Kemenag Sawahlunto Lakukan Studi Komparatif Program Pemberdayaan Ekonomi Umat ke KUA Guguk Panjang Bukittinggi
Bukittinggi, Infosumbar24.com – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Guguk Panjang Kota Bukittinggi menerima kunjungan jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sawahlunto dalam rangka studi komparatif program pengembangan ekonomi umat, Rabu 20 Agustus 2025.
Rombongan Kemenag Sawahlunto dipimpin oleh Kasi Pelaksana Zakat dan Wakaf, Ibu Ning Subekti, M.Pd., dan disambut langsung oleh Kasi Pelaksanaan Zakat dan Wakaf Kemenag Kota Bukittinggi, Bapak H. Amar Albar Antoni, S.HI., MH., bersama Kepala KUA Kecamatan Guguk Panjang, Bapak Yuridarsan, S.Ag.

Dalam sambutannya, H. Amar Albar Antoni menjelaskan bahwa program pengembangan ekonomi umat di KUA Guguk Panjang merupakan salah satu program unggulan yang lahir dari amanah Kemenag Pusat, dengan pendampingan langsung dari LAZ Al-Azhar pusat. “Alhamdulillah, hingga kini program ini berjalan lancar. Kesuksesan ini tentu berkat kerja sama semua pihak, mulai dari para penyuluh, pendamping dari LAZ Al-Azhar, hingga dukungan penuh Kepala KUA Guguk Panjang,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Pelaksana Zakat dan Wakaf Kemenag Sawahlunto, Ning Subekti, M.Pd., menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat keluarga besar KUA Guguk Panjang. Ia menuturkan bahwa kunjungan ini dilakukan atas rekomendasi Kanwil Kemenag Sumbar, mengingat Bukittinggi dinilai berhasil dalam mengelola program pengembangan ekonomi umat. “Selama ini kami sudah banyak menyalurkan dana, namun belum membuahkan hasil yang signifikan. Karena itu, kami datang untuk belajar langsung bagaimana pengelolaan dilakukan di sini,” ungkapnya.
Kepala KUA Guguk Panjang, Yuridarsan, S.Ag., dalam sambutannya menegaskan rasa syukur dan kebanggaannya atas kehadiran rombongan Kemenag Sawahlunto. “Kami merasa terhormat bapak dan ibu berkenan hadir di KUA Guguk Panjang. Mudah-mudahan silaturahmi ini membawa manfaat untuk kemaslahatan umat,” katanya dengan penuh kerendahan hati.
Acara silaturahmi ini juga dihadiri oleh para penyuluh agama Islam KUA Guguk Panjang, H. Gazali, S.Ag., MH., selaku penghulu, Ibu Mira selaku pendamping LAZ Al-Azhar, serta para penerima manfaat program. Suasana berlangsung hangat dengan sesi berbagi pengalaman para penerima manfaat yang tergabung dalam kelompok usaha “Rang Bukik.”

Ketua kelompok penerima manfaat, Ibu Sri, menyampaikan rasa syukur atas hadirnya program ini. “Saya sangat bersyukur dengan adanya program ini. Selain dibantu modal usaha, kami juga dibekali manajemen yang baik dan pengetahuan agama oleh bapak dan ibu penyuluh. Dulu, sebelum ikut program ini, saya sering terlibat dengan riba, padahal riba jelas dilarang dalam Islam. Usaha yang dijalani pun tidak berkembang. Alhamdulillah, sejak ikut program ini, usaha kami lebih terarah, berkembang, dan insyaAllah lebih berkah,” ujarnya.
Sementara itu, pendamping dari LAZ Al-Azhar, Ibu Mira, menambahkan bahwa program ini sejak awal dirancang dengan prinsip pemberdayaan. “Program ini dirancang untuk memberdayakan ekonomi umat. Sejak awal kita sudah membangun komitmen dengan calon penerima manfaat. Peserta yang lulus seleksi, selain berhak menerima bantuan, juga harus punya komitmen untuk mengembangkan usahanya. Karena itu setiap bulan kami lakukan monitoring dan evaluasi langsung ke lapangan. Kami juga selalu menekankan pentingnya manajemen usaha yang baik, pengelolaan keuangan, produksi, serta strategi pemasaran agar usaha para penerima manfaat dapat berkembang dengan lebih kokoh,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Muhammad Rum, S.Ag., salah seorang penyuluh agama Islam yang ikut mendampingi program pemberdayaan ini, juga menyampaikan pengalamannya. “Kita dari penyuluh ikut berkontribusi dalam pembinaan keagamaan, bagaimana menanamkan pemahaman agama. Bahwa Islam adalah agama yang sangat universal, mengatur seluruh aspek kehidupan. Maka kami mulai dari hal yang paling mendasar, seperti thaharah (bersuci) karena Islam mengajarkan kebersihan. Kemudian kami arahkan untuk memperbaiki ibadah dan aqidahnya, sehingga harapan kita kehidupan mereka semakin diberkahi oleh Allah SWT,” ungkapnya.
Kegiatan studi komparatif ini diakhiri dengan diskusi interaktif dan tanya jawab yang penuh keakraban. Kehangatan suasana silaturahmi tersebut menegaskan bahwa kolaborasi antara KUA dan LAZ dalam mengembangkan ekonomi umat bisa menjadi inspirasi dan model yang layak ditiru di berbagai daerah.

*Hamidi / Iman Caniago







