Bukittinggi-Infosumbar24.com — Wujud kepedulian dan solidaritas kembali ditunjukkan keluarga besar Muhammadiyah Bukittinggi terhadap korban musibah kebakaran hebat yang terjadi di kawasan Simpang Jembatan Besi (Jembes), Tarok Dipo, Kota Bukittinggi, Jumat sore (1/5/2026) sekitar pukul 15.45 WIB.
Kebakaran besar yang terjadi tepat di depan Budiman Swalayan tersebut menghanguskan puluhan ruko dan toko di sepanjang kawasan padat aktivitas itu. Kobaran api dengan cepat merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya sehingga memicu kepanikan warga dan melumpuhkan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian. Asap hitam pekat membumbung tinggi dan menjadi perhatian masyarakat yang berbondong-bondong menyaksikan peristiwa tersebut.
Salah satu ruko yang ikut dilalap si jago merah adalah ruko milik Ustadz Muhammad Qoyum, S.HI., Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tilatang Kamang. Dalam musibah itu, seluruh peralatan usaha digital printing miliknya tidak dapat diselamatkan dan habis terbakar.
Sebagai bentuk empati dan kepedulian, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bukittinggi bersama Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Bukittinggi menyerahkan bantuan donasi kepada Ustadz Qoyum, Senin (11/5/2026).

Penyerahan bantuan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua PDM Bukittinggi, Ustadz H. Gafnel Gafar, S.HI., M.H. Dt. Basa, Ketua KMM Bukittinggi Dr. Ahmad Hamidi, M.A., Sekretaris KMM Ustadz Amra Wandri, M.H., serta perwakilan orang tua warga Muhammadiyah, Ustadz Drs. Arsyad beserta istri.
Ketua PDM Bukittinggi, H. Gafnel Gafar, S.HI., M.H. Dt. Basa menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah yang menimpa Ustadz Qoyum dan keluarga. Menurutnya, Muhammadiyah hadir bukan hanya sebagai organisasi dakwah, tetapi juga sebagai rumah besar yang selalu siap membantu warganya dalam kondisi sulit.
“Atas nama pimpinan dan seluruh warga Muhammadiyah Bukittinggi, kami turut merasakan duka yang mendalam atas musibah yang menimpa Ustadz Qoyum dan keluarga. Semoga Allah SWT memberikan ketabahan, kekuatan, dan mengganti setiap kerugian dengan rezeki yang lebih baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Muhammadiyah Bukittinggi telah berupaya menggalang donasi dan menghubungi para muhsinin, baik yang berada di ranah maupun di rantau. Salah satu bantuan datang dari H. Tifatul Sembiring Dt. Temanggung, anggota Komisi VII DPR RI yang berasal dari Guguak Tinggi Tabek Sarojo. Beliau memberikan bantuan berupa seperangkat komputer dan printer guna mendukung kembali usaha digital printing milik Ustadz Qoyum yang hangus dilalap api.
“Dengan musibah ini seluruh peralatan usaha beliau habis terbakar. Maka bantuan ini diharapkan menjadi langkah awal agar usaha beliau bisa bangkit kembali,” tambahnya.
Tidak hanya itu, berdasarkan hasil rapat pleno PDM Bukittinggi, Ustadz Qoyum juga ditawarkan untuk menempati salah satu ruko milik Muhammadiyah Bukittinggi secara gratis selama enam bulan sebagai tempat memulai kembali usahanya.
“In syaa Allah, selama enam bulan digratiskan. Semoga ini menjadi penyemangat agar beliau bisa kembali bangkit dan menata usaha dari awal,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua KMM Bukittinggi, Dr. Ahmad Hamidi, M.A., menjelaskan bahwa donasi yang diserahkan merupakan hasil sumbangan pimpinan dan warga Persyarikatan Muhammadiyah Bukittinggi yang diinisiasi oleh Korps Muballigh Muhammadiyah.
“Atas nama pengurus KMM, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga Muhammadiyah Bukittinggi yang telah menyalurkan donasi untuk membantu saudara kita Ustadz Qoyum. Mudah-mudahan setiap bantuan yang diberikan dibalas Allah SWT dengan pahala yang berlipat ganda,” tegasnya.

“Kami sangat senang dan bangga menjadi bagian dari Muhammadiyah. Salah satu yang paling cepat tanggap membantu kami adalah warga Muhammadiyah. Kami tidak mampu membalas semua kebaikan para muhsinin, kami hanya bisa mengucapkan jazakumullahu khairan katsiran. Semoga Allah membalas semuanya dengan pahala yang berlipat ganda,” tuturnya penuh haru.
Musibah kebakaran yang melanda kawasan Simpang Jembes Tarok Dipo bukan hanya meninggalkan kerugian materi, tetapi juga menghadirkan pelajaran tentang arti persaudaraan, kepedulian, dan kekuatan ukhuwah. Kehadiran Muhammadiyah bersama para muhsinin menjadi bukti bahwa di tengah cobaan, masih banyak tangan-tangan kebaikan yang siap menguatkan. Semangat gotong royong dan solidaritas inilah yang diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga setiap musibah dapat dihadapi bersama dengan penuh keikhlasan dan harapan.
*Hamidi







