SMP Negeri 1 Baso Laksanakan Program Bupati Agam Berupa Nilai Religius Dalam Membangun Karakter Bangsa

SMPN 1 Baso salah satu sekolah yang sangat berkomitmen membangun penguatan karakter melalui berbagai program dan nilai-nilai yang bersumber dari Pancasila: Religius, bermoral, sehat, cerdas, kreatif, kerja keras, disiplin, mandiri, dan bermanfaat mengembangkan potensi peserta didik, kebiasaan terpuji, jiwa kepemimpinan, kemandirian, serta lingkungan belajar yang aman dan kreatif, hal ini dijumpai Tim Jurnalis secara tidak sengaja ketika singgah di salah satu mesjid yang padat dipenuhi unsur civitas sekolah letaknya bersebelahan dengan SMP Negeri 1 di Kecamatan Baso kabupaten Agam pada Selasa siang (6 Mei 2025)

” Kegiatan sholat berjama’ah merupakan kegiatan religius yang sudah dicanangkan Bupati Agam, Pak Benny kami hanya memperkuat dengan berbagai kegiatan yang ada sebelumnya” Ungkap Alfian, Kepala Sekolah SMPN 1 Baso

Alfian menambahkan, Kegiatan membangun karakter anak bukan sholat berjamaah dan ibadah jumat termasuk membaca Alquran bersama guru sebelum masuk ke kelas masing-masing.

” Anakpun secara bergantian membawakan kultum usai sholat sebagai upaya membangun sikap mental dan memiliki rasa tanggung jawab yang dipandu langsung oleh salah satu guru” tutur Alfian.

Termasuk kegiatan peduli lingkungan dengan mengumpulkan dan membersihkan sampah disekitar sekolah, kemudian dipilih dan pilah sesuai jenisnya karena semuanya memiliki nilai ekonomi, ucap Alfian.

Kegiatan dapat terlaksana berkat kerja sama dan komitmen yang kuat dari seluruh civitas sekolah melalui pendekatan emosional dari hati hati termasuk mendorong anak.

Hal demikian dibenarkan oleh Delvi Nora, guru wakil kesiswaan ketika menyambut tim dengan penuh ramah dalam wawancara yang terpisah.

” Kegiatan membangun karakter anak di sekolah termasuk kegiatan bela negara, seperti kegiatan pramuka, palang merah, upacara bendera, dan lainnya” ucap Delvi Nora penuh ramah

Kita terus mendorong anak bukan karena keterpaksaan atau takut pada guru melainkan dengan menanamkan kesadaran secara terus menerus pentingnya kegiatan tersebut

Fajri, guru agama yang turut mendamping anak sholat turut memberikan arahan dan nasehat kepada anak usai sholat dan kultum.

” Jangan terpaksa melaksanakan ibadah, karena ibadah bukan untuk siapa-siapa termasuk bukan untuk guru melainkan untuk diri kita sendiri ” tutur Fajri dengan tegas penuh kelembutan

Tampilan 2 siswa dalam kultum terlihat sangat mapan menunjukkan sikap penuh percaya diri dan menguasai panggung dengan judul yang kontekstual mengenai pentingnya nilai kejujuran dan menuntut ilmu membuat mata tertuju.

(Tim Infosumb)