika tidak, ia hanya akan menambah panjang daftar perayaan yang selesai tanpa jejak” tutup pria yang dulu diangkatan 1992 SMA Negeri 2 Bukittinggi ini dikenal bakonco palangkin dengan kawan seangkatannya Dedi Yusmen(imanchaniago)