Gelar Peringatan Isra’ Mi’raj, Kemenag Bukittinggi Serukan Pesan Ekoteologi dan Pelestarian Alam

Gelar Peringatan Isra’ Mi’raj, Kemenag Bukittinggi Serukan Pesan Ekoteologi dan Pelestarian Alam

Gelar Peringatan Isra’ Mi’raj, Kemenag Bukittinggi Serukan Pesan Ekoteologi dan Pelestarian Alam

BUKITTINGGI – Infosumbar24.com
Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bukittinggi berlangsung penuh makna. Tidak sebatas seremonial keagamaan, momentum sakral ini dimaknai secara progresif sebagai titik tolak membangun kesadaran ekologis berbasis nilai-nilai Islam atau ekoteologi.

Kegiatan yang digelar di Aula Kantor Kemenag Kota Bukittinggi, Senin (19/01/2026), itu dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Bukittinggi, H. Eri Iswandi, didampingi Kasubbag Tata Usaha, Hj. Tri Andriani Djusair, serta seluruh jajaran pimpinan dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag setempat. Suasana khidmat terasa sejak awal acara, mencerminkan antusiasme peserta dalam menyambut peringatan peristiwa agung dalam sejarah Islam tersebut.

Dalam sambutannya, H. Eri Iswandi menegaskan bahwa Isra’ Mi’raj bukan sekadar peristiwa historis, melainkan sumber inspirasi untuk membangun karakter dan profesionalisme ASN. Menurutnya, esensi perjalanan spiritual Rasulullah SAW harus diinternalisasikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam pelaksanaan tugas pelayanan publik.

“Isra’ Mi’raj adalah spirit untuk memperbaiki kualitas ibadah, khususnya shalat, yang menjadi fondasi integritas dan etos kerja. ASN Kemenag harus menjadi teladan dalam kesalehan ritual sekaligus kesalehan sosial,” ujar Eri Iswandi.

Ia menambahkan, Islam sebagai agama yang kaffah tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga relasi manusia dengan sesama dan alam. Oleh karena itu, kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian tak terpisahkan dari tanggung jawab keimanan.

“Menjaga alam adalah perintah agama. Kita dituntut menjadi hamba Allah yang tidak hanya rajin beribadah, tetapi juga peduli terhadap kelestarian lingkungan sebagai amanah bersama,” tegasnya

Dr. Ahmad Hamidi: Iman Harus Berwajah Ekologis

Puncak peringatan diisi dengan tausyiah inspiratif dari Dr. Ahmad Hamidi, MA, Penyuluh Agama Islam KUA Guguak Panjang. Dalam ceramahnya, Ahmad Hamidi mengangkat tema “Pesan Ekoteologi dalam Peristiwa Isra’ Mi’raj”, sebuah perspektif yang jarang dikaji namun semakin relevan di tengah krisis iklim global.

Dengan gaya tutur yang komunikatif, ia mengajak para peserta merenungi makna perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha. Menurutnya, perjalanan agung tersebut bukan hanya simbol ketinggian spiritual, tetapi juga pesan tentang harmoni kosmik antara Tuhan, manusia, dan alam semesta.

“Isra’ Mi’raj mengajarkan kita bahwa iman tidak boleh berhenti di sajadah. Keimanan sejati harus terwujud dalam sikap menjaga dan memakmurkan bumi sebagai amanah kekhalifahan,” ungkap Ahmad Hamidi.

Ia menyoroti bahwa berbagai bencana alam, perubahan iklim ekstrem, hingga pencemaran lingkungan yang terjadi saat ini merupakan refleksi dari krisis spiritual manusia modern.

“Kerusakan alam yang kita saksikan hari ini sejatinya cermin dari rusaknya nilai spiritual. Ketika manusia lupa bahwa alam adalah titipan Allah, maka eksploitasi terjadi tanpa batas,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa praktik sederhana dalam kehidupan sehari-hari sejatinya adalah bagian dari implementasi nilai Isra’ Mi’raj di era modern.

“Menjaga kebersihan, menghemat listrik dan air, menanam pohon, mengurangi sampah plastik, hingga memilah sampah rumah tangga—semua itu adalah bentuk ibadah ekologis. Inilah wujud nyata iman yang berwajah lingkungan,” jelasnya disambut anggukan para hadirin.

ASN Kemenag Diharapkan Jadi Pelopor Gerakan Lingkungan

Melalui peringatan ini, Kemenag Kota Bukittinggi berharap seluruh ASN mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Tidak hanya sebagai pelayan publik yang profesional dan berintegritas, tetapi juga sebagai pelopor gerakan pelestarian lingkungan berbasis nilai-nilai agama.

“Kami ingin ASN Kemenag menjadi role model dalam membangun budaya ramah lingkungan, dimulai dari kantor hingga ke lingkungan tempat tinggal,” ujar salah seorang panitia kegiatan.

Acara ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan dalam setiap langkah pengabdian serta harapan agar bumi tetap lestari untuk generasi mendatang. Suasana haru dan reflektif mengiringi penutupan kegiatan, menandai komitmen bersama untuk menjadikan Isra’ Mi’raj sebagai momentum transformasi spiritual dan ekologis.