Cegah Kebakaran Sebelum Terjadi, Pemko Bukittinggi Ajak Warga Tingkatkan Kesadaran dan Kewaspadaan
Bukittinggi, Infosumbar24.com | Meningkatnya risiko kebakaran akibat kelalaian penggunaan listrik, kompor gas hingga pembakaran sampah mendorong Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan mengeluarkan himbauan kewaspadaan kepada masyarakat.
Pemerintah mengajak warga lebih peduli terhadap keselamatan lingkungan dan mulai menerapkan langkah pencegahan kebakaran sejak dini di rumah maupun tempat usaha.
Himbauan yang disampaikan pada Selasa (19/05/2026) tersebut tidak hanya sebagai peringatan, tetapi juga bentuk edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pencegahan kebakaran sejak dini. Pemerintah menilai sebagian besar kebakaran terjadi akibat kelalaian manusia yang sebenarnya dapat dicegah apabila masyarakat lebih disiplin dan peduli terhadap keselamatan lingkungan.
Salah satu penyebab kebakaran yang paling sering terjadi adalah korsleting listrik.
Masyarakat diminta secara rutin memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha. Kabel yang sudah tua, sambungan listrik yang bertumpuk, colokan berlebihan serta penggunaan perangkat elektronik tidak standar dapat memicu percikan api dan menyebabkan kebakaran.
Pemerintah menghimbau masyarakat menggunakan peralatan listrik yang telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) agar lebih aman digunakan.
Selain itu, warga juga diminta tidak membiarkan charger telepon genggam, rice cooker, dispenser, televisi, maupun alat elektronik lainnya tetap menyala ketika rumah ditinggalkan dalam keadaan kosong.
Dalam penggunaan kompor gas, masyarakat diminta lebih berhati-hati dan memastikan regulator serta selang gas terpasang dengan baik.
Setelah memasak kompor harus dipastikan benar-benar mati untuk menghindari kebocoran gas yang dapat memicu ledakan maupun kebakaran.
Selain faktor listrik dan gas, kebiasaan membakar sampah sembarangan juga menjadi perhatian pemerintah.
Pembakaran sampah secara terbuka dapat menyebabkan api merambat ke rumah warga, lahan kering, maupun bangunan di sekitarnya, terutama saat cuaca panas dan angin kencang.
Masyarakat juga diajak memahami langkah penanganan awal apabila terjadi kebakaran kecil di rumah. Pemerintah menganjurkan setiap rumah maupun tempat usaha memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Namun jika belum tersedia, warga dapat menggunakan alat sederhana seperti karung goni basah, handuk basah, selimut tebal, atau pasir untuk membantu memadamkan api sebelum membesar.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bukittinggi juga mengingatkan pentingnya menjaga akses jalan lingkungan agar mobil pemadam kebakaran dapat masuk dengan cepat saat terjadi keadaan darurat. Kendaraan yang parkir sembarangan di gang atau jalan sempit dapat menghambat proses penyelamatan dan memperbesar risiko kerugian.
Sebagai bentuk peningkatan edukasi masyarakat, pemerintah membuka kesempatan bagi sekolah, pengurus masjid, pelaku usaha, pengelola pasar, hingga kelompok masyarakat untuk berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bukittinggi dalam pelaksanaan sosialisasi, simulasi evakuasi, serta pelatihan penanggulangan kebakaran.
Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik apabila terjadi kebakaran dan segera menghubungi Posko Piket Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bukittinggi di nomor (0752) 31113.
Kecepatan informasi dan penanganan awal sangat membantu petugas dalam mengendalikan api agar tidak meluas.
Himbauan ini disampaikan atas nama Wali Kota Bukittinggi sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap keselamatan masyarakat.
Pemerintah berharap seluruh warga dapat bersama-sama membangun budaya disiplin, peduli, dan tanggap terhadap bahaya kebakaran demi terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua.
(iman chaniago)







