Cerita di Balik Pelantikan 58 PNS Bukittinggi: Pesan Tegas Wako Ramlan hingga Perpisahan 42 Tahun Pengabdian
Bukittinggi,Infosumbar24.com |Suasana Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Selasa (7/4/2026) terasa berbeda. Di satu sisi, puluhan wajah baru tampak penuh semangat dan disisi lain, ada nuansa haru dari perpisahan panjang seorang birokrat senior.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, hari itu menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada 58 Pegawai Negeri Sipil (PNS) sekaligus mengambil sumpah jabatan mereka.
Sebanyak 58 PNS tersebut terdiri dari 47 CPNS formasi 2024, tiga lulusan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD), dan delapan lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Mereka resmi memulai perjalanan sebagai abdi negara di lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi.
Namun bagi Ramlan, momen itu bukan sekadar seremoni administratif.
“Sumpah ini bukan formalitas. Ini komitmen moral kepada bangsa dan masyarakat,” tegasnya di hadapan para ASN baru.
Ia mengingatkan, tantangan birokrasi ke depan tidak ringan karena itu para ASN dituntut untuk bekerja dengan kejujuran, integritas, disiplin, serta profesionalisme tinggi.
Menurutnya, ASN juga harus mampu beradaptasi dan terus meningkatkan kompetensi agar mampu menjawab tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks dan
Ramlan secara khusus juga menyoroti soal netralitas ASN.
Ramlan memberi pesan tegas agar para pegawai tidak terjebak dalam politik praktis.
“Jangan ikut dan terlibat politik praktis. Tunjukkan saja kinerja terbaik. Kalau orangnya baik dan kinerjanya baik, pasti dibutuhkan oleh pimpinan, siapa pun pimpinannya,” ujarnya.
Tak hanya kepada ASN baru, Ramlan juga memberi catatan bagi para pimpinan perangkat daerah dimana ia meminta agar pembinaan dilakukan secara serius, termasuk membuka ruang pengembangan kompetensi bagi pegawai.
Di tengah semangat awal para ASN baru, acara tersebut juga diwarnai momen yang tak kalah penting yaitu perpisahan.
Pada kesempatan yang sama, Ramlan menyerahkan SK pensiun kepada Melfi Abra, yang telah mengabdi selama 42 tahun sebagai aparatur sipil negara.
Nama Melfi bukan sosok asing di lingkungan Pemko Bukittinggi. Ia pernah dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis, mulai dari Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Pariwisata, hingga jabatan eselon II lainnya.

Karier panjangnya ditutup dengan posisi sebagai Staf Ahli Wali Kota bidang administrasi dan keuangan.
Empat dekade lebih pengabdian tentu bukan perjalanan singkat. Berbagai dinamika, tantangan, hingga perubahan birokrasi telah ia lewati.
Momen penyerahan SK pensiun itu pun menjadi simbol penghormatan atas dedikasi panjang seorang ASN, sekaligus pengingat bagi generasi baru yang baru saja dilantik.
Di satu ruangan yang sama, estafet pengabdian itu terasa nyata antara mereka yang baru memulai dan yang telah menuntaskan.







