Ketua DPRD Bukittinggi H. Syaiful Efendi, LC,. MA Belasungkawa, Kenang H. Baharyadi Dt. Bijo Rajo Nan Putiah sebagai Sosok Baik dan Teladan
Bukittinggi,Infosumbar24.com | Kabar duka menyelimuti masyarakat Kota Bukittinggi dimana tokoh masyarakat sekaligus pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Bukittinggi, H. Baharyadi Dt. Bijo Rajo Nan Putiah, meninggal dunia pada Senin, 26 Oktober 2026, pukul 11.00 WIB di Rumah Sakit Madina Bukittinggi.
Kepergian almarhum menjadi kehilangan bagi masyarakat Bukittinggi, terutama bagi mereka yang pernah mengenal, bekerja bersama dan berinteraksi langsung dengan sosok yang telah mengabdikan diri dalam pemerintahan daerah tersebut.
Ungkapan belasungkawa disampaikan Ketua DPRD Kota Bukittinggi H. Syaiful Efendi, Lc., MA.
Syaiful mengenang almarhum sebagai pribadi yang baik, sosok yang meninggalkan kesan mendalam melalui interaksi dan hubungan kemasyarakatan selama ini.
“Sepanjang kami berinteraksi dengan beliau, kami bersaksi bahwa beliau adalah orang baik,” ungkap Syaiful Efendi.
Bagi Syaiful, ungkapan tersebut bukan sekadar penghormatan, melainkan juga bentuk kesaksian atas kebaikan yang dirasakan selama mengenal almarhum.
“Dalam pandangan Islam, kesaksian baik terhadap seseorang yang meninggal dunia merupakan bentuk penghormatan sekaligus doa.
Manusia tidak luput dari kekurangan dan kesalahan, tetapi kebaikan yang ditinggalkan menjadi pedoman dan kenangan berharga bagi orang-orang yang masih hidup” ujar Syaiful yang selain politisi juga seorang Da’i ini.
Almarhum H. Baharyadi Dt. Bijo Rajo Nan Putiah dikenal sebagai salah seorang tokoh masyarakat Bukittinggi yang pernah mengemban amanah penting dalam birokrasi pemerintahan.
Ia pernah menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bukittinggi dan mengakhiri pengabdiannya dengan menduduki jabatan Asisten I Pemerintah Kota Bukittinggi.
Perjalanan pengabdian tersebut menjadi bagian dari rekam jejak almarhum dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah. Pengalaman serta kiprahnya turut menempatkan almarhum sebagai sosok yang dikenal di lingkungan pemerintahan dan masyarakat kota Bukittinggi.
Namun, di tengah kabar duka ini Syaiful mengajak agar kepergian almarhum disikapi dengan doa dan keikhlasan.
Sebab dalam ajaran Islam, kematian merupakan kepastian yang mengingatkan setiap manusia bahwa jabatan, kedudukan dan kehidupan dunia pada akhirnya akan ditinggalkan.
Yang tersisa adalah amal perbuatan, kebaikan yang pernah dilakukan, serta doa dari orang-orang yang masih hidup.
“Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa beliau, mencurahkan rahmat-Nya kepada beliau, memudahkan segala urusannya, meringankan hisabnya, serta memasukkan beliau ke dalam surga-Nya bersama barisan orang-orang yang bertakwa,” tutur Syaiful dalam doa dan ungkapan belasungkawanya.
Doa tersebut menjadi penutup penghormatan bagi almarhum sekaligus pengingat bahwa ketika seseorang berpulang, kasih sayang, kesaksian atas kebaikan dan doa yang tulus menjadi ungkapan kemanusiaan yang paling bermakna.
Selamat jalan, H. Baharyadi Dt. Bijo Rajo Nan Putiah. Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilafnya dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga Allah SWT menganugerahkan ketabahan, kekuatan dan keikhlasan dalam menghadapi ujian ini.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un !.
(imanchaniago)


















