Padang, infosumbar24.com – 4 Mei 2025 – Dalam rangka memperingati World Asthma Day yang jatuh pada bulan Mei setiap tahunnya, Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyakit asma serta cara penanganannya yang tepat.
Kegiatan ini dilaksanakan di area Car Free Day Kota Padang, tepatnya di halaman Restoran Sato, yang menjadi salah satu titik kumpul masyarakat saat akhir pekan. Lokasi ini dipilih untuk menjangkau lebih banyak warga secara langsung dalam suasana santai dan terbuka.
Berbagai rangkaian kegiatan dilaksanakan, di antaranya Senam Paru Sehat, Penyuluhan tentang asma, Pemeriksaan fungsi paru (spirometri), serta Konsultasi kesehatan paru bersama dokter spesialis.
Kegiatan ini melibatkan tim dari Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FK Unand, termasuk dokter spesialis paru, residen, dan mahasiswa kedokteran.
Dalam sesi penyuluhan utama, dr. Deddy Herman, Sp.P(K), memberikan edukasi kepada peserta mengenai penyebab dan pencetus asma, seperti alergen (zat pemicu alergi) termasuk debu, stres, makanan tertentu, dan bahkan olahraga. Beliau menjelaskan bahwa asma merupakan penyakit kronis yang dapat dikontrol dengan baik bila penderita memahami pemicunya dan mengikuti pengobatan secara rutin.

“Pengobatan asma bukan untuk menyembuhkan, tapi bertujuan mencegah serangan atau kekambuhan, serta mencegah agar asma tidak semakin berat,” jelas dr. Deddy.
Ia juga menekankan pentingnya kepatuhan pasien dalam menggunakan inhaler sesuai anjuran, karena banyak kasus kekambuhan disebabkan oleh penghentian obat secara sepihak.
Ia membantah mitos yang menyebutkan inhaler membuat ketergantungan, dan justru menjelaskan bahwa penggunaan yang tepat akan membantu pasien menjalani hidup lebih aktif dan produktif.
Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FK Unand, dr. Afriani, Sp.P(K)-Onk, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata institusi akademik dalam mendekatkan layanan kesehatan ke masyarakat serta mendorong deteksi dini dan pengelolaan asma yang lebih baik.
“Acara ini terselenggara atas kerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas. Kami sangat mengapresiasi dukungan yang diberikan, karena kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memperluas jangkauan dan dampak dari kegiatan edukatif kami,” ujar dr. Afriani.
Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat yang hadir di area Car Free Day. Salah satu peserta, Ibu Yuliana (45), mengaku sangat terbantu dengan edukasi yang disampaikan. “Saya jadi lebih paham bahwa asma itu tidak boleh dianggap sepele dan harus dikontrol secara rutin,” tuturnya.
World Asthma Day diperingati setiap tahun pada Minggu pertama pertama bulan Mei sebagai bagian dari upaya global meningkatkan kesadaran tentang asma, penyakit pernapasan kronis yang masih menjadi tantangan besar di berbagai negara, termasuk Indonesia.
(*)






