Agam, Infosumbar24.Com| Menjadi perbincangan warganet, Bukanlah Minangkabau namanya kalau tidak menyajikan berbagai macam hal yang berbeda termasuk hidangan kuliner unik dengan berbagai cita rasa dan aroma rempah yang selalu menggoda lidah dan ” iman ” dalam hal selera, karena penasaran Kuli Tinta mencoba mendatangi Kuliner yang Viral yang sudah berdiri ditahun 1989, Sate Simpang Tigo Magek Nagari Magek Kecamatan Kamang Magek kabupaten Agam pada senin (7 April 2025)
Sate Simpang Tigo/ Simpang Tigo Magek sudah sangat dikenal bagi semua kalangan dan strata sosial dengan latar belakang berbeda serta pemburu kuliner baik lokal maupun luar negeri selain karena cita rasa yang menggugah selera juga karena harganya yang sangat terjangkau serta buka 24 jam tergantung pengunjung.
” Untuk setengah porsi seharga Rp. 15.000; sementara satu porsi besar kita beri harga 22.000;” ucap Pak Cin
Sate Pak Syamsir atau akrab dikenal Pak Cin, tidak jarang didatangi turis dari belahan mancanegara, Eropa seperti Belanda, Jerman, Inggeris, dan. lainnya serta asia apalagi penduduk lokal.
” Mereka berasal dari Belanda, Jerman, dan lainnya dibawa oleh Guide/ Pemandu wisata bahkan dengan mengendarai sepeda datang bersama keluarganya, ” tutur Pak Cin sambil melayani pelanggan yang didampingi istri, anak, dan keponakan yang ikut membantu .

Pak Cin juga menambahkan , satenya sudah seringkali menerima pesanan untuk kegiatan dan pesta seperti pesta pernikahan, ulang tahun, dan kegiatan sakral lainnya.
” Terkadang sate dibawa keluar daerah, karena tidak gampang basi dalam jangka tertentu karena terbuat dari bumbu dan bahan rempah alami diolah tangan terampil tanpa pengawet maupun penyedap rasa, olahan bumbu paling cepat satu hari satu malam baru bisa dinikmati ” ucap Pak Cin dengan logat Magek – Minangkabau asli dengan penuh ramah
Menurut ketua pemuda, Yanda Hanafi/ Nanda yang acap kali menikmati kopi ditempat sate menyatakan Magek selain memiliki potensi wisata alam, religius, pertanian, pendidikan, serta potensi lainnya.
“Sate Pak Cin merupakan salah satu destinasi wisata kuliner paling diminati masyarakat sejak dahulu termasuk beberapa pekan terakhir hari raya 2025,” Ungkap Nanda sambil menikmati secangkir kopi dalam balutan asap rokok kretek

Bagi pelancong, Sate Pak Cin merupakan kuliner wisata memanjakan lidah penuh cita rasa berbeda dalam melepas selera bisa juga sebagai identitas rasa kerinduan yang mendalam terhadap kampung halaman bagi para perantau Minangkabau di seluruh antero.
Perantau luar daerah , suami istri mengaku tergoda dengan rasa autentik yang menggigit selera dengan masakan sate simpang magek” ucapnya sambil mengaku salah arah dan sudah putar jauh mencari sate Simpang Magek, beruntung hendak kembali melihat keramaian dan berhenti.
Tidak terasa duduk sudah hampir satu jam usai menikmati sate sambil menikmati kopi setengah bersama nikmatnya asap kretek ditengah hujan rintik,
(Tim Infosumb)







