Beny Yusrial S.IP. MM: Politikus dan Senator Ulung dari Rahim Angkatan 1996 SMA Birugo

Beny Yusrial S.IP. MM: Politikus dan Senator Ulung dari Rahim Angkatan 1996 SMA Birugo

Beny Yusrial S.IP. MM: Politikus dan Senator Ulung dari Rahim Angkatan 1996 SMA Birugo

 

Bukittinggi,Infosumbar24.com | Menjelang Baralek Gadang ke-170 Sekolah Radjo tanggal 29-30 Mei ini, satu nama bergerak tanpa banyak suara namun tidak asing disemua alumni lintas generasi.

Beny Yusrial, S.IP., M.M., alumni jurusan IPS Kweekschool Birugo (sekarang SMA Negeri 2 Bukittinggi) angkatan 1996.

Senator yang sesungguhnya punya rekam jejak yang langka untuk seorang politikus yang pastinya tidak bisa dipandang remeh.

Lepas dari mengenyam pendidikan di SMA Birugo beliau melanjutkan S1 di Universitas Padjajaran konsentrasi ilmu politik dan S2 di Dharma Andalas.

Dua periode memimpin sebagai Ketua DPRD Kota Bukittinggi 2015-2020 dan 2020-2024 (saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Bukittinggi).Posisi yang menuntut kecermatan membaca situasi dan ketegasan mengambil keputusan.

Di dunia politik lokal suami dari Ria Amelia ini dikenal sebagai kader matang dari Partai Gerindra partai yang menuntut loyalitas sekaligus ketahanan dalam dinamika kekuasaan.

Namun yang membuatnya menonjol bukan sekadar jabatan melainkan gaya.

Di tengah kultur politik yang kerap riuh oleh retorika, Beny memilih jalur berbed yaitu minim bicara, maksimal kerja.

Dalam konteks “Baralek Gadang” agenda besar yang mempertemukan bermacam lini dari semua nostalgia, dan kepentingan lintas generasi peran seperti ini menjadi krusial. Beny tidak tampil sebagai figur seremonial ia bekerja di ruang sunyi, merapikan komunikasi, meredam potensi friksi, dan memastikan setiap simpul bergerak dalam satu irama.

Sumber di lingkar alumni menyebut, Beny punya pendekatan yang tak konfrontatif tapi efektif.

Angkatan 1996 sendiri dikenal solid dan memiliki pengaruh kuat dalam jejaring alumni, namun Beny tidak memanfaatkan itu untuk tampil dominan. Ia justru memainkan peran taktis mengunci stabilitas tanpa memicu resistensi.

Di tengah gegap gempita persiapan figur seperti Beny sering luput dari sorotan tapi justru di situlah letak kekuatannya. Ia tidak mencari panggung tapi Beny memastikan panggung tetap berdiri.

Baralek Gadang ke-170 mungkin akan dikenang karena kemeriahannya namun di balik itu, ada kerja senyap yang menjaga semuanya tetap utuh dan Beny Yusrial berdiri di sana seakan jauh.

Berdiri untuk tetap tenang, terukur dan pastinya tetap seperti dulu Beny yusrial 30 tahun yang lalu.(imanchaniago)