Ramlan Tutup Perayaan 100 Tahun Jam Gadang dengan Rekor 41.790 Porsi Kuliner Gratis, Bukti Kepemimpinan yang Mampu Menggerakkan Publik Tanpa APBD

Ramlan Tutup Perayaan 100 Tahun Jam Gadang dengan Rekor 41.790 Porsi Kuliner Gratis, Bukti Kepemimpinan yang Mampu Menggerakkan Publik Tanpa APBD

Bukitinggi,Infosumbar24.com | Tidak banyak kepala daerah yang mampu mengubah peringatan sejarah menjadi gerakan publik berskala besar. Namun itulah yang ditunjukkan Wali Kota Bukittinggi, H.Ramlan Nurmatias,SH Dt Nan Basa dalam puncak perayaan 100 Tahun Jam Gadang.
Minggu (21/6/2026), kawasan Jam Gadang dipadati puluhan ribu bahkan diperkirkan ratusan ribu warga.

Mereka datang bukan hanya untuk menyaksikan perayaan, tetapi ikut merasakan manfaatnya secara langsung melalui Festival Kuliner Tradisional Gratis yang menjadi penutup rangkaian satu abad ikon kebanggaan Kota Bukittinggi itu.
Jika target awal hanya 20 ribu porsi, realisasi di lapangan mencapai 41.790 porsi.
Angka itu bukan sekadar statistik tetapi dibaliknya terdapat kemampuan membangun kepercayaan, mengonsolidasikan dukungan dan menggerakkan partisipasi berbagai elemen masyarakat.
Yang lebih menarik, seluruh makanan yang disajikan tidak menggunakan APBD.

Pemerintah Kota Bukittinggi berhasil menghimpun dukungan dari donatur, pelaku usaha, tokoh masyarakat dan perantau Minangkabau. Sebuah capaian yang menunjukkan tingginya kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Ramlan Nurmatias.
Di saat banyak daerah mengandalkan anggaran pemerintah untuk menggelar kegiatan besar, Bukittinggi justru menunjukkan model berbeda.

Pemerintah hadir sebagai penggerak, sementara masyarakat menjadi kekuatan utama yang menopang suksesnya acara.
Keberhasilan Festival Kuliner Tradisional Gratis sekaligus menutup rangkaian peringatan 100 Tahun Jam Gadang yang dalam beberapa hari terakhir berlangsung semarak.
Mulai dari seminar nasional dan internasional, diskusi sejarah, pertunjukan seni budaya hingga festival rakyat, seluruh agenda berjalan dengan partisipasi masyarakat yang tinggi.

Bagi banyak pihak, keberhasilan ini menjadi indikator bahwa Ramlan tidak hanya membangun infrastruktur fisik kota, tetapi juga berhasil membangun modal sosial masyarakat.
Modal sosial itulah yang terlihat ketika ribuan warga, pelaku UMKM, donatur dan perantau bergerak dalam satu tujuan yang sama, menyukseskan perayaan satu abad Jam Gadang.
“Kegiatan ini dari kita untuk kita. Yang dibutuhkan adalah solidaritas, kepedulian, semangat berbagi dan kesabaran,” kata Ramlan.

Peringatan 100 Tahun Jam Gadang akhirnya bukan hanya menjadi perayaan usia sebuah bangunan bersejarah. Momentum ini berubah menjadi panggung yang memperlihatkan bagaimana kepemimpinan mampu menghadirkan kebanggaan kolektif, memperkuat identitas daerah dan menggerakkan masyarakat dalam skala besar.

Ludesnya 41.790 porsi kuliner tradisional di jantung Kota Bukittinggi menjadi penanda bahwa perayaan ini berhasil menyentuh masyarakat secara langsung. Dan di balik keberhasilan itu, nama Ramlan Nurmatias menjadi figur yang paling banyak mendapat apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan peringatan 100 Tahun Jam Gadang.
(iman chaniago)

You cannot copy content of this page