KUA Guguk Panjang Gelar Istighosah, Dzikir, dan Doa Bersama untuk Kemaslahatan Bangsa

KUA Guguk Panjang Gelar Istighosah, Dzikir, dan Doa Bersama untuk Kemaslahatan Bangsa
Oplus_131074

 

Bukittinggi — Info Sumbar 24 | Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Guguk Panjang beserta seluruh jajaran melaksanakan istighosah, dzikir, dan doa bersama untuk kemaslahatan bangsa. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Masjid Aqabah Tarok Dipo, Senin (1/9/2025), sebagai tindak lanjut dari surat edaran Menteri Agama RI melalui Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Barat.

Kepala KUA Guguk Panjang, Yuridarsan, S.Ag, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pengurus masjid Aqabah dan seluruh jamaah yang hadir. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kondusifitas di tengah situasi bangsa yang sedang diuji dengan berbagai aksi anarkis di sejumlah daerah.

> “Adanya kebijakan pemerintah yang mungkin tidak sesuai dengan harapan masyarakat itu bisa saja terjadi. Namun, hal itu tidak boleh dibalas dengan tindakan merusak fasilitas umum ataupun merusak kenyamanan bersama. Mari kita jaga diri dan keluarga agar tidak ikut terprovokasi,” tegasnya.

Sementara itu, dalam taushiyahnya, Hairul Mukminin, S.Ag., MH menekankan bahwa rasa aman adalah salah satu nikmat besar yang harus disyukuri. Ia mengutip doa Nabi Ibrahim AS dalam Al-Qur’an:

> رَبِّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ

“Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya.” (QS. Al-Baqarah: 126).

Beliau juga menyampaikan hadits Rasulullah SAW yang menegaskan betapa pentingnya rasa aman dalam kehidupan:

> مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ، مُعَافًى فِي جَسَدِهِ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ، فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا

“Barang siapa di pagi hari merasa aman di tengah keluarganya, sehat jasmaninya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan dunia telah diberikan kepadanya.” (HR. Tirmidzi).

Hadits ini memberikan pesan mendalam bahwa tiga hal pokok—rasa aman, kesehatan, dan kecukupan pangan—adalah nikmat besar yang jika dimiliki, sama dengan memiliki seluruh kenikmatan dunia. Tanpa keamanan, kesehatan dan kesejahteraan tidak akan bisa dirasakan secara sempurna. Oleh karena itu, menjaga stabilitas bangsa dan negara merupakan tanggung jawab bersama seluruh umat, bukan hanya pemerintah semata.

Dalam konteks kehidupan berbangsa, aksi-aksi anarkis yang merusak fasilitas umum justru mengancam nikmat keamanan tersebut. Karena itu, umat Islam diimbau untuk senantiasa menjaga ketenangan, mengedepankan doa, serta mendukung kebijakan yang mendatangkan maslahat bagi masyarakat luas.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Dr. Ahmad Hamidi, MA, Penyuluh Agama Islam KUA Guguk Panjang. Suasana penuh kekhusyukan terasa ketika jamaah menundukkan kepala memohon pertolongan Allah SWT untuk kedamaian bangsa.

Kegiatan ini diikuti jamaah dengan penuh khidmat. Harapannya, momentum istighosah dan doa bersama ini semakin mempererat silaturahmi, memperkokoh persatuan, serta menjaga ketenteraman masyarakat di tengah tantangan bangsa.

*Ahmad Hamidi/ Iman Caniago