Pemko Bukittinggi Salurkan Insentif Rp7,782 Miliar untuk Guru Pendidikan Al-Qur’an dan Garin

Pemko Bukittinggi Salurkan Insentif Rp7,782 Miliar untuk Guru Pendidikan Al-Qur’an dan Garin

BUKITTINGGI, INFOSUMBAR24.COM |Pemerintah Kota Bukittinggi terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan dan pembinaan generasi Qurani. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Peningkatan Mutu Guru Pendidikan Al-Qur’an sekaligus penyerahan insentif Triwulan III Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Valmont, 2–6 November 2026.

Kegiatan ini diikuti sekitar 900 guru Pendidikan Al-Qur’an. Pada kesempatan tersebut, Pemko Bukittinggi menyerahkan insentif periode Juli hingga September 2026 kepada 840 penerima yang terdiri dari tenaga pendidik keagamaan serta garin masjid dan mushalla.

Adapun penerima insentif tersebut meliputi 78 guru FKPP (Forum Komunikasi Pondok Pesantren), 202 guru FKDT (Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah), 101 guru FKPA (Forum Komunikasi Pondok Al-Qur’an), 309 guru BKS, serta 150 garin masjid dan mushalla.

Secara keseluruhan, anggaran yang dialokasikan Pemerintah Kota Bukittinggi untuk program insentif tahun 2026 mencapai Rp7,782 miliar. Anggaran tersebut terdiri dari Rp6,792 miliar untuk guru Pendidikan Al-Qur’an dan Rp990 juta untuk garin masjid dan mushalla.

Staf Ahli Pemerintah Kota Bukittinggi, Robby Novaldi, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari implementasi visi pembangunan Bukittinggi Gemilang, Berkeadilan dan Berbudaya.

Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan keagamaan menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk generasi masa depan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia, berlandaskan nilai-nilai agama serta budaya Minangkabau.

Pelatihan peningkatan mutu ini juga menjadi ruang penguatan kapasitas para guru dalam menjalankan peran strategisnya mendidik dan membimbing generasi muda agar semakin memahami, mencintai, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Program ini sekaligus menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak semata-mata diukur melalui pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga melalui investasi sumber daya manusia, penguatan karakter, dan pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat.

Para guru Pendidikan Al-Qur’an dan garin masjid maupun mushalla merupakan bagian penting dari mata rantai pembinaan umat. Peran mereka menjadi fondasi dalam menjaga keberlanjutan pendidikan agama serta membangun karakter generasi muda di Kota Bukittinggi.

Melalui program tersebut, Pemko Bukittinggi berharap kualitas pendidikan Al-Qur’an semakin meningkat dan sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik keagamaan, serta masyarakat terus terjaga demi mewujudkan Bukittinggi yang religius, berkarakter, dan berbudaya.

You cannot copy content of this page