Padang, infosumbar24.com — Antusiasme warga Padang terlihat jelas saat Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand) membuka stand konsultasi kesehatan paru dalam rangka memperingati World Asthma Day, Minggu (4/5), di area Car Free Day Kota Padang, tepatnya di halaman Restoran Sato.
Sejak pagi, masyarakat berbondong-bondong datang untuk mengikuti berbagai layanan kesehatan gratis yang disediakan, mulai dari senam paru sehat, penyuluhan tentang asma, pemeriksaan fungsi paru menggunakan spirometri, hingga konsultasi langsung dengan dokter spesialis paru.
Salah satu titik paling ramai adalah meja konsultasi, tempat masyarakat dapat berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis mengenai keluhan pernapasan, gejala asma, hingga penggunaan inhaler yang benar. Dalam sesi penyuluhan, dr. Deddy Herman, Sp.P(K), menjelaskan bahwa asma sering kali dipicu oleh berbagai faktor seperti alergen, debu, stres, makanan tertentu, bahkan olahraga.
“Pengobatan asma bertujuan untuk mencegah kekambuhan dan memperbaiki kualitas hidup. Banyak pasien yang belum sadar bahwa asma dapat dikendalikan dengan terapi yang tepat dan rutin,” jelas dr. Deddy. Ia juga menekankan bahwa penggunaan inhaler bukan membuat ketergantungan, tetapi justru membantu menjaga kestabilan pernapasan pasien.
Warga yang hadir tampak antusias dan aktif bertanya dalam sesi tanya jawab. Beberapa bahkan baru pertama kali mengetahui kondisi paru-paru mereka melalui pemeriksaan fungsi paru yang tersedia di lokasi.
dr. Afriani, Sp.P(K)-Onk, selaku Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FK Unand, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat dan hasil kerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas.
“Kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat, memberikan edukasi yang mudah dipahami dan pemeriksaan yang bisa jadi langkah awal untuk deteksi dini. Dukungan dari LPPM Unand sangat berarti dalam mewujudkan kegiatan ini,” ungkap dr. Afriani.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata dari sinergi antara akademisi dan masyarakat dalam menanggulangi penyakit kronis seperti asma yang prevalensinya terus meningkat.
Testimoni Masyarakat:
Ibu Azka (38), salah satu peserta yang mengikuti sesi konsultasi, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas layanan yang diberikan. “Saya merasa sangat terbantu dengan adanya stand konsultasi ini. Saya sudah lama merasa sesak napas, tapi baru sekarang saya tahu kalau itu bisa jadi gejala asma. Penjelasan dari dokter sangat jelas dan membantu saya memahami kondisi saya lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Ibu Yuliana (45) juga mengaku senang dapat memanfaatkan layanan ini. “Setelah mengikuti penyuluhan dan berkonsultasi, saya jadi tahu bahwa olahraga yang tepat juga penting untuk penderita asma. Saya juga jadi lebih percaya diri untuk menggunakan inhaler dengan benar,” ungkapnya.
(*)







