H. Dean Berpulang, Persatuan Pedagang Aur Kuning Kehilangan Salah Satu Pejuang Terbaiknya
Bukittinggi,Infosumbar24.com | Kabar duka menyelimuti keluarga besar pedagang Pasar Aur Kuning.
Salah seorang tokoh yang selama ini dikenal sebagai pejuang aspirasi pedagang, H. Aldian Riyadi yang akrab disapa Dedi Dean, mengembuskan napas terakhir diusia 55 tahun pada Sabtu, 11 Juli 2026, pukul 14.25 WIB di Rumah Sakit M. Djamil Padang.
Kesehatan almarhum diketahui akhir-akhir ini menurun setelah sudah dua tahun lebih diketahui mengidap kanker.
Kepergian almarhum bukan sekadar meninggalkan duka bagi keluarga tapi juga ribuan pedagang Aur Kuning.
“Sosok Dedi Dean adalah sahabat perjuangan, tempat bertanya, tempat mengadu sekaligus orang yang tak pernah ragu berdiri paling depan ketika hak-hak pedagang diperjuangkan”, Ungkap Zulkifli koordinator keamanan Pasar Aur kuning.
Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka jalan Tanjuang belakang Pasar Aur Kuning Bukittinggi.
Rencananya almarhum akan dimakamkan di pemakaman keluarga Bukit Apit pada Minggu, 12 Juli 2026, sekitar pukul 10.00 WIB setelah diShalatkan di Masjid Al Munawwarah.
Bagi mereka yang mengenalnya, Dedi Dean bukanlah sosok yang mengejar popularitas tapi lebih memilih hadir dalam setiap persoalan yang dihadapi pedagang, mendengar keluh kesah mereka, lalu berjuang mencari jalan keluar dengan ketulusan yang jarang dimiliki banyak orang.
H. Ridwan rekan yang bertahun-tahun berjuang bersama almarhum, mengaku kehilangan sosok yang selama ini menjadi bagian penting dalam setiap langkah memperjuangkan nasib pedagang Aur Kuning.
“Beliau bekerja dengan hati yang tulus dan semangat yang tidak pernah padam dimana banyak waktu, tenaga bahkan pikirannya dicurahkan demi membela kepentingan pedagang Aur Kuning”.
“Kami kehilangan seorang sahabat seperjuangan yang selalu hadir tanpa pamrih. Semoga seluruh pengabdian beliau menjadi ladang amal di sisi Allah SWT,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Hal senada juga disampaikan H. Anto, Menurutnya keberanian Dedi Dean tidak pernah surut ketika kepentingan pedagang dipertaruhkan.
“Almarhum adalah pejuang tanpa pamrih. Saat pedagang menghadapi persoalan, beliau selalu berdiri di barisan terdepan. Beliau tidak pernah mencari pujian ataupun keuntungan pribadi, yang beliau pikirkan hanya bagaimana nasib pedagang bisa lebih baik dan bagi saya orang seperti patut dicontoh,” katanya.
H. Anto, Aktivis dan salah satu motor penggerak pedagang Aur kuning
Sementara itu, H. Hannafi yang akrab disapa Pak Guru, mengenang almarhum sebagai pribadi yang rendah hati dan terbuka terhadap siapa saja.
“Beliau sangat mudah diajak bertukar pikiranvdan tidak pernah merasa paling benar, selalu mengutamakan musyawarah dan memiliki kegigihan luar biasa dalam membela para pedagang. Beliau berjuang dengan hati yang tulus. Kepergian beliau meninggalkan ruang kosong yang tidak mudah diisi,” ungkapnya.
Haji Hannafi biasa dipanggil pak guru, pemikir dan pemerhati persatuan pedagang Aur kuning
Kepergian Dedi Dean menjadi pengingat bahwa di balik dinamika Pasar Aur Kuning, pernah ada sosok yang mengabdikan tenaga, waktu, dan pikirannya demi kepentingan orang banyak. Kini, suara yang dahulu lantang memperjuangkan aspirasi pedagang telah terdiam. Namun ketulusan, keberanian, dan pengorbanannya akan tetap hidup dalam kenangan mereka yang pernah berjalan dan berjuang bersamanya.

Almarhum Aldian Riyadi atau H. Dean (berdiri tengah pegang kertas) bersama Sekdako Bukittinggi H. Martias Wanto
Inna’illahi wa inna ilaihi raji’un !
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala dosa dan khilafnya, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga H. Aldian Riyadi (Dedi Dean) berpulang dalam keadaan Husnul khatimah berpulang sebagai Nafsul Muthmainnah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta keikhlasan menghadapi musibah ini.
(imanchaniago)







