Ketua WPC Bukittinggi Hadiri International Waqf Conference 2025 Menguatkan Ekosistem Wakaf Menuju Pembangunan Berkelanjutan Indonesia

Ketua WPC Bukittinggi Hadiri International Waqf Conference 2025 Menguatkan Ekosistem Wakaf Menuju Pembangunan Berkelanjutan Indonesia

PadangInfosumbar24.com. Ketua Wakaf Produktif Center (WPC) Bukittinggi, Fauzan Azim, S.HI., M.E, bersama Sekretaris WPC yang juga Kepala KUA Guguak Panjang, Yuridarsan, S.Ag., M.H, menghadiri International Waqf Conference 2025 bertema “Waqf for Sustainable Development”, sebuah forum strategis berkelas global yang mempertemukan ulama, akademisi, pejabat tinggi negara, pemangku kepentingan wakaf, hingga pakar ekonomi syariah dari dalam dan luar negeri. Acara ini berlangsung di Truntum Hotel Padang, Sabtu (15/11/2025), sekaligus menandai peringatan 80 Tahun Provinsi Sumatera Barat dan 1 Abad Pondok Modern Darussalam Gontor, dua momentum penting bagi perjalanan sejarah pendidikan dan keumatan di Indonesia.

Konferensi ini menjadi pusat pertemuan gagasan dan inovasi, menghadirkan rangkaian presentasi, diskusi akademik, serta pemaparan hasil riset terkini mengenai penguatan wakaf sebagai instrumen pembangunan modern. Bagi WPC Bukittinggi, keikutsertaan ini menjadi bagian dari komitmen memperluas wawasan, jejaring, dan praktik terbaik (best practices) pengelolaan wakaf produktif.

Menag: Wakaf Adalah Instrumen Besar Peradaban

Dalam pidato pembukaan, Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A menyampaikan refleksi mendalam mengenai peran strategis wakaf dalam sejarah peradaban Islam maupun pembangunan sosial-ekonomi modern. Ia menegaskan bahwa wakaf bukan sekadar instrumen filantropi, melainkan pilar kokoh yang telah menopang kemajuan umat sepanjang sejarah.

“Dua peristiwa besar ini—80 tahun Sumatera Barat dan 1 abad Gontor—mengingatkan kita bahwa wakaf telah menjadi fondasi yang membentuk karakter, pendidikan, dan daya tahan masyarakat,” ujar Menag.

Gontor: Representasi Keampuhan Sistem Wakaf Pendidikan

Menag menjadikan Pondok Modern Darussalam Gontor sebagai contoh keberhasilan wakaf dalam membangun lembaga pendidikan modern yang mandiri, berwawasan global, dan berdaya saing tinggi. Gontor, yang tumbuh dari tanah wakaf, dinilai sebagai model institusi yang mampu menjawab tantangan zaman.

“Gontor bukan hanya sekolah; ia adalah lembaga peradaban yang lahir dari semangat wakaf. Wakaf telah melahirkan generasi yang tidak hanya intelektual, tetapi juga pemimpin umat lintas zaman,” tegasnya.

Pernyataan ini memperkuat pesan bahwa wakaf merupakan investasi sosial jangka panjang yang memiliki dampak multidimensi.

Potensi Besar Wakaf Nasional: Capaian dan Tantangan

Pada kesempatan itu, Menag memaparkan capaian penting dalam bidang perwakafan nasional. Indonesia kini memiliki lebih dari 278 ribu tanah wakaf yang telah bersertifikat BPN. Aset-aset tersebut menjadi fondasi lahirnya institusi pendidikan, rumah ibadah, fasilitas kesehatan, layanan sosial, serta berbagai pusat aktivitas masyarakat lainnya.

“Aset wakaf ini adalah urat nadi kehidupan umat. Di atas tanah wakaf berdiri madrasah, masjid, pesantren, rumah sakit, dan berbagai fasilitas yang setiap hari dimanfaatkan jutaan orang,” jelasnya.

Namun demikian, Menag menyoroti kesenjangan antara potensi dan realisasi pengelolaan zakat-wakaf nasional:

  • Potensi zakat maal: Rp 327 triliun
  • Realisasi pengumpulan zakat oleh Baznas: Rp 41 triliun
  • Potensi wakaf uang: Rp 180 triliun per tahun
  • Realisasi wakaf uang: baru sekitar Rp 3 triliun

Kesenjangan ini mencerminkan perlunya inovasi, profesionalisasi, dan digitalisasi pengelolaan zakat dan wakaf agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan.

Isu-Isu Strategis: Digitalisasi, Blockchain, GIS, hingga Profesionalisasi Nazhir

Beberapa isu kritis yang mengemuka dalam konferensi antara lain:

  • Rendahnya tingkat pemanfaatan aset wakaf nasional, yang baru mencapai 4%,
  • Kebutuhan mendesak digitalisasi sertifikat wakaf berbasis blockchain untuk meningkatkan transparansi,
  • Pemetaan aset wakaf nasional menggunakan teknologi GIS (Geographic Information System),
  • Penguatan kapasitas nazhir profesional sebagai pengelola wakaf yang adaptif terhadap tantangan ekonomi modern,
  • Integrasi zakat–wakaf dalam kerangka pembangunan SDM dan kesejahteraan sosial.

Para akademisi dari berbagai universitas terkemuka, seperti UI, UNAIR dan UGM, turut menyampaikan hasil riset yang menunjukkan bahwa wakaf memiliki potensi besar sebagai motor pembangunan ekonomi produktif melalui model-model pembiayaan inovatif.

Hadirkan Tokoh-Tokoh Internasional dan Nasional

Konferensi ini dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, yang menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan wakaf sebagai modal sosial pembangunan.

Acara ini juga dihadiri tokoh-tokoh terkemuka, di antaranya:

  • KH. Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan PM Gontor),
  • Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin (mantan Wakil Presiden RI),
  • Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani,
  • Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid,
  • Wakil Grand Syaikh Al-Azhar Muhammad Abdurrahman Ad Duwaini,
  • Ketua BWI Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin,
  • Ketua Baznas KH Noor Achmad,
  • Gubernur Bank Indonesia,
  • Komisioner BPKH,
  • Para rektor PTKIN, pejabat eselon I & II Kementerian Agama,
  • Delegasi foundation Malaysia, peneliti dari Timur Tengah, hingga tokoh lembaga internasional lainnya.

Kehadiran tokoh-tokoh tersebut memperkuat posisi konferensi ini sebagai forum global yang mendorong kolaborasi internasional dalam pengembangan wakaf produktif.

Hari Kedua: Praktik Global dan Perspektif Investasi Wakaf

Pada hari kedua, peserta mengikuti sesi-sesi mendalam mengenai praktik pengelolaan wakaf di berbagai negara, termasuk model investasi wakaf di Timur Tengah, Eropa, dan Asia Tenggara. Diskusi bersama Gubernur Sumatera Barat dan para akademisi nasional menyoroti strategi investasi wakaf yang berbasis sustainability, transparansi, dan akuntabilitas.

Konferensi kemudian ditutup dengan pernyataan bersama antara Gubernur Sumbar, Wakil Gubernur, dan Ketua BWI untuk memperkuat ekosistem wakaf melalui riset, inovasi digital, dan kemitraan strategis.

WPC Bukittinggi Siap Perluas Gerakan Wakaf Produktif

Keikutsertaan Ketua dan Sekretaris WPC Bukittinggi dalam forum internasional ini mempertegas komitmen lembaga tersebut dalam menguatkan perwakafan daerah. WPC Bukittinggi bertekad mengembangkan model wakaf produktif yang berbasis data, berorientasi pada pemberdayaan ekonomi, serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Di tengah dinamika globalisasi ekonomi syariah, WPC Bukittinggi memandang wakaf sebagai instrumen yang mampu menjadi motor pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan umat. (Ahmad hamidi).