MAN 1 Bukittinggi Gelar Seminar Nasional Well-Being Gen-Z, Dorong Penguatan Layanan Konseling Madrasah
Bukittinggi,Infosumbar24.com | Dalam upaya meningkatkan mutu layanan konseling di Madrasah, MAN 1 Bukittinggi menjadi tuan rumah seminar dan Workshop Nasional Well-Being Gen-Z dengan tema ” Peran guru BK dalam menguatkan Well-being Gen-Z di Madrasah”.
Berlangsung selama dua hari sejak Rabu (19/11), kegiatan ini dihadiri oleh guru Bimbingan Konseling dari berbagai madrasah di Sumatera Barat.
Berdasarkan surat tugas resmi yang diterbitkan oleh kantor wilayah Kementerian Agama propinsi Sumatera Barat, guru BK MAN 1 kota Bukittinggi diberi amanah untuk mengikuti kegiatan ini sebagai bentuk peningkatan kompetensi profesional guru BK khususnya dalam menghadapi tantangan kesejahteraan psikologis (Well-being) peserta didik Gen-Z di lingkungan madrasah.
Kegiatan seminar dan Workshop Nasional ini turut dihadiri oleh Kabid Penmad Kanwil Kemenag Sumbar H.Hendri Pani Dias S.At, M.A yang hadir mewakili Kakanwil Kemenag Sumatera Barat.
Turut juga hadir Kakan Kemenag kota Bukittinggi H.Eri Iswandi M.A dan Kepala MAN 1 Bukittinggi Zulfadhli Alfa S.P serta panitia dan guru BK dari berbagai Madrasah Aliyah.
Seminar Workshop ini membahas berbagai pendekatan konseling modern, strategi pendampingansiswa, serta penguatan peran guru BK dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman,nyaman dan sehat secara emosional.
Disini para peserta juga mendapatkan kesempatan mengikuti sesi diskusi,berbagi pengalaman serta praktik penanganan kasus berbasis literasi digital dan perkembangan psikologis remaja.
Kepala Sekolah MAN 1 Bukittinggi Zulfadhli Alfa S.P ketika diwawancarai media menyampaikan dan berharap dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan guru BK dapat semakin terampil dalam mendampingi siswa menghadapi dinamika kehidupan belajar, perkembangan teknologi erta tantangan sosial yang dihadapi generasi Z.
Kepala sekolah MAN 1 Bukittinggi Zulfadhli Alfa S.P (peci hitam).
Kegiatan ini turut memberikan warna positif dengan kehadiran peserta yang begitu antusias mengikuti setiap materi sesi sesi lain diacara ini.
Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring profesional guru BK serta meingkatkan kapasitas dalam memberikan layanan konseling yang lebih relevan dengan kebutuhan peserta didik. (iman Ch)







