Perkuat Arah Bukittinggi sebagai Kota Wisata dan Heritage, Jam Gadang hingga Belakang Balok Ditata Terintegrasi
Perkuat Arah Bukittinggi sebagai Kota Wisata dan Heritage, Jam Gadang hingga Belakang Balok Ditata Terintegrasi
Bukittinggi,Infosumbar24.com | Pemerintah Kota Bukittinggi mulai mengarahkan wajah kota pada satu tujuan besar yaitu memperkuat Bukittinggi sebagai destinasi wisata sekaligus kota heritage yang berkelas, nyaman dan memiliki identitas kuat.
Langkah tersebut terlihat dari rencana penataan sejumlah koridor strategis kota yang tidak hanya menyentuh infrastruktur jalan tetapi juga pedestrian, ruang publik, vegetasi, fasilitas pendukung hingga jaringan utilitas.
Wali Kota Bukittinggi H. Ramlan Nurmatias, S.H., Dt. Nan Basa, turun langsung meninjau sejumlah lokasi yang masuk dalam rencana penataan, Sabtu (12/9/2026).

Peninjauan itu berkaitan dengan konsep Integrated City Planning (ICP), di mana Bukittinggi menjadi salah satu dari 10 kota yang masuk dalam pilot project prioritas nasional.
Bagi Bukittinggi, konsep tersebut menjadi momentum untuk menata ruang kota secara lebih terpadu dengan tetap mempertahankan karakter sejarah yang menjadi kekuatan utama daerah.
Bukan Sekadar Jalan, Tapi Membentuk Wajah Kota Wisata.
Penataan koridor strategis diarahkan untuk menciptakan ruang kota yang lebih nyaman bagi masyarakat sekaligus memberikan pengalaman yang lebih baik bagi wisatawan.

Rencana penataan mencakup Jalan Sudirman dan Jalan Minangkabau.
Pedestrian disiapkan lebih tertata dengan penggunaan concrete block pavement atau conblock yang dipadukan dengan elemen ruang publik yang diharapkan mampu memperkuat karakter kawasan.
Jam Gadang sebagai ikon Kota Bukittinggi tidak hanya dipandang sebagai objek wisata, tetapi juga sebagai pusat yang harus ditunjang dengan kualitas lingkungan perkotaan yang representatif.
Jalan Minangkabau Dirancang Lebih Bersih dan lapang dimana salah satu bagian penting dalam rencana penataan Jalan Minangkabau adalah perencanaan jaringan kabel bawah tanah.
Konsep tersebut diarahkan untuk mengurangi keberadaan kabel udara sehingga koridor jalan dapat tampil lebih bersih dan tertata.
Jika terealisasi, keberadaan utilitas bawah tanah akan membantu memperkuat kualitas visual kawasan, terutama di koridor yang memiliki kedekatan langsung dengan kawasan Jam Gadang.
Penataan ini menjadi bagian dari upaya menciptakan wajah kota yang lebih rapi tanpa menghilangkan karakter sejarahnya.
Kota heritage membutuhkan ruang publik yang tertata, bukan hanya bangunan bersejarah yang dipertahankan.
Rencana pengembangan juga menyasar kawasan Belakang Balok yang meliputi Jalan Perwira, Jalan Ombilin dan Jalan Prof. Hazairin.
Koridor ini diarahkan menjadi kawasan yang lebih ramah pejalan kaki melalui pelebaran pedestrian, penggunaan batu alam andesit, penambahan bangku, lampu taman serta peremajaan vegetasi.
Khusus Jalan Perwira, trotoar di sisi kanan jalan direncanakan diperlebar.
Pada titik awal jalan tersebut juga direncanakan sebuah gerbang masuk ikonik yang dapat menjadi penanda kawasan sekaligus memperkuat identitas visual Belakang Balok.
Sementara Jalan Ombilin diarahkan menjadi koridor pedestrian-friendly, sehingga ruang jalan tidak hanya berorientasi pada kendaraan, tetapi juga memberi ruang yang layak bagi pejalan kaki dan aktivitas masyarakat.
Arah penataan ini memperlihatkan bahwa pembangunan kota tidak semata-mata diukur dari bertambahnya infrastruktur.
Yang lebih penting adalah bagaimana setiap perubahan mampu memperkuat identitas dan daya tarik Bukittinggi.
Kota ini memiliki modal sejarah, budaya, arsitektur dan kawasan wisata yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari karakter daerah.
Karena itu, penataan ruang publik perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga nilai heritage.
Pedestrian yang nyaman, koridor yang rapi, vegetasi yang tertata, fasilitas publik yang memadai serta jaringan utilitas yang lebih tersembunyi akan membuat kawasan wisata memiliki kualitas pengalaman yang lebih baik.
Dengan pendekatan tersebut, Bukittinggi tidak hanya ingin menjadi kota yang dikunjungi karena Jam Gadang, tetapi juga kota yang nyaman untuk dijelajahi, menarik untuk dinikmati dan kuat identitas sejarahnya.
Menuju Bukittinggi yang Lebih Berkelas
Jika konsep penataan tersebut terealisasi, sejumlah kawasan strategis Bukittinggi berpotensi mengalami perubahan wajah yang cukup signifikan.
Namun perubahan itu diharapkan tidak menghapus karakter lama sebaliknya, modernisasi ruang publik diarahkan untuk berjalan berdampingan dengan sejarah.
Visual yang beredar saat ini masih merupakan ilustrasi konsep atau rencana awal, sehingga desain, material maupun detail teknis masih dapat mengalami penyesuaian sesuai tahapan perencanaan dan pelaksanaan.
Pada akhirnya, pembangunan tersebut bermuara pada satu visi yaitu, menjadikan Bukittinggi sebagai destinasi wisata dan heritage yang semakin kuat, tertata, nyaman dan berkelas dan sebuah kota yang mampu merawat sejarah sekaligus menatap masa depan.
(ic)






