Dari Bukittinggi SMSI dan MAN 1 Turun Gunung Bantu Korban Galodo Solok
Arosuka,Infosumbar24.com. |Di tengah perjuangan warga Kabupaten Solok untuk bangkit dari bencana galodo, kepedulian datang dari Kota Bukittinggi.
Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Bukittinggi bersama Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bukittinggi turun langsung menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak di Arosuka, Kabupaten Solok, Rabu (7/10/2026).
Aksi ini bukan sekadar menyerahkan sembako. Di balik bantuan yang dibawa, tersimpan pesan kuat bahwa musibah yang menimpa saudara sebangsa bukan hanya urusan warga di lokasi bencana, melainkan juga panggilan kemanusiaan bagi semua pihak untuk ikut bergerak.
Sekitar dua minggu setelah bencana galodo terjadi tepatnya Rabu (7/10/2026), rombongan SMSI Bukittinggi dan MAN 1 Bukittinggi datang membawa berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan sehari-hari. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga yang masih menghadapi masa sulit pascabencana.
Penyerahan bantuan berlangsung di Posko Utama, halaman Kantor Bupati Solok.
Bantuan diserahkan oleh Ketua SMSI Kota Bukittinggi bersama jajaran MAN 1 Bukittinggi dan diterima oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Solok, Khairul, yang mewakili pemerintah daerah.
Rombongan turut didampingi Ketua SMSI Kabupaten Solok, Riswan, bersama jajaran pengurus setempat.
Kepala MAN 1 Bukittinggi, Zulfadhli Alfa, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan wujud kolaborasi dan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

Menurutnya, pihak sekolah telah berkoordinasi dengan SMSI Bukittinggi untuk menghimpun bantuan dan menyalurkannya kepada warga terdampak.
“Kegiatan penyaluran bantuan ini kami lakukan bersama SMSI Bukittinggi sebagai bentuk kolaborasi.l dan minggu lalu, kami sudah berkoordinasi untuk mengumpulkan dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak musibah galodo,” ujar Alfa.
Ia menjelaskan bahwa informasi mengenai bencana yang beredar di media sosial turut menggugah pihak sekolah untuk mengambil bagian dalam gerakan kemanusiaan.
Bagi MAN 1 Bukittinggi, kepedulian terhadap korban bencana merupakan bagian dari tanggung jawab sosial yang perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.
“Kami dari sekolah, apabila terjadi musibah, khususnya di Sumatera Barat, berupaya ikut membantu. Ini sebagai bentuk kepedulian dan rasa duka kami kepada saudara-saudara yang terdampak bencana,” katanya.
Ketua SMSI Kota Bukittinggi, Roni Novendra S.Sos menyampaikan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan hasil penggalangan tim SMSI, dukungan anggota, serta sumbangan dari berbagai instansi dan masyarakat.
Sejumlah pihak, katanya, mempercayakan bantuan mereka kepada SMSI Bukittinggi untuk diteruskan kepada warga yang membutuhkan.
“Bantuan ini dikumpulkan oleh tim SMSI Bukittinggi. Selain dari anggota SMSI, ada juga bantuan dari sejumlah instansi dan masyarakat yang menitipkan bantuannya melalui SMSI untuk disalurkan kepada warga yang terdampak galodo,” kata Roni.
Roni menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan. Ia menilai partisipasi para donatur menjadi kekuatan penting dalam menggerakkan kepedulian lintas daerah.
Apresiasi disampaikan kepada Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Kapolresta Bukittinggi, Kasat Lantas, Kasat Narkoba, Hotel Santika Bukittinggi, Pemuda-Pemudi Terminal Aur Kuning melalui Rika Permana Suci, RK Buah Aur Kuning, Ridho Grosir Telur dan Beras Tanah Jua, seluruh anggota SMSI Bukittinggi, serta para donatur lainnya.
Dukungan tersebut memperlihatkan bahwa gerakan kemanusiaan dapat tumbuh ketika berbagai unsur masyarakat bersedia bergandengan tangan untuk membantu sesama.
Sembako hingga Perlengkapan Mandi Disalurkan
Sekretaris SMSI Bukittinggi, Linda Sari Yusuf, menjelaskan bahwa bantuan yang dibawa mencakup berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan sehari-hari.
Bantuan tersebut antara lain beras, minyak goreng, telur, mi, gula, teh, susu, dan air mineral. Rombongan juga membawa perlengkapan mandi berupa pasta gigi, sabun, dan sikat gigi.
“Bantuan yang kami salurkan bersama MAN 1 Bukittinggi berupa sembako, di antaranya beras, minyak goreng, telur, mi, gula, teh, susu, dan air mineral. Kami juga membawa perlengkapan mandi, seperti pasta gigi, sabun, dan sikat gigi,” jelas Linda.
Bantuan kebutuhan dasar ini diharapkan dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan warga selama menjalani masa pemulihan setelah bencana.
BPBD Kabupaten Solok Apresiasi Kepedulian SMSI
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Solok, Khairul, mengapresiasi langkah SMSI Bukittinggi, MAN 1 Bukittinggi, dan SMSI Kabupaten Solok yang turut membantu masyarakat terdampak galodo.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada SMSI Bukittinggi dan SMSI Kabupaten Solok yang telah ikut peduli dan menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak musibah di Arosuka,” ujar Khairul.
Ia berharap bantuan tersebut membawa manfaat bagi warga yang masih berjuang menghadapi kondisi pascabencana. Khairul juga mendoakan agar niat baik para donatur dan seluruh pihak yang terlibat menjadi amal kebaikan.
“Semoga bantuan ini bermanfaat bagi warga kami. Mudah-mudahan niat baik dan keikhlasan dari semua pihak yang telah membantu menjadi amal kebaikan bagi kita bersama,” katanya.
Riswan: Organisasi Media Harus Hadir untuk Masyarakat
Ketua SMSI Kabupaten Solok, Riswan, turut memberikan apresiasi atas langkah SMSI Bukittinggi bersama MAN 1 Bukittinggi yang datang langsung membawa bantuan.
Menurutnya, peran organisasi media tidak semestinya dipahami hanya sebatas menyampaikan informasi kepada publik. Dalam situasi ketika masyarakat menghadapi bencana, kepedulian sosial juga menjadi wujud nyata kehadiran organisasi di tengah kehidupan masyarakat.
“Kami mengapresiasi SMSI Bukittinggi yang telah ikut mengambil bagian dalam kegiatan kemanusiaan ini. Semoga organisasi media ini selalu menjadi bagian penting, baik dalam dunia jurnalistik maupun dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan,” ujarnya.
Ia berharap semangat berbagi dan kepedulian tersebut terus tumbuh di berbagai daerah.
“Semoga SMSI Bukittinggi semakin dikenal dan terus berbuat untuk bangsa dan negara, tidak hanya melalui penyampaian informasi dan edukasi, tetapi juga dengan kepedulian terhadap masyarakat,” pungkas Riswan.
Kepedulian yang Melampaui Batas Daerah
Aksi SMSI Bukittinggi bersama MAN 1 Bukittinggi di Arosuka menegaskan bahwa solidaritas tidak dibatasi jarak maupun wilayah administratif.
Ketika warga menghadapi bencana, kehadiran dan bantuan dari berbagai pihak menjadi penguat bahwa mereka tidak berjuang sendirian.
Dari Bukittinggi menuju Arosuka, pesan kemanusiaan itu disampaikan melalui tindakan nyata: menghimpun kepedulian, menyalurkan amanah para donatur, dan hadir bagi sesama yang membutuhkan.
Sebab, media bukan hanya menjadi saksi atas peristiwa, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam gerakan kemanusiaan. Pendidikan pun bukan hanya tentang pengetahuan di ruang kelas, melainkan juga tentang menanamkan kepedulian terhadap kehidupan.
Dari Bukittinggi untuk Arosuka, kepedulian bergerak, harapan dijaga, dan solidaritas terus menyala.


















