Dari Balingka dan Garegeh ke Amerika, Ossy Dermawan Orang Asing Pertama Lulusan Terbaik Akademi Militer Tertua AS yang Dipercaya Jadi Wakil Menteri
Padang, Infosumbar24.com | Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/BPN) Ossy Dermawan memiliki rekam jejak pendidikan dan karier yang mencatatkan sejarah di tingkat internasional. Ia tercatat sebagai orang asing pertama yang meraih predikat lulusan terbaik di Norwich University, akademi militer swasta tertua di Amerika Serikat.
Ossy Dermawan lahir di Jakarta pada 9 November 1976 dan berasal dari keluarga berdarah Minangkabau dengan akar di Balingka, Kabupaten Agam, serta Garegeh, Bukittinggi, Sumatera Barat. Ia merupakan alumnus SMA Negeri 8 Jakarta dan pernah mengikuti program pertukaran pelajar AFS ke Melbourne, Australia.
Pada akhir 1990-an, Ossy memutuskan meninggalkan pendidikan Akuntansi di Universitas Padjadjaran untuk menempuh jalur militer. Ia kemudian memperoleh beasiswa pendidikan ke Amerika Serikat melalui program yang saat itu diinisiasi oleh Prabowo Subianto, yang menjabat sebagai Danjen Kopassus.
Ossy melanjutkan pendidikan di Norwich University, Military College of Vermont, yang didirikan pada 1819. Pada tahun 2000, ia lulus dengan predikat Valedictorian atau lulusan terbaik. Prestasi tersebut menjadikannya warga negara asing pertama dalam lebih dari 200 tahun sejarah Norwich University yang meraih predikat akademik tertinggi.
Setelah menyelesaikan pendidikan, Ossy mengabdi di TNI Angkatan Darat selama sekitar 17 tahun. Ia tercatat pernah menjalani sejumlah penugasan, termasuk keterlibatan dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon.
Usai pensiun dari dinas militer, Ossy melanjutkan pengabdian di pemerintahan sipil. Ia dipercaya menjadi staf pribadi Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Selain itu, ia juga dikenal dalam dunia olahraga sebagai pengelola klub voli LavAni, yang berhasil menorehkan prestasi di kompetisi Proliga.
Saat ini, Ossy Dermawan menjabat sebagai Wakil Menteri ATR/BPN dan terlibat dalam perumusan serta pelaksanaan kebijakan pertanahan dan tata ruang nasional. Dengan latar belakang militer, pendidikan internasional, dan pengalaman manajerial, ia diharapkan dapat memperkuat kinerja kementerian dalam menangani isu-isu agraria di Indonesia.







