MUI Mandiangin Koto Selayan Gelar Konsolidasi: Menyiapkan Remaja Masjid Sebagai Pilar Peradaban

MUI Mandiangin Koto Selayan Gelar Konsolidasi: Menyiapkan Remaja Masjid Sebagai Pilar Peradaban

MUI Mandiangin Koto Selayan Gelar Konsolidasi: Menyiapkan Remaja Masjid Sebagai Pilar Peradaban

BUKITTINGGI – Infosumbar24.com. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS) sukses menyelenggarakan acara Pembinaan dan Konsolidasi Remaja Masjid se-Kecamatan MKS. Kegiatan yang berlangsung khidmat namun interaktif ini bertujuan untuk membangkitkan kembali peran strategis generasi muda di lingkungan masjid, kegiatan ini berlangsung pada hari Sabtu 27 Desember 2025 di Aula Gedung MUI Kota Bukittinggi.

Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Umum MUI Kota Bukittinggi, Ustadz H. Amar Albar Antoni, MH. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa remaja masjid adalah pilar utama dalam membangun peradaban masa depan. Ia mengingatkan para peserta bahwa sejarah Minangkabau mencatat lahirnya tokoh-tokoh besar bangsa yang lahir dari didikan surau dan masjid.
“Banyak tokoh nasional yang lahir dari tempaan masjid atau surau di Minangkabau, seperti Buya Hamka, Mohammad Hatta, hingga Agus Salim. Mereka bukan hanya pemimpin politik, tapi intelektual yang memiliki akar spiritual yang kuat,” ujar Ustadz Amar.

Senada dengan hal tersebut, Ketua MUI Kecamatan MKS, Ustadz Tasmijon, S.Ag, menjelaskan bahwa konsolidasi ini merupakan upaya nyata agar remaja kembali berperan aktif di tengah masyarakat. Menurutnya, fungsi masjid harus dikembalikan sebagai pusat pembentukan karakter.
“Masjid tidak hanya sarana ibadah ritual, tetapi tempat menempa generasi muda untuk menjadi pemimpin yang visioner. Kita ingin remaja tidak lagi canggung berbaur dan berkontribusi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan,” tegas Ustadz Tasmijon di hadapan 20 peserta perwakilan masjid se-Kecamatan MKS.

Hadir sebagai narasumber, Dr. Januar, M.Pd (Ketua Umum PD BKPRMI Kota Bukittinggi) dan Dr. Salman Tuangku Rajo, M.A (Wakil Ketua Pengadilan Agama Bukittinggi). Dalam membedah persiapan menjadi pemimpin masa depan, para pemateri mengutip hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim:
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ… وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللَّهِ
Artinya: “Ada tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tiada naungan selain naungan-Nya… (salah satunya adalah) seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allah.”

Kaitan hadis ini dengan remaja masjid sangat fundamental; remaja yang menghabiskan waktunya untuk memakmurkan masjid adalah mereka yang sedang mengasah kecerdasan spiritual dan emosional. Inilah modal utama untuk menjadi pemimpin yang amanah dan visioner di masa depan.

Dialog Interaktif: Membedah Problematika Remaja

Suasana menjadi lebih dinamis saat Dr. Salman Tuangku Rajo membuka sesi dialog interaktif. Para peserta tampak antusias menyampaikan ide serta pandangan mereka mengenai alasan mengapa remaja saat ini cenderung menjauh dari masjid.
Beberapa tanggapan menarik dari peserta antara lain:
1. Dominasi Gadget: Kegiatan masjid dinilai kalah menarik dibanding tren digital saat ini.
2. Kurangnya Ruang Kreativitas: Adanya anggapan bahwa remaja hanya dijadikan “petugas” tanpa dilibatkan dalam pengambilan kebijakan di masjid.
3. Stigma Kaku: Masih adanya jarak komunikasi antara generasi tua (pengurus masjid) dengan pola pikir Gen Z.

Menanggapi hal tersebut, para narasumber menekankan pentingnya masjid bertransformasi menjadi pusat kegiatan yang inklusif dan ramah pemuda tanpa meninggalkan koridor syariat.
Harapan dan Tindak Lanjut
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan makan siang yang mempererat silaturahmi. Pengurus MUI Kecamatan MKS berharap acara ini menjadi momentum awal untuk menghidupkan kembali denyut nadi perjuangan remaja masjid di wilayah Mandiangin Koto Selayan secara berkelanjutan. (Ahmad Hamidi).