Menari di Irama Tradisi, Zami Sofa Bawa Spirit Parik Paga Nagari Kurai (PPNK) dalam Music Preneur RRI Bukittinggi
Bukittinggi,Infosumbar24.com | Ibarat lembutnya alunan saluang berpadu dengan hentakan talempong mengiringi gerak anggun penari yang menapak di lantai studio RRI Pro 2 Bukittinggi. Dalam atmosfer yang sarat makna itu, program Music Preneur RRI Bukittinggi kembali menghadirkan sesuatu yang istimewa: “Menari di Irama Tradisi”, sebuah perbincangan dan pergelaran yang merangkai harmoni antara musik, tari, dan filosofi Minangkabau.

Selasa siang (21/10) bertempat di RRI Pro 2- RRI Digital Bukittinggi menghadirkan Zami Sofa, penggiat seni dan Ketua Seni Budaya Parik Paga Nagari Kurai (PPNK), sebagai narasumber utama serta dipandu oleh penyiar RRI Pro 2 Bukittinggi yang energik Selvi gusnelia.
Sosok Zami sofa yang akrab dipanggi Oz Gastarana dikenal konsisten menghidupkan kembali semangat seni tradisi ini.
Tak tanggung-tanggung pria Kurai yang hasil karyanya “Tari Piring Tiga Sapilin” 2019 diakui oleh Unesco di Paris Perancis ketika itu.
Zami sofa atau lebih dikenal Oz Gastarana ketika tampil di Paris Perancis
Seabrek prestasi nasional dan go internasional tidak pernah cukup puas baginya dalam mengangkat seni budaya Minangkabau.
Zami sofa tidak pernah bosan dalam mengukir dan berbagi pandangan tentang Bagaimana musik dan tari tidak sekadar pertunjukan estetika, tetapi juga sarana pendidikan karakter dan pemberdayaan ekonomi berbasis budaya.

“Tradisi Minangkabau tidak pernah berdiri sendiri. Musik, tari, dan sastra saling menyatu membentuk identitas nagari. Melalui sinergi itu, kita ingin menumbuhkan generasi muda yang kreatif, berakar pada adat, tapi mampu berinovasi sesuai zaman,” ujar Zami Sofa dalam sesi bincang budaya tersebut.
Program Music Preneur ini menjadi ruang kolaborasi antara RRI Bukittinggi dan Parik Paga Nagari Kurai dalam mengangkat potensi lokal. Dalam sesi tersebut, Zami Sofa menampilkan sejumlah karya musik dan tari garapan anak muda Kurai yang memadukan unsur tradisi dan kontemporer sebuah refleksi dari semangat “Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah” dalam bentuk ekspresi seni.

Apresiasi atas kontribusi seorang Zami Sofa, Parik Paga Nagari Kurai (PPNK) dalam menghidupkan kesenian nagari melalui program yang kreatif dan edukatif. “Program Music Preneur bukan sekadar hiburan, tetapi wadah untuk mempertemukan pelaku budaya, akademisi, dan generasi muda dalam semangat kemandirian budaya. Kehadiran tokoh seperti Zami Sofa memperkuat jembatan antara tradisi dan inovasi,” ungkapnya.
Melalui Parik Paga Nagari Kurai, Zami Sofa telah menginisiasi berbagai kegiatan seni berbasis masyarakat, seperti pelatihan tari dan musik tradisi, festival budaya Kurai, hingga pembinaan generasi muda agar memahami filosofi gerak dan nada Minangkabau. Upaya itu, menurutnya, adalah bagian dari misi besar melestarikan sambil menghidupkan menjaga akar budaya namun tetap menumbuhkan tunas baru dalam dunia seni.
“Seni itu bukan sekadar pertunjukan, tapi cara kita merawat jati diri dan memperkenalkan nilai Minangkabau ke dunia. Menari di irama tradisi berarti menyatu dengan makna hidup, memahami ritme alam, dan menempatkan diri dalam harmoni,” tambah Zami Sofa dengan nada penuh refleksi.
sosok pria Kurai yang menderapkan “Langkah Kurai” komposisi yang memadukan irama talempong, ritme gendang sarunai, dan gerak tari pasambahan. Penampilan tersebut mendapat apresiasi hangat dari audiens yang hadir di studio dan pendengar RRI Bukittinggi.
Sebaris Makna di Balik Irama
Program Music Preneur kali ini tidak hanya mempertemukan seniman dan penikmat budaya, tetapi juga memperkuat pesan bahwa tradisi adalah sumber inovasi. Melalui semangat Parik Paga Nagari Kurai yang diusung Zami Sofa, RRI Bukittinggi berhasil menghadirkan perbincangan yang tak hanya menghibur, tetapi juga mencerdaskan bahwa musik dan tari adalah dua denyut yang meneguhkan identitas Minangkabau di tengah arus globalisasi.(iman chaniago)







