Usai Berbuka, Diduga Oknum Anggota DPRD Bukittinggi Pukul Sopir Rombongan di Hotel Muaro Bungo
MuaroBungo,Infosumbar24.com |Suasana hotel yang semula tenang mendadak ricuh, Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 19.00 WIB diwaktu yang masih hangat usai berbuka puasa, seorang anggota DPRD Kota Bukittinggi berinisial IY diduga melakukan kekerasan terhadap IL, sopir rombongan yang mengantar agenda kunjungan kerja ke Jambi.
Insiden terjadi di area kamar hotel tempat rombongan menginap.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, percekcokan bermula dari persoalan komunikasi yang memanas sehingga terjadi adu mulut diduga berujung pada tindakan fisik.

Korban IL disebut mengalami luka robek di bagian kepala dan sempat mengeluarkan darah. Ia diduga dipukul menggunakan benda tumpul berbahan besi. Sejumlah saksi menyebut suasana sempat tegang sebelum akhirnya beberapa orang melerai.
Korban kemudian dilarikan ke salah satu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Muaro Bungo untuk mendapatkan perawatan medis. Setelah menjalani penanganan, IL kembali ke hotel.
Terjadi saat kunjungan kerja
rombongan tersebut diketahui tengah melaksanakan agenda kunjungan kerja atau studi tiru yang diikuti sejumlah anggota DPRD Kota Bukittinggi bersama beberapa SKPD Pemko Bukittinggi, khususnya dari sektor perhubungan dan pemadam kebakaran.
Dua anggota DPRD yang berhasil dikonfirmasi membenarkan adanya insiden tersebut. Namun keduanya mengaku tidak berada di lokasi saat kejadian berlangsung dan tidak mengetahui secara pasti penyebab awal pertikaian.
Hingga kini setelah awak media berusaha menghubungi, belum ada pernyataan resmi dari IY yang dulu pernah mengatakan “wartawan tamakan abuak” ini. pimpinan DPRD Kota Bukittinggi ketika dihubungi terkait dugaan kekerasan tersebut juga belum mengeluarkan penjelasan.
Publik Menanti Kejelasan
Peristiwa ini yang sedang menjadi perbincangan hangat, terutama karena terjadi di tengah agenda resmi pemerintahan dan melibatkan seorang wakil rakyat.
Apakah persoalan ini akan berujung pada proses hukum atau diselesaikan secara internal ?
Sementara aparat penegak hukum setempat belum memberikan keterangan resmi, kasus ini masih menyisakan tanda tanya dan publik menunggu kejelasan yang transparansi dari pihak-pihak terkait.







