Bukittinggi – Infosumbar24.com — Suasana haru menyelimuti prosesi pelepasan mahasiswa magang di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Guguk Panjang, Bukittinggi, Rabu (29/4/2026). Tiga mahasiswa Ma’had ‘Aly Parabek Bukittinggi resmi mengakhiri masa pengabdian mereka setelah menjalani program magang selama dua bulan.
Ketiga mahasiswa tersebut, yakni Raihan, Yunita Adriana, dan Sri Delvina, dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam mendukung berbagai kegiatan pelayanan keagamaan di KUA Guguk Panjang.
Kepala KUA Guguk Panjang, Yuridarsan, S.Ag., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi para mahasiswa selama menjalani masa magang. Ia menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa tidak hanya membantu pekerjaan administratif, tetapi juga membawa semangat baru dalam pelayanan kepada masyarakat.
“Selama dua bulan ini, kami merasakan betul manfaat kehadiran adik-adik mahasiswa. Mereka tidak hanya belajar, tetapi juga turut berkontribusi aktif dalam pelayanan keagamaan, mulai dari administrasi pernikahan, bimbingan keluarga sakinah, hingga kegiatan penyuluhan. Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki kesiapan yang baik untuk terjun ke tengah masyarakat,” ujar Yuridarsan.

Ia juga berharap pengalaman yang diperoleh selama magang dapat menjadi bekal berharga bagi para mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi keilmuan dan pengabdian di masa depan. “Kami berharap apa yang didapatkan di KUA ini menjadi pengalaman yang membekas dan dapat diaplikasikan di tengah masyarakat. Tetaplah menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin,” tambahnya.
Sementara itu, Mudir Ma’had ‘Aly Parabek, Taufik Hidayat, S.Th.I., M.Pd., yang hadir langsung menjemput mahasiswa, menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak KUA Guguk Panjang atas bimbingan dan kesempatan yang telah diberikan.
Ia menegaskan bahwa program magang merupakan bagian penting dalam membentuk karakter dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia nyata. “Kami sangat mengapresiasi KUA Guguk Panjang yang telah membimbing mahasiswa kami dengan penuh kesungguhan. Pengalaman lapangan seperti ini tidak bisa tergantikan oleh teori di kelas. Di sinilah mahasiswa belajar tentang realitas pelayanan umat,” ungkapnya.
Taufik Hidayat juga berharap kerja sama antara Ma’had ‘Aly Parabek dan KUA Guguk Panjang dapat terus berlanjut dan ditingkatkan di masa mendatang. “Kami berharap sinergi ini terus terjalin, karena kolaborasi antara lembaga pendidikan dan instansi pelayanan keagamaan sangat penting dalam mencetak kader ulama dan praktisi keagamaan yang profesional,” tuturnya.

Sementara itu, Hairul Mukminin, S.Ag., M.H., selaku pamong mahasiswa magang menuturkan bahwa proses pendampingan selama dua bulan tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pembentukan karakter dan etika pelayanan.
“Mahasiswa tidak hanya kami arahkan untuk memahami prosedur kerja di KUA, tetapi juga kami tekankan pentingnya integritas, keikhlasan, dan empati dalam melayani masyarakat. Alhamdulillah, ketiga mahasiswa ini menunjukkan perkembangan yang signifikan, baik dari segi keilmuan maupun kedewasaan sikap. Mereka mampu beradaptasi dengan dinamika pelayanan publik dan menunjukkan semangat belajar yang tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengalaman magang ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi mahasiswa dalam mengemban peran sebagai pelayan umat di masa mendatang. “Kami yakin, dengan bekal yang mereka miliki, mereka akan menjadi generasi yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial,” pungkasnya.
Acara pelepasan ditutup dengan doa bersama dan penyerahan simbolis mahasiswa kepada pihak Ma’had ‘Aly Parabek, yang berlangsung penuh kehangatan dan rasa kekeluargaan. Momen ini menjadi penanda berakhirnya masa magang sekaligus awal perjalanan baru bagi para mahasiswa dalam mengamalkan ilmu di tengah masyarakat.
*Hamidi







