IKB Pekanbaru Bersama Hasril Chaniago: Jejak Sejarah Menuju Gelar Pahlawan Nasional
Padang,Infosumbar24.Com | Nama Mr. Assaat Datuak Mudo kembali mencuat dalam ruang sejarah nasional.
Bukan sekadar mengenang masa lalu, perjuangan untuk mengusulkan tokoh asal Banuhampu tersebut sebagai Pahlawan Nasional kini memasuki tahapan pembahasan yang melibatkan pemerintah, akademisi, sejarawan, legislator dan masyarakat perantauan.
Di tengah proses tersebut, Hasril Chaniago bersama Ikatan Banuhampu (IKB) Pekanbaru tampil sebagai bagian penting dari tim pengusul yang terus mendorong agar rekam jejak perjuangan Mr. Assaat dikaji secara serius dan ditempatkan secara proporsional dalam sejarah perjalanan Republik Indonesia.
Pembahasan yang digelar Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat hari ini mempertemukan sejumlah tokoh dan kalangan akademisi untuk membedah berbagai aspek sejarah yang berkaitan dengan usulan tersebut.
Hadir sebagai narasumber Asril Chaniago, Prof. Dr. Wan Novri, Prof. Dr. Sudarman, Kepala Dinas Sosial Sumatera Barat Syaifullah, serta Anggota DPRD Sumatera Barat Refdinal, SH., MH.

Forum ini juga melibatkan sejumlah sejarawan dari Universitas Andalas (Unand) dan Universitas Negeri Padang (UNP). Kehadiran para akademisi dan sejarawan menjadi bagian penting dalam menguji, melengkapi dan memperkuat data sejarah yang menjadi dasar pengusulan.
Bukan Sekedar Mengenang Tapi Menguji Kembali Sejarah
Bagi Hasril Chaniago dan IKB Pekanbaru, perjuangan ini bukan sekadar mengangkat nama seorang tokoh dari masa lalu.
Ada pertanyaan sejarah yang ingin dijawab: sejauh mana jasa, perjuangan dan kontribusi Mr. Assaat telah ditempatkan dalam catatan sejarah nasional?
Karena itu, proses pengusulan tidak cukup hanya dengan narasi atau kebanggaan daerah. Rekam jejak tokoh harus disusun, diteliti dan diuji berdasarkan sumber sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Di sinilah peran akademisi dan sejarawan menjadi sangat penting.
IKB Pekanbaru sebagai tim pengusul membawa aspirasi masyarakat Banuhampu untuk mendorong proses tersebut berjalan secara serius, terukur dan sesuai mekanisme yang berlaku.
Hasril Chaniago: Sejarah Tidak Boleh BerhenriI di Ingatan
Kehadiran Uda Hasril Chaniago dalam forum tersebut menjadi bagian dari ikhtiar untuk memastikan perjuangan pengusulan tidak berhenti pada wacana.
Sejarah, bagi generasi hari ini, bukan hanya tentang mengingat siapa yang pernah hadir dalam perjalanan bangsa. Sejarah juga tentang bagaimana sebuah bangsa memberikan ruang yang layak bagi tokoh-tokoh yang memiliki peran dalam perjalanan republik.
Mr. Assaat sendiri tercatat pernah memegang posisi penting dalam perjalanan ketatanegaraan Indonesia pada masa Republik Indonesia Serikat.
Karena itu, pembahasan hari ini menjadi momentum untuk membuka kembali berbagai catatan sejarah tentang sosok tersebut secara lebih komprehensif.
IKB Pekanbaru Mendorong, Sejarawan Menguji Negara yang Menentukan
Proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional pada akhirnya bukan keputusan satu kelompok atau satu daerah.
Ada tahapan, kajian dan mekanisme yang harus dilalui.
Karena itu, langkah IKB Pekanbaru bersama Asril Chaniago menempatkan perjuangan ini pada jalur yang lebih substantif: menghadirkan dokumen, sejarah dan argumentasi yang dapat diuji oleh para ahli serta diproses melalui mekanisme negara.
Dari Banuhampu suara itu kini kembali diketuk bukan untuk mengubah sejarah, tetapi untuk memastikan sejarah Mr. Assaat Datuak Mudo tidak berhenti sebagai nama yang tersimpan dalam buku.
Kajian terus dikaji berdasarkan fakta, jasa dan kontribusinya bagi Republik Indonesia.
Perjuangan IKB Pekanbaru baru berada dalam proses namun satu hal telah dimulai dimana nama Mr. Assaat kembali dibawa ke meja kajian sejarah nasional.
(imanchaniago)


















