Ibnu Asis Buka Mubes VI Himpunan Da’i dan Mubaligh, Khairunnas Tk Nan Saleh Resmi Terpilih Pimpin HDM Bukittinggi
Bukittinggi,Infosumbar24.com | Tuanku Nan Saleh resmi terpilih sebagai Ketua Himpunan Da’i dan Mubaligh Kota Bukittinggi ke-VI periode 2026-2030 dalam Musyawarah Besar (Mubes) VI yang digelar di Aula Balai Kota Bukittinggi, Minggu (17/5/2026).
Khairunnas terpilih melalui mekanisme voting yang diikuti seluruh peserta Mubes setelah forum musyawarah berlangsung dinamis.
Pemilihan tersebut sekaligus menandai berakhirnya masa kepengurusan sebelumnya dan menjadi titik awal konsolidasi baru organisasi dakwah tersebut di tengah tantangan sosial dan perkembangan era digital.
Mubes VI HDM mengangkat tema “Memperkuat Sinergi Dakwah yang Moderat, Profesional dan Berkelanjutan Menuju Bukittinggi Gemilang.”
Forum itu dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh agama, pimpinan lembaga Islam, serta para da’i dan muballigh dari berbagai kecamatan di Kota Bukittinggi.
Wakil Wali Kota Bukittinggi H. Ibnu Asis yang membuka kegiatan menegaskan bahwa peran muballigh tidak lagi terbatas pada mimbar-mimbar masjid, tetapi juga menjadi benteng moral masyarakat di tengah derasnya arus digitalisasi dan perubahan sosial.
“Pembangunan kota tidak cukup hanya membangun infrastruktur karena yang lebih penting adalah membangun mental, akhlak dan karakter masyarakat,” kata Ibnu Asis dalam sambutannya.
Ia menilai keberadaan HDM memiliki posisi strategis dalam menjaga nilai-nilai keislaman di Kota Bukittinggi yang selama ini dikenal memegang falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
Menurutnya, pemerintah membutuhkan sinergi kuat dengan para ulama dan muballigh untuk memperkuat program pembinaan umat, termasuk menghidupkan kembali fungsi surau sebagai pusat pendidikan agama dan pembentukan karakter generasi muda.
Ketua DPRD Kota Bukittinggi H. Syaiful Efendi dalam kesempatan itu mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di internal organisasi dakwah.
“Jangan sampai dakwah kehilangan arah karena kepentingan kelompok. HDM harus tetap menjadi rumah besar umat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi H. Irwan menyoroti tantangan dakwah di era media sosial yang dinilai semakin kompleks.
Menurutnya, para muballigh dituntut mampu menghadirkan dakwah yang menyejukkan sekaligus mampu menangkal pengaruh negatif yang berkembang di tengah masyarakat.
“Anak-anak hari ini hidup di tengah banjir informasi. Kalau tidak dibentengi dengan pendidikan agama yang kuat, generasi muda akan mudah kehilangan arah,” katanya.
Dalam laporan panitia, Ketua Mubes VI H. Afrizal menyebut forum tersebut bukan hanya agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga evaluasi terhadap perjalanan organisasi selama lima tahun terakhir.
Sementara itu, sebelum terpilih menjadi ketua definitif, Khairunnas Tuanku Nan Saleh yang sebelumnya menjabat Pelaksana Tugas Ketua HDM menegaskan bahwa organisasi itu sejak awal dibentuk sebagai wadah independen bagi para da’i dan muballigh di Kota Bukittinggi.
“HDM lahir untuk menyatukan para muballigh dalam satu barisan dakwah, bukan menjadi alat kepentingan politik,” tegasnya.
Mubes VI berlangsung hingga sore hari sebelum akhirnya forum menetapkan Khairunnas sebagai ketua terpilih periode 2026-2030. Kepemimpinan baru HDM diharapkan mampu memperkuat peran organisasi dalam menjawab persoalan umat, menjaga persatuan dan menghadirkan dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah.
(iman chaniago)







