Pesan Kemanusiaan dari Bukittinggi: BAZNAS Bergerak, Pastikan Solok Tak Sendiri Menghadapi Bencana

​Pesan Kemanusiaan dari Bukittinggi: BAZNAS Bergerak, Pastikan Solok Tak Sendiri Menghadapi Bencana

Bukittinggi,Infosumbar24.com | Bencana boleh merusak rumah, menghantam lingkungan dan memukul kehidupan masyarakat tetapi satu hal tidak boleh ikut runtuh yaitu kepedulian sesama.

Semangat itulah yang ditunjukkan BAZNAS Kota Bukittinggi melalui gerakan Peduli Bencana Galodo Arosuka, Kabupaten Solok.
Sedikitnya 20 paket bantuan tampak telah dipersiapkan dan dikemas untuk mendukung masyarakat yang terdampak bencana. Paket tersebut membawa pesan kuat bahwa Arosuka tidak sendiri menghadapi masa sulit.

“Ini bukan sekadar tumpukan kardus tetapi
Didalamnya ada kepedulian, solidaritas dan harapan”! ungkap Yandri Dt. Alang batuah pimpinan Baznas kota Bukittinggi ini.

BAZNAS Kota Bukittinggi mengusung dukungan untuk kebutuhan bantuan darurat, kebutuhan pokok, layanan kesehatan hingga pemulihan.
Masyarakat juga diajak ikut mengambil bagian melalui zakat, infak dan sedekah.
Jangan Menunggu Kaya untuk Berbuat Baik sebab bencana sering kali memperlihatkan satu kenyataan bahwa manusia mungkin berbeda tempat, pekerjaan dan keadaan ekonomi, tetapi ketika musibah datang, rasa kemanusiaan menyatukan semuanya.

Karena itu, gerakan kemanusiaan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar.
Yang mampu membantu lebih banyak, bantulah lebih banyak dan yang mampu sedikit, jangan merasa terlalu kecil untuk berbagi.
Sebab bagi mereka yang sedang kehilangan, bantuan yang datang tepat waktu bisa berarti jauh lebih besar daripada nilainya.

Pesan BAZNAS pun sederhana namun menggugah:
“Mari ringankan beban saudara kita.”
Kalimat itu menjadi ajakan agar kepedulian tidak berhenti sebagai simpati di media sosial, tetapi berubah menjadi aksi nyata.

Dari Bukittinggi, Sebuah Pesan untuk Arosuka
Ketika tanah bergerak dan bencana menerjang, manusia tidak selalu mampu menghentikannya.
Namun manusia masih bisa memilih untuk bergandengan tangan setelah bencana terjadi.

Bukittinggi melalui BAZNAS menunjukkan bahwa jarak bukan alasan untuk tidak peduli.
Hari ini Arosuka membutuhkan uluran tangan tetapi esok, siapa tahu kita yang membutuhkan pertolongan.
Karena itu, zakat, infak dan sedekah bukan hanya tentang memberi tapi ia adalah cara manusia menjaga kemanusiaan.

Dari Bukittinggi untuk Arosuka, dari kepedulian menjadi gerakan dan
dari bantuan menjadi harapan.

(imanchaniago)

You cannot copy content of this page