45 Hari Jelang Alek Gadang Alumni 1996 SMA N 2 Bukittinggi Siap “Turun Gunung”, 200 Orang Dipastikan Hadir

45 Hari Jelang Alek Gadang Alumni 1996 SMA N 2 Bukittinggi Siap “Turun Gunung”, 200 Orang Dipastikan Hadir

45 Hari Jelang Alek Gadang Alumni 1996 SMA N 2 Bukittinggi Siap “Turun Gunung”, 200 Orang Dipastikan Hadir

Bukittinggi,Infosumbar24.com | Hitung mundur menuju Alek Gadang Anak Sikola Radjo (SMA negeri 2 Bukittinggi) Baralek Gadang 170 Tahun Kweekschool kian terasa.
Memasuki 45 hari jelang puncak acara satu sinyal kuat sudah muncul, alumni angkatan 1996 memastikan diri “turun gunung” dengan kekuatan lebih dari 200 orang dipastikan hadir.
Di tengah padatnya rutinitas dan jarak yang tak lagi dekat, angka itu bukan sekadar statistik ia adalah penanda bahwa ikatan lama belum lapuk, bahwa memori tentang bangku sekolah di SMA Negeri 2 Bukittinggi masih menyala bahkan semakin kuat saat waktu menguji.

Alek Gadang tahun ini bukan perayaan biasa tetapi momentum 170 tahun Kweekschool menjadikannya sarat makna historis.
Namun, justru di titik itulah peran alumni diuji apakah sekadar hadir, atau benar-benar mengambil bagian dalam merawat warisan.

Angkatan 1996 tampaknya memilih yang kedua.
“Kami tidak ingin hanya jadi penonton dalam sejarah,” ujar H.Muhammad Fadhli, ketua umum nasional SMANDA Bukittinggi semua angkatan yang juga bagian dari alumni yang tamat tahun 1996 ini.
H.Muhammad Fadhli juga menjelaskan bahwa konsolidasi dilakukan lintas kota, lintas profesi, bahkan lintas negara dari perantauan hingga kampung halaman.
Satu tujuan mengerucut pulang, berkumpul, dan memberi arti.

Rangkaian acara yang akan digelar mulai dari seminar, peresmian fasilitas ibadah, hingga parade menuju Jam Gadang dipastikan akan dipadati oleh gelombang alumni.

Aris Japunk selaku ketua alumni Smanda 1996 berharap, agar di balik seremoni ada pesan yang lebih dalam tentang keberlanjutan dan tentang tanggung jawab moral terhadap almamater.

“Di banyak reuni, euforia sering kali berakhir pada nostalgia tapi geliat yang terlihat saat ini memberi isyarat berbeda bahwa ada kesadaran baru dimana alumni bukan hanya produk masa lalu, melainkan aset masa depan” sambung Aris japunk yang juga seorang musisi ini.

Dengan jumlah yang sudah menembus angka 200 bahkan sebelum hari-H, satu pertanyaan kini mengemuka apakah angkatan lain akan menjawab tantangan yang sama atau justru tertinggal dalam sejarah yang sedang ditulis ulang ini?
Yang jelas, 45 hari ke depan bukan lagi soal persiapan acara ini adalah ujian tentang seberapa kuat rasa memiliki itu masih hidup.(imanchaniago)