Hasril Chaniago Narasumber Seminar Kebangsaan 170 Tahun Kweek School, Tekankan Kejujuran Sejarah
Bukittinggi,Infosumbar24.com |Hasril Chaniago tampil sebagai narasumber dalam seminar kebangsaan peringatan 170 tahun Kweek School di SMA Negeri 2 Bukittinggi, Sabtu (25/4/2026).
Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian Sekolah Radjo “Baralek Gadang” ke-170 SMA Birugo sekarang SMA Negeri 2 Bukittinggi.
Dalam seminar yang dimoderatori oleh Drs, Martin Suhendri Apt, M.Farm alumni (alumni 1984) nantinya, Hasril tidak hanya menyampaikan pandangan tetapi juga menekankan pentingnya kejujuran dalam memaknai sejarah panjang Kweek School.
Selain Hasril Chaniago beberapa nama juga akan menjadi pembicara seperti Alumni 92 Dr. Ir Dedi Yusmen S.Si, MBA, M.ESy dan Pimred Harian Singgalang Khairul Jasmi S.Pd, MM.

Hasril mengarahkan pembahasan agar tidak berhenti pada nostalgia, melainkan menyentuh relevansi nilai pendidikan dengan kondisi kekinian.
“Perayaan sejarah tidak cukup dengan seremoni tetapi yang lebih penting adalah bagaimana nilai itu tetap hidup,” ujarnya dalam komunikasi dengan salah satu panitia.
Hasril Chaniago lahir di Nagari Koto Tangah Simalanggang Sumatera Barat, pada 20 Januari 1962. Hasril merupakan lulusan STM Negeri Bukittinggi dan tercatat sebagai juara umum saat kelulusan tahun 1982.
Hasril yang dipanggil akrab Uda Hasril sempat memperoleh undangan masuk FKT IKIP Padang, namun tidak diambil karena tidak sesuai minat.
Uda Hasril kemudian melanjutkan pendidikan ke Institut Teknologi Bandung.
Karier jurnalistik Hasril dimulai sejak masa sekolah dengan mendirikan majalah Gesit dimana ia kemudian berkiprah di Harian Singgalang dan menduduki sejumlah posisi strategis antara lain adalah
Redaktur Eksekutif Harian Singgalang (1986–1998),Pemimpin Redaksi Mimbar Minang (1999–2005),
Ketua Dewan Redaksi Harian Haluan (2010–2012).
Ia juga pernah menjadi konsultan media dan bagian dari dewan editorial sejumlah majalah nasional.
Dalam perjalanannya, Uda Hasril melakukan peliputan di lebih dari 30 negara, termasuk meliput langsung Perang Bosnia-Herzegovina serta konflik Moro di Mindanao Filipina Selatan.
Selain di bidang jurnalistik, Uda Hasril aktif di berbagai organisasi.l dimana ia pernah menjabat Wakil Ketua PWI Sumatera Barat, Ketua Dewan Kehormatan Daerah, serta terlibat dalam pengawasan pemilu di Sumatera Barat termasuk sebagai Ketua Panwas Pilgub 2005.
Ia juga aktif di Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) serta Majelis Pustaka dan Informasi Muhammadiyah Sumatera Barat.
Dalam seminar Sekolah Radjo Baralek Gadang ke-170 Sabtu 25 April nanti, peran Hasril dinilai substantif karena mampu menjaga arah diskusi tetap fokus pada isu utama yakni relevansi pendidikan dan tanggung jawab terhadap sejarah.
Forum tidak hanya membahas masa lalu Kweek School sebagai institusi pendidikan bersejarah, tetapi juga menyoroti tantangan dunia pendidikan saat ini.
Seminar ini menjadi bagian penting dalam refleksi 170 tahun Kweek School yang harusnya tidak sekadar mengenang, tetapi juga menilai kembali kontribusinya terhadap bangsa.
(imanchaniago)






