Lautan Manusia Kepung Jam Gadang, Ramlan Jadi Sorotan Usai Sulap Perayaan Seabad Jam Gadang Jadi Menakjubkan
Bukittinggi,Infosumbar24.com | Pemandangan tak biasa terlihat di jantung Kota Bukittinggi, Minggu (21/6/2026). Sejak pagi hingga malam, kawasan Jam Gadang berubah menjadi lautan manusia. Ribuan warga dari berbagai penjuru Sumatera Barat dan daerah tetangga tumpah ruah memenuhi kawasan ikon kebanggaan Bukittinggi itu untuk mengikuti puncak peringatan 100 Tahun Jam Gadang.
Jalan-jalan utama menuju pusat kota dipadati pengunjung. Area pelataran Jam Gadang nyaris tak pernah sepi. Di setiap sudut, masyarakat larut dalam suasana perayaan yang memadukan sejarah, budaya, hiburan dan kuliner rakyat.

Momentum yang berlangsung meriah itu sekaligus menjadi penutup rangkaian peringatan satu abad Jam Gadang yang dalam beberapa hari terakhir menyita perhatian publik. Mulai dari seminar nasional dan internasional, diskusi sejarah, pertunjukan seni budaya hingga festival kuliner tradisional gratis, seluruh agenda berjalan dengan antusiasme tinggi.
Di tengah kemeriahan tersebut, nama Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menjadi salah satu figur yang paling banyak mendapat sorotan. Banyak pihak menilai keberhasilan peringatan 100 Tahun Jam Gadang tidak terlepas dari kemampuannya mengorkestrasi kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha dan perantau Minangkabau.

Puncak perayaan ditandai dengan Festival Kuliner Tradisional Gratis yang menyedot perhatian masyarakat. Jika target awal hanya 20 ribu porsi, jumlah makanan yang akhirnya tersedia mencapai 41.790 porsi. Menariknya, seluruh sajian tersebut disediakan melalui dukungan donatur dan perantau tanpa membebani APBD Kota Bukittinggi.
Puluhan ribu porsi makanan itu habis dinikmati masyarakat. Antrean panjang terlihat di sejumlah titik, sementara pelaku UMKM lokal mendapat ruang untuk memperkenalkan kekayaan kuliner tradisional Minangkabau kepada pengunjung.
“Kegiatan ini dari kita untuk kita dan yang dibutuhkan adalah solidaritas, kepedulian, semangat berbagi dan kesabaran,” ujar Ramlan Nurmatias.
Bagi banyak warga, perayaan 100 Tahun Jam Gadang kali ini terasa berbeda. Bukan sekadar seremoni mengenang usia sebuah bangunan bersejarah, tetapi menjadi pesta rakyat yang mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat dalam suasana kebersamaan.
Keberhasilan menghadirkan rangkaian kegiatan berskala nasional hingga internasional, ditambah antusiasme masyarakat yang memadati kawasan Jam Gadang hingga hari terakhir, membuat peringatan satu abad ini disebut sebagai salah satu momentum kebudayaan terbesar yang pernah digelar di Kota Bukittinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Saat malam mulai turun dan keramaian perlahan berakhir, satu kesan yang tertinggal adalah keberhasilan Bukittinggi menjadikan perayaan 100 Tahun Jam Gadang sebagai kebanggaan bersama.
Di tengah lautan manusia yang memenuhi pusat kota, Ramlan Nurmatias tampil sebagai sosok yang paling banyak mendapat apresiasi atas suksesnya perhelatan bersejarah tersebut.
Perayaan satu abad Jam Gadang pun berakhir dengan gemilang. Bukan hanya karena kemeriahannya, tetapi karena berhasil mengubah sebuah peringatan sejarah menjadi pesta rakyat yang hidup, berkesan dan membangkitkan kebanggaan warga terhadap kotanya.
(iman chaniago)






