WPC Bukittinggi Kian Berkembang, Kanwil Kemenag Sumbar Beri Apresiasi dan Dukungan Penguatan

WPC Bukittinggi Kian Berkembang, Kanwil Kemenag Sumbar Beri Apresiasi dan Dukungan Penguatan
Oplus_131072

Bukittinggi — Infosumbar.com. Upaya pengembangan wakaf produktif di Sumatera Barat terus menunjukkan progres yang menggembirakan. Hal ini terlihat dari kunjungan Kepala Bidang Penerangan Islam, Zakat dan Wakaf Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Abrar Munanda, M.Ag, bersama tim ke lokasi Wakaf Produktif Center (WPC) Bukittinggi di Bateh Gadang, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Selasa (5/4/2026).

Kunjungan tersebut turut didampingi oleh jajaran Kankemenag Kabupaten Agam, di antaranya Penyelenggara Zakat dan Wakaf Mutia Farina serta Kepala KUA Kecamatan Palupuh, Hizra, S.Ag. Selain itu, rombongan juga didampingi oleh Wali Nagari Palupuh sebagai bentuk dukungan pemerintah nagari terhadap pengembangan wakaf produktif di wilayah tersebut. Kehadiran rombongan bertujuan untuk menjalin silaturahmi sekaligus melakukan peninjauan langsung terhadap perkembangan lahan wakaf produktif yang dikelola WPC.

Ketua WPC Bukittinggi, Fauzan Azim, S.HI., ME, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, perhatian dari Kanwil Kemenag Sumbar menjadi motivasi besar bagi tim WPC untuk terus bergerak dalam mengembangkan potensi wakaf produktif demi kemaslahatan umat. Dalam kegiatan itu juga hadir pembina yayasan Yuridarsan, S.Ag., MH, Sekretaris WPC Dr. Ahmad Hamidi, MA, serta Direktur WPC H. Randy Ade Putra, SE.

Dalam peninjauan lapangan, Abrar Munanda mengungkapkan rasa kagumnya terhadap perkembangan lahan wakaf seluas kurang lebih 7 hektar tersebut. Ia menilai pengelolaan yang dilakukan sudah mulai menunjukkan hasil nyata, dengan berbagai komoditas unggulan seperti kopi, alpukat, dan cabai rawit yang telah ditanam.

“Kami sangat mengapresiasi perkembangan yang ada. Ini adalah langkah konkret bagaimana wakaf dapat dikelola secara produktif. Ke depan, kami dari Kanwil Kemenag Sumatera Barat akan berupaya memberikan fasilitasi dan penguatan agar WPC semakin berkembang,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa wakaf produktif memiliki potensi besar dalam mendorong peningkatan ekonomi umat, sekaligus memperkuat sektor keagamaan, dakwah, dan pendidikan.
Sementara itu, pihak WPC berharap dapat diusulkan sebagai penerima dana Inkubator Wakaf Produktif (IWP) tahun 2026. Ketua WPC menegaskan bahwa seluruh persyaratan dan mekanisme siap dipenuhi, mengingat pengelolaan wakaf produktif membutuhkan dukungan pembinaan dan pendanaan yang memadai.

WPC Bukittinggi menargetkan dalam dua tahun ke depan mampu mandiri dan bertransformasi menjadi baitul maal yang produktif. Hasil pengelolaan wakaf diharapkan dapat disalurkan untuk berbagai program sosial, seperti bantuan bagi anak yatim, fakir miskin, beasiswa pendidikan, serta penguatan dakwah dan pemberdayaan ekonomi umat.

Lebih jauh, WPC juga membawa visi besar agar setiap nagari, lembaga keagamaan, lembaga adat, masjid, dan surau memiliki wakaf produktif. Dengan demikian, wakaf tidak hanya menjadi simbol ibadah, tetapi benar-benar hadir sebagai pilar ekonomi, pilar peradaban, dan pilar filantropi yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Insya Allah, ketika wakaf produktif tumbuh di setiap lini kehidupan umat, saat itulah kita akan merasakan keberkahan wakaf secara luas,” pungkasnya.

*Ahmad Hamidi