Sekolah Radjo Baralek Gadang: Aris Japunk, Nakhoda Alumni 1996 SMA Birugo yang Memimpin Kisah dengan Kasih

Sekolah Radjo Baralek Gadang: Aris Japunk, Nakhoda Alumni 1996 SMA Birugo yang Memimpin Kisah dengan Kasih

Sekolah Radjo Baralek Gadang: Aris Japunk, Nakhoda Alumni 1996 SMA Birugo yang Memimpin Kisah dengan Kasih

Bukittinggi,Infosumbar24.com | Di tengah gegap gempita persiapan alek gadang Sekolah Radjo ke-170 satu nama mencuat membawa warna berbeda, Aris Japunk sosok yang dipercaya menakhodai alumni angkatan 1996 SMA Negeri 2 Birugo.

Aris japunk tidak sekadar hadir sebagai koordinator, tetapi tampil sebagai penggerak dengan sentuhan yang tak biasa yaitu perpaduan antara ketegasan, seni dan ketulusan.

Aris japunk bukan figur organisatoris yang lahir dari ruang rapat semata tapi datang dari panggung musik keras dunia yang membentuk karakter berani, ekspresif, dan penuh energi.

Latar belakangnya sebagai vokalis aliran musik keras justru menjadi kekuatan tersendiri dalam memimpin.

Aris paham ritme, tahu kapan harus menggelegar dan kapan meredam emosi demi keharmonisan.

“Baralek gadang ini bukan hanya soal kumpul-kumpul, tapi bagaimana kita merawat rasa,” ujar Aris dalam salah satu pertemuan alumni.Kalimat itu mencerminkan pendekatannya memimpin dengan hati bukan sekadar instruksi.

Di bawah komandonya alumni 1996 bergerak solid, Koordinasi berjalan rapi, komunikasi cair dan partisipasi meningkat signifikan.

Aris mampu menjembatani berbagai karakter dari yang vokal hingga yang diam menjadi satu kekuatan kolektif yang hidup.

Yang menariknya gaya kepemimpinannya tidak kaku yang mengedepankan kedekatan emosional, membangun suasana kekeluargaan yang hangat namun tetap terarah.

Dalam banyak kesempatan, ia lebih memilih berdialog daripada mendikte dimana pendekatan ini membuat kepercayaan tumbuh alami di antara rekan-rekannya.

Alek gadang ke-170 Sekolah Radjo memang menjadi momentum besar, namun bagi Aris Japunk, ini lebih dari sekadar perayaan.

” Ini adalah panggung untuk menegaskan bahwa alumni bukan hanya masa lalu, melainkan kekuatan masa kini yang bisa memberi arti” sambung Aris dengan eksperesi melankolisnya.

Dengan jiwa seni yang mengalir dan kepemimpinan yang membumi, Aris Japunk membawa alumni 1996 bukan sekadar hadir tetapi berkesan.

Aris tidak hanya memimpin perjalanan tetapi merangkai kisah dan dalam kisah itu, ada nada keras yang berubah menjadi harmoni kebersamaan.(imanchaniago)