H. Syaiful Efendi L.c, MA dan Ikhtiar Menjaga Generasi Qur’ani, Pokir Rp100 Juta untuk Markaz Ash-Habil Qur’an Pakan Kurai
H. Syaiful Efendi L.c, MA dan Ikhtiar Menjaga Generasi Qur’ani, Pokir Rp100 Juta untuk Markaz Ash-Habil Qur’an Pakan Kurai
Bukittinggi,Infosumbar24.com | Bagi Ketua DPRD Kota Bukittinggi H. Syaiful Efendi, Lc., MA, keberpihakan terhadap pendidikan Al-Qur’an tidak cukup diwujudkan melalui kata-kata tapi harus ada langkah nyata, dukungan yang terukur dan keberanian untuk memastikan para penghafal Al-Qur’an mendapatkan ruang yang layak untuk belajar dan berkembang.
Komitmen itulah yang ditunjukkan Syaiful Efendi melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) sebesar Rp100 juta yang diperuntukkan bagi pengembangan Markaz Ash-Habil Qur’an Pakan Kurai.

Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian Syaiful Efendi terhadap pendidikan berbasis Al-Qur’an.
Syaiful memandang, mendukung lembaga yang membina para penghafal Al-Qur’an berarti ikut mengambil bagian dalam menyiapkan generasi yang memiliki ilmu sekaligus fondasi akhlak.
“Insya Allah gedung ini menjadi saksi atas perjuangan kami untuk para penghafal Al-Qur’an di Markaz Ash-Habil Qur’an Pakan Kurai dan hari ini serah terima Pokir sebesar Rp100 juta. Semoga bermanfaat untuk dunia pendidikan, terutama dalam pengembangan pendidikan berbasis Al-Qur’an,” ujarnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan cara pandang Syaiful Efendi terhadap fungsi perjuangan di ruang publik karena baginya, jabatan bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah untuk menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Sebagai Ketua DPRD, Syaiful Efendi memilih memberikan perhatian pada salah satu fondasi penting pembangunan manusia.
Pendidikan Al-Qur’an menjadi bagian yang menurutnya tidak boleh kehilangan tempat di tengah derasnya perubahan zaman.
Ia menyadari bahwa pembangunan sebuah gedung mungkin dapat diselesaikan dalam waktu tertentu namun, membangun manusia membutuhkan waktu, kesabaran dan kesinambungan.
Karena itu, dukungan terhadap Markaz Ash-Habil Qur’an tidak dipandangnya hanya sebagai pembangunan sarana.
Di balik bantuan tersebut terdapat harapan agar anak-anak yang belajar dan menghafal Al-Qur’an memiliki tempat yang nyaman untuk menuntut ilmu dan tumbuh menjadi generasi yang bermanfaat.
Syaiful Efendi juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kecerdasan dan akhlak.
Menurutnya, generasi masa depan harus memiliki kemampuan menghadapi perkembangan zaman, namun tetap memiliki pegangan nilai yang kuat.
“Semoga bantuan ini memberikan manfaat dan menjadi bagian dari perjuangan kita bersama dalam mengembangkan pendidikan berbasis Al-Qur’an,” harapnya.
Bagi Syaiful Efendi, apa yang dilakukan hari ini bukan sekadar tentang angka Rp100 juta.
Nilai yang jauh lebih besar adalah harapan yang dititipkan di baliknya agar semakin banyak anak-anak mencintai Al-Qur’an, menghafalnya, memahami pesan-pesannya dan mengamalkannya dalam kehidupan.
Gedung mungkin menjadi saksi, namun generasi Qur’ani yang lahir dari sana kelak akan menjadi jawaban atas perjuangan.
(imanchaniago)






