Nedi St Batuah: “Terima Kasih Andre Rosiade, Bupati dan Semua Pihak yang Mengawal Aspirasi Masyarakat Kubang Putiah”.
Pekanbaru,Infosumbar24.com | Ketua Ikatan Keluarga Kubang Putiah (IKKK) Pekanbaru, Nedi Sutan Batuah, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berjuang mengawal aspirasi masyarakat hingga rencana jalur Tol Padang–Pekanbaru tidak lagi melintasi kawasan Nagari Kubang Putiah, Kabupaten Agam.
Dalam wawancara khusus dengan jurnalis Infosumbar24.com di Rumah makan Bareh Solok Panam Pekanbaru Menurut Nedi, keputusan tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat Kubang Putiah sekaligus bukti bahwa aspirasi masyarakat yang disampaikan secara santun, kompak dan sesuai mekanisme dapat didengar oleh para pemangku kebijakan.
Nedi pengusaha Pekanbaru alumni Tsnawiyah Kubang putiah dan SMA Negeri 2 Bukittinggi ini menjelaskan bahwa
“Atas nama Ikatan Keluarga Kubang Putiah Pekanbaru, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Andre Rosiade, Bupati Agam Benni Warlis, pemerintah daerah terkait, unsur Forkopimda, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, tokoh masyarakat, pemuda, para perantau serta seluruh masyarakat Kubang Putiah yang telah bersama-sama mengawal aspirasi ini,” ujar Nedi Sutan Batuah.
Nedi menegaskan, perjuangan masyarakat Kubang Putiah bukanlah bentuk penolakan terhadap pembangunan nasional sebaliknya, masyarakat hanya berharap agar pembangunan yang dilaksanakan tetap memperhatikan keberadaan tanah ulayat, nilai-nilai adat, kawasan pemukiman, serta keberlangsungan kehidupan sosial masyarakat nagari.
Sebagai Ketua IKKP Pekanbaru, Nedi menilai keberhasilan ini merupakan buah dari kekompakan masyarakat Kubang Putiah, baik yang berada di kampung halaman maupun di perantauan.
Menurutnya, persatuan yang terjalin selama proses penyampaian aspirasi menjadi modal penting dalam menjaga kepentingan nagari di masa mendatang.
“Alhamdulillah, aspirasi masyarakat mendapat perhatian dimana ini menunjukkan bahwa pembangunan dan pelestarian nilai-nilai adat dapat berjalan beriringan.

Kita mendukung pembangunan, namun marwah nagari dan kepentingan masyarakat juga harus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Nedi berharap semangat kebersamaan yang telah terbangun selama ini terus dipelihara untuk mendukung kemajuan Kubang Putiah dan Kabupaten Agam secara keseluruhan.
“Ini bukan kemenangan satu kelompok atau satu tokoh, tetapi kemenangan seluruh masyarakat Kubang Putiah dan semoga kebersamaan yang telah ditunjukkan menjadi kekuatan untuk membangun nagari yang lebih baik di masa depan,” tutupnya.
Keputusan tidak melewatkan jalur tol melalui kawasan Kubang Putiah disambut positif oleh masyarakat.
Selain dinilai menjaga keberlangsungan kawasan pemukiman dan lahan produktif, keputusan tersebut juga dianggap mampu mempertahankan warisan adat dan identitas Nagari Kubang Putiah yang telah terjaga secara turun-temurun.
(imanchaniago)







