Korps Mubaligh Muhammadiyah Bukittinggi Gelar Konsolidasi, Bangkitkan Semangat Dakwah yang Mencerahkan
Bukittinggi,Infosumbar24.com | Dalam semangat membangkitkan kembali gairah dakwah yang progresif dan berakar pada nilai-nilai Islam berkemajuan, Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Kota Bukittinggi sukses menggelar kegiatan konsolidasi dengan tema “Memperkuat Peran Mubaligh dan Memperluas Jangkauan Dakwah”. Kegiatan ini berlangsung di Rumah Makan Andaleh Bukittinggi yang dihadiri oleh para pengurus, anggota, pembina, serta tokoh-tokoh sentral Muhammadiyah.
Konsolidasi ini tidak sekadar menjadi ajang pertemuan rutin, namun juga momentum strategis untuk merumuskan arah baru gerakan dakwah Muhammadiyah di tingkat lokal, sekaligus membangun jaringan solidaritas di antara para mubaligh sebagai ujung tombak penyampai risalah Islam.
Hadir dalam acara ini sejumlah tokoh Muhammadiyah yang telah lama berkecimpung dalam dunia dakwah, seperti Buya H. Muhammad Hamidi, MS yang akrab disapa Abi Hamdi,Buya Drs. H. Metriadi, dan Buya H. Masdiwar, S.Pdi.
Kehadiran mereka memberikan nilai historis dan spiritual tersendiri bagi para peserta yang sebagian besar adalah mubaligh generasi baru.
Dalam sambutan pembukanya, Ketua Korps Mubaligh Muhammadiyah Bukittinggi, Dr. Ahmad Hamidi, MA menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas antusiasme para peserta yang hadir.
Dr Ahmad Hamidi MA menegaskan bahwa tantangan dakwah di era sekarang membutuhkan sinergi, komitmen, dan inovasi dari seluruh elemen dai Muhammadiyah.
“Melalui pertemuan ini, kita berharap muncul spirit baru dalam diri setiap mubaligh Muhammadiyah untuk terus menyuarakan Islam yang rahmatan lil ‘alamin,Islam yang mencerahkan dan membebaskan,” ujar Dr. Hamidi dalam nada penuh optimisme.
Lebih jauh beliau menegaskan pentingnya menjadikan dakwah sebagai gerakan sosial dan kultural yang mampu menjawab problematika umat secara nyata, tidak hanya dari mimbar ke mimbar, tapi juga dari akar rumput masyarakat.
Pertemuan ini juga menghasilkan sejumlah program konkret yang bertujuan memperkuat peran mubaligh Muhammadiyah di tengah masyarakat.
Adapun program-program tersebut diantaranya adalah pertemuan rutin bulanan sebagai forum silaturahmi dan berbagi materi dakwah, peningkatan kapasitas mubaligh melalui pelatihan dan penguasaan media dakwah digital dan diskusi isu-isu aktual agar para mubaligh memiliki perspektif tajam terhadap dinamika sosial-politik dan keagamaan.
Dalam.kesemoatan ini.juga dibahas revitalisasi pengajian cabang dan ranting yang sempat vakum agar kembali menggeliat serta penyusunan silabus dakwah sebagai pedoman bersama agar materi dakwah lebih sistematis dan berorientasi pada pembangunan umat.
Salah satu momen paling menginspirasi dalam acara ini adalah ketika Buya H. Muhammad Hamidi, MS (Abi Hamdi) diminta memberikan pesan dan pituah kepada seluruh peserta. Dengan penuh semangat, beliau membuka kisahnya tentang masa kejayaan dakwah Muhammadiyah di Bukittinggi beberapa dekade silam.
“Dulu, kalau orang mau mencari khatib Jumat atau penceramah, mereka akan datang ke dua tempat yaitu Masjid Raya Bukittinggi dan Masjid Baitul Jalal Muhammadiyah sebab itu menjadi pusatnya para mubaligh Muhammadiyah,” kenang beliau.
Beliau mengusulkan agar semangat dan tradisi itu kembali dihidupkan. Pertemuan mubaligh setiap hari Jumat di Masjid Baitul Jalal, sebagaimana yang dulu dilakukan perlu diaktifkan kembali, minimal untuk berbagi materi khutbah, berdiskusi, atau sekadar menyegarkan ukhuwah dakwah.
Tidak hanya itu, Abi Hamdi juga menekankan pentingnya pemahaman metode dakwah yang relevan dengan keragaman mad’u saat ini.
“Seorang dai tidak cukup hanya mampu menyampaikan ceramah, tetapi juga harus memiliki jama’ah binaan yang dibina secara terstruktur dan berkelanjutan” ujar beliau.
“Dai harus punya jama’ah, harus punya silabus, harus membina dengan kesabaran dan jangan pernah berhenti berdakwah meskipun kadang tidak didengar. Karena bagi saya, Muhammadiyah adalah organisasi dakwah, bukan sekadar organisasi amal,” tegasnya. !
Dengan semangat kebersamaan yang menyala, konsolidasi ini menjadi penanda bahwa Korps Mubaligh Muhammadiyah Bukittinggi siap melangkah lebih jauh. Bukan hanya sebagai pelengkap acara keagamaan, tapi sebagai agen perubahan yang membawa misi Islam berkemajuan ke tengah masyarakat.
Langkah ke depan adalah mengimplementasikan seluruh hasil konsolidasi ke dalam kerja nyata. Dari mimbar ke masyarakat, dari lisan ke aksi sosial, dari khutbah ke pembinaan jamaah karena semua demi cita-cita dakwah yang mencerdaskan dan membebaskan.(Hamidi)







