Ekpose Aksi Iklim : GAW Tanda Tangan Kerjasama Dengan Universiras Fort de Kock Bukittinggi

Bukittinggi, infosumbar24.com
Aksi-aksi iklim dan komitmen ini terus dikawal, mulai dari sekarang sampai setidaknya lima tahun ke depan. Berdasarkan pengamatan WRI Indonesia, setidaknya ada tujuh isu keberlanjutan di Indonesia yang harus menjadi perhatian pemerintah, untuk itu GAW Koto Tabang berkolaborasi dengan Universitas Fort de Kock telah mengadakan Aksi iklim ke Nagari Nagari.

Dr.sugeng Nugroho.M.Si Kepala GAW Kito Tabang mengatakan, ” litarasi untuk generasi muda merupakan kolaborasi GAW dengan Universitas Fort de Kock, yang bertujuan meningkatkan aksi aksi iklim serta tanggap dengan mitigasi kebencanaan yang telah di sosialisasikan selama di lapangan, tentang aksi iklim ini”.

“Adapun nagari yng telah di laksanajanan aksi iklim ini yaitu Kamang magek, Kapau, Balai gurah, Biaro Gadang, Panampuang, Batu Taba, Lambah, kita berharap adanya KKN ini mitigasi dan aklim ini bisa menjadi solusi” ungkapnya

Kepala BMKG Sumbar, ” Sesunguhnya perubahan iklim sudah sering terjadi, dengan adanya kolaborasi bersama Universitas Fort de Kock ini dapat mengidentifikasi dan mendorong upaya kolaboratif untuk menemukan solusi efektif di Nagari”. Ungkapnya

Lebih lanjut Dr.Hj.Evi Hasmita S.Pd,Ns, M.Kes, mengatakan, “Ini sudah menjadi progres ke depan bersama GAWA Koto Tabang adannya aksi iklim ini dapat memprotect diri nya dalam keadaan bencana, tentu kita berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan tentang literasi iklim ini, serta dapat mengimplementasikan ke kelompk masyarakat bagaimana perubahan iklim ini”.

“Harapannya kerjasama ini tetap terjalin dengan membentuk team work yang kuat antara dosen dan mahasiswa, sehingga bisa turun guna mengedukasi masyarakat, tentang bagaimana mitigasi bencana ”

Marzuki Kepala BMKG Pusat menjelaskan, ” Tahun 2023 merupakan terpanas berdasarkan pantauan GAW dan kesepakatan paris, artinya kenaikan temperatur sudah di ambabg batas untuk kita respon dalam kontek perubahan iklim”

“Melalui sosialisasi dengan adik adik Gen Z ini dapat memahami status perubahan iklim, dalam kurun waktu 20 tahun mendatng adik 2 mahasiswa dapat memberikan kebijakan kebijakan bagsimana aksi iklim dan mitigasi” terang Marzuki.

Kegiatan ini berlanjut dengan memberikan materi dari BMKG tentang bagaimana aksi iklim dan mitigasi bencana, serta bagaimana memonitiring kualitas udara dan mahasiswa dapat mengimplementasikan terhadap masyarakat.

(*)

 

 

 

 

 

 

You cannot copy content of this page