Integrasi Nilai Adat Minangkabau Melalui Partisipasi Parik Paga Nagari Kurai (PPNK) Dalam Pawai Alegoris HUT RI Ke-80 Bukittinggi
Bukittinggi,Infosumbar 24.com | Parik Paga Nagari Kurai (PPNK), sebagai lembaga tradisional yang merepresentasikan penjaga adat, moralitas, dan keamanan sosial dalam struktur masyarakat Minangkabau tampil memukau dalam formasi lengkap mengenakan pakaian adat dan pandeka.
Lebih dari lima puluh orang unsur Parik Paga membawa atribut-atribut simbolik adat disertai alunan tambua dalam acara pawai alegoris HUT RI ke-80 Kota BuKittinggi,senin (18/08/2025).
Rombongan pawai Parik Paga Nagari Kurai (PPNK) yang mengenakan baju seragam serba hitam menampilkan aksi pencak silat memuakau.
Dibawah kordinator M. Jamil Dt Panduko Nagari, mereka tidak hanya memperagakan aksi silek minang tapi sekaligus implementasi nilai-nilai kepahlawanan dan gotong royong,juga menyisipkan narasi edukatif mengenai peran Parik Paga dalam menjaga stabilitas sosial dan adat nagari.


Pawai alegoris tahun ini mengangkat tema “Bukittinggi Kota Perjuangan”, yang selaras dengan misi Parik Paga Nagari Kurai untuk merawat nagari sebagai kota bersejarah dalam proses perjuangan dalam dinamika kemerdekaan nasional. Melalui pertunjukan teatrikal dan narasi yang disampaikan selama pawai, Parik Paga mengajak anak kemenakan,generasi muda untuk memahami kembali pentingnya peran struktur adat dalam membentuk karakter bangsa.
Menurut Ketua Parik Paga Nagari Kurai (PPNK) Ade firman djambak SH.MH St Rajo Ameh, keikutsertaan Parik Paga Nagari Kurai tidak hanya bersifat seremonial tetapi juga memiliki makna semiotik yang mendalam. “Ini adalah bentuk artikulasi budaya lokal yang berusaha berdialog dengan wacana kebangsaan. Mereka tidak hanya hadir secara fisik, tetapi membawa serta nilai, makna, dan memori kolektif masyarakat adat,” ujar Ade yang juga seorang Pengacara ini.
Pemerintah Kota Bukittinggi mengapresiasi kontribusi Parik Paga Nagari sebagai bagian dari revitalisasi kebudayaan dalam peringatan kemerdekaan. Wali Kota Bukittinggi, dalam sambutannya, menyatakan bahwa pelibatan elemen-elemen adat dalam perayaan nasional adalah upaya konkrit untuk menjembatani antara identitas lokal dan nasional dalam bingkai NKRI.
Keikutsertaan Parik Paga Nagari Kurai menjadi contoh nyata bahwa pelestarian budaya tidak harus terpisah dari ruang-ruang negara. Justru dalam momentum seperti HUT RI, nilai-nilai lokal dapat menjadi kekuatan simbolik untuk memperkuat makna kemerdekaan yang kontekstual dan berakar pada masyarakat.(iman chaniago)







